Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Atlet Bridge Putri Asal Jawa Barat Mendominasi di Timnas

Wina Setyawatie
SELEKSI Nasional Cabang Bridge nomor tim open berlangsung, 2-11 Maret 2019 di Wisma Bridge Bulungan, Jakarta. Sebanyak 12 tim dari nomor tim open, tim mixed, dan tim putri lolos seleknas dan berhak mengikuti pelatnas untuk kualifikasi Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung September di Wuhan, Tiongkok.*/HUMAS GABBSI
SELEKSI Nasional Cabang Bridge nomor tim open berlangsung, 2-11 Maret 2019 di Wisma Bridge Bulungan, Jakarta. Sebanyak 12 tim dari nomor tim open, tim mixed, dan tim putri lolos seleknas dan berhak mengikuti pelatnas untuk kualifikasi Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung September di Wuhan, Tiongkok.*/HUMAS GABBSI

JAKARTA, (PR).- Atlet bridge putri Jawa Barat mendominasi seleksi nasional Tim Nasional Bridge Indonesia 2019 nomor tim putri. Dari empat pasangan yang lolos, dua pasangan yang terdiri dari dua tim berasal dari Jawa Barat, yaitu Fera Damayanti dan Riantini serta Roro Joffani Tungga Dewi dan Rachma Shaumi.

Selain mereka, satu tim berasal dari Jawa Timur dan satu tim lagi dari DKI Jakarta. Keempat pasangan itu masuk dalam proyeksi timnas untuk kualifikasi masuk Kejuaraan Dunia yang akan digelar pada September 2019 mendatang di Wuhan, Tiongkok.

"Seleknas berjalan selama hampir 10 hari. Kami mencari masing-masing empat pasangan untuk kategori tim open, tim mixed, dan tim putri. Mereka yang masuk dalam seleknas ini akan mengikuti The 52nd Asia Pacific Bridge Federation Championship di Singapura yang merupakan babak kualifikasi Kejuaraan Dunia," kata Humas PB GABSI, Nursamsi, Selasa, 12 Maret 2019.

Fera dan Riantini keluar sebagai juara untuk nomor tim putri. Pasangan yang merupakan peraih medali perak Kejuaraan Dunia Venice Cup 2011 di Veldhoven Belanda, terus mendominasi sejak sesi ke-25 dari 28 sesi pertandingan.

Mereka meninggalkan pesaingnya Conny F Sumampouw-Rury Andhany (DKI) yang berada di tempat kedua, dengan selisih yang cukup jauh, terpaut 20,3 poin dengan nilai 282,70 hingga akhir seleknas.

Peringkat tiga tetap ditempati pasangan asal Jawa Timur, Winda Purba-Nur Ainia yang pernah menjadi tim nasional tahun 2015 di APBF Championship di Bangkok. Ke empat adalah pasangan Roro-Rachma.

Seleksi ketat dan berat 

SELEKSI Nasional Cabang Bridge nomor tim open berlangsung, 2-11 Maret 2019 di Wisma Bridge Bulungan, Jakarta. Sebanyak 12 tim dari nomor tim open, tim mixed, dan tim putri lolos seleknas dan berhak mengikuti pelatnas untuk kualifikasi Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung September di Wuhan, Tiongkok.*/HUMAS GABBSI

Menurut Nursamsi, seleknas tahun 2019 berjalan begitu ketat dan berat karena banyak tim solid yang ikut. Nomor tim open diikuti oleh 21 pasangan Top 10 daerah di Indonesia, nomor tim mixed diikuti 17 pasangan, dan tim putri hanya tujuh pasangan.

"Setelah ini, masing-masing empat pasangan terbaik dari hasil seleknas akan memulai tahapan pemusatan latihan (pelatnas) yang akan dimulai pada 19 Maret. Dari empat pasangan tersebut, di masing-masing kategori nantinya hanya akan diambil tiga pasangan terbaik yang akan masuk dalam skuad inti Timnas Bridge Indonesia yang akan diberangkatkan ke APBF Championship di Singapura Juni mendatang," imbuh Nursamsi. 

Selain memperebutkan gelar juara, APBF nanti juga sekaligus jadi ajang seleksi zona VI APBF untuk mencari tiga negara yang akan mewakili APBF berlaga di Wuhan nanti. APBF mendapat jatah empat negara karena Tiongkok sebagai tuan rumah otomatis lolos mengikuti World Team Championship.***

Bagikan: