Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Ini Perbedaan Special Olympics dan Paralimpik

Wina Setyawatie
SALAH seorang atlet Special Olympics World Games 2019 melakukan pemeriksaan kesehatan.*/SOI ABUDHABI
SALAH seorang atlet Special Olympics World Games 2019 melakukan pemeriksaan kesehatan.*/SOI ABUDHABI

SPECIAL Olympics World Games 2019 akan mulai bergulir pada 14 hingga 21 Maret 2019 mendatang di Abu Dhabi. Banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya apa yang menjadi faktor pembeda ajang olahraga yang satu ini dengan Paralimpik. 

Spesial Olympics ditujukan untuk atlet-atlet yang memiliki kecacatan intelektual. Sementara, Paralimpik adalah untuk atlet-atlet yang lebih memiliki kecacatan dari segi fisik. 

Faktor pembeda yang lain adalah proses divisioning yang mulai berlangsung pada Senin, 11 Maret 2019 kemarin. Proses divisioning tersebut bekerja untuk memastikan agar para atlet bisa berkompetisi secara adil dan setara.

Bagaimana cara kerja proses tersebut, Staf Special Olympics International Asia Pacific, Amran Siregar, menjelaskannya. 

"Divisioning adalah babak kualifikasi berdasarkan kemampuan, usia, dan jenis kelamin. Diharapkan pada babak final seluruh peserta memiliki kemampuan yang sama untuk berkompetisi," katanya. 

Pembagian berdasarkan kemampuan, kelompok usia, dan gender merupakan peraturan dasar dalam divisioning. Dengan divisioning, kompetisi akan berlangsung dalam beberapa kelompok umur. 

Menurutnya, sebelum kompetisi dimulai, catatan waktu, skor, atau penilaian kemampuan harus didaftarkan untuk setiap atlet atau tim. Untuk cabang olahraga permainan atau tak terukur, seperti sepakbola, bulutangkis, atau senam, akan dilakukan serangkaian pertandingan pendek untuk mengukur kemampuan. 

Penilaian kemampuan seorang atlet atau sebuah tim juga bisa dilakukan oleh sebuah komite.

"Pembagian kelompok dilakukan berdasarkan hasil data tingkat kemampuan setiap atlet, agar setiap kelompok terdiri dari sejumlah atlet yang memiliki kemampuan yang kurang lebih sama. Setiap kelompok akan terdiri dari minimal tiga atlet atau tim dan maksimal delapan atlet atau tim," tuturnya.

Guna memastikan tingkat kemampuannya tidak berbeda terlalu signifikan, perbedaan antara tim atau atlet dengan kemampuan terbaik dan tim atau atlet dengan kemampuan terendah tidak boleh lebih dari 15 persen. 

Pembagian kelompok berdasarkan kemampuan tersebut yang dinilai, akan membuat Special Olympics akan makin menarik. Dalam artian, baik untuk atlet dan penonton karena memastikan kompetisi berjalan adil dan memberdayakan. 

Tim Indonesia terdiri dari 68 atlet (54 atlet Special Olympics dan 14 unified partner). Mereka akan turun bersaing di 31 nomor kompetisi dari 11 cabang olahraga. 

Cabang olahraga yang diikuti yaitu atletik, bulutangkis, bocce, futsal, bowling, handball, renang, sepakbola, tenis meja, bola voli, dan bola basket. 
Gelaran Special Olympics World Summer Games yang akan berlangsung di Abu Dhabi ini, total akan diikuti oleh 190 negara, 7.500 atlet, 3.000 atlet, dan sekitar 20.000 relawan.***

Bagikan: