Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Berawan, 22.6 ° C

Bhayangkara FC Lolos dari Grup B Penyisihan Piala Presiden 2019

Riesty Yusnilaningsih
BHAYANGKARA FC memastikan diri lolos dari babak penyisihan Piala Presiden 2019 setelah mengandaskan perlawanan Mitra Kukar 1-2 (1-0). Laga Grup B itu digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin, 11 Maret 2019.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
BHAYANGKARA FC memastikan diri lolos dari babak penyisihan Piala Presiden 2019 setelah mengandaskan perlawanan Mitra Kukar 1-2 (1-0). Laga Grup B itu digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin, 11 Maret 2019.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Bhayangkara FC memastikan diri lolos dari babak penyisihan Piala Presiden 2019 setelah mengandaskan perlawanan Mitra Kukar 1-2 (1-0). Laga Grup B itu digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin, 11 Maret 2019. Tim lain di Grup B yang sudah memastikan diri lolos dari penyisihan adalah Bali United yang menang 2-1 atas Semen Padang.

Gol Bhayangkara FC dicetak Anderson Aparecido Salles (pen 52) dan Herman Dzumafo Epandi (73). Sementara, gol tunggal Mitra Kukar dicetak Achmad Faris Ardiansyah (10).

Kemenangan ini disambut positif pelatih Bhayangkara FC, Angel Alfredo Vera. Ia mengatakan, pertandingan melawan Mitra Kukar itu tidak mudah dilakoni. "Saya akui kemenangan ini tidak didapat dengan mudah karena banyak peluang yang tercipta gagal membuahkan gol," kata Alfredo saat sesi konferensi pers.

Bhayangkara harus tertinggal lebih dulu saat pertandingan baru berjalan 10 menit. Sundulan bek Mitra Kukar Achmad Faris Ardiansyah tak mampu dihalau kiper Bhayangkara F  Wahyu Tri Nugroho.

Para pemain Bhayangkara seakan tertekan akibat gol yang membuat tim berjuluk "The Guardian" tersebut tertinggal. Permainan Bhayangkara FC tak mampu berkembang sepanjang babak pertama. Hingga akhirnya turun minum, Mitra Kukar yang memimpin skor.

Permainan baru berkembang di babak kedua

BHAYANGKARA FC memastikan diri lolos dari babak penyisihan Piala Presiden 2019 setelah mengandaskan perlawanan Mitra Kukar 1-2 (1-0). Laga Grup B itu digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Senin, 11 Maret 2019.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

Namun memasuki babak kedua, pemain Bhayangkara mulai berani mengembangkan permainan dengan mencoba berbagai variasi serangan. Bhayangkara baru menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui tendangan penalti. Wasit Nendi Rohaendi menunjuk titik putih setelah bek Mitra Kukar Roni Fatahilah menjegal Dendy Sulistyawan di kotak terlarang.

Anderson Aparecido Salles yang dipercaya menjadi algojo penalti tak menyia-nyiakan kesempatan. Tendangan kaki kanannya mampu menyarangkan bola ke gawang Mitra Kukar yang dikawal Gerri Martin Millian Mandagi.

Gol tersebut seakan melecut semangat Bhayangkara. Serangan demi serangan lanjutan terus dilancarkan. Namun serangan yang dibangun baru berhasil dikonversi menjadi gol melalui kaki Herman Dzumafo Epandi yang berhasil mengecoh dua bek Mitra Kukar sehingga skor berbalik menjadi keunggulan untuk Bhayangkara 1-2.

Alfredo mengatakan, permainan yang diperagakan timnya cukup membuat dirinya puas. Meski tidak diperkuat sejumlah pemain yang dipanggil untuk memperkuat timnas, tim bisa tetap mewujudkan kemenangan dan permainan yang baik. "Pemain yang ada saat ini tinggal menjaga kekompakannya supaya performa permainan bisa terus ditingkatkan," ucapnya.

Pantas untuk menang

Asisten Pelatih Mitra Kukar, Sukardi Kardok, mengakui kekalahan timnya. Sang lawan disebutnya memperagakan permainan lebih baik sehingga memang pantas untuk menang.

Sukardi mengatakan, laga di Piala Presiden 2019 itu memang dimanfaatkannya untuk menguji coba kekuatan tim. Mereka mencoba bongkar pasang pemain lama dan baru.

"Komposisi tim 50:50 antara yang lama dan baru. Ini terus kami coba otak-atik hingga tahu mana komposisi terbaik. Namun meski kalah, permainan yang diperagakan tim hari ini sudah lebih baik bila dibandingkan saat laga perdana melawan Bali United," katanya.

Pada pertandingan ini, Sukardi juga mencoba menempatkan mantan primadona Persib Atep pada posisinya di lini tengah. "Ternyata Atep lebih dominan ditempatkan di tengah. Sengaja saya tidak pasang Atep di sayap seperti saat memperkuat Persib. Sebab di usianya ini, Atep akan kesulitan jika ditempatkan di sayap," katanya***

Bagikan: