Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Berawan, 22.6 ° C

Ganda Putra Hendra-Ahsan Sabet Gelar Juara All England 2019

Wina Setyawatie
GANDA putra Indonesia, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan,  membawa pulang gelar juara All England 2019 setelah memenangi laga sengit tiga gim atas pasangan Malaysia, Aaron Chia-Soh Wooi Yik, di final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019.*/HUMAS PBSI
GANDA putra Indonesia, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan, membawa pulang gelar juara All England 2019 setelah memenangi laga sengit tiga gim atas pasangan Malaysia, Aaron Chia-Soh Wooi Yik, di final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019.*/HUMAS PBSI

BIRMINGHAM, (PR).- Indonesia akhirnya sukses membawa pulang gelar juara All England 2019 pada sektor ganda putra. Gelar dipersembahkan pasangan gaek Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan yang memenangi laga sengit tiga gim atas pasangan Malaysia, Aaron Chia-Soh Wooi Yik, di final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019.

Hendra-Ahsan menang 11-21, 21-14, 21-12 setelah berjuang selama 49 menit. Ini menjadi gelar kedua mereka di All England setelah sebelumnya sukses merebutnya di 2014 lalu.

Gelar itu pun menjadi yang pertama di 2019 setelah memutuskan bermain sebagai atlet profesional. Bagi Indonesia, raihan mereka itu mempertahankan tren juara di ganda putra setelah di dua edisi sebelumnya dicetak oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon.

Dengan hasil ini pun, “The Daddies” juga makin memperpanjang rekor keunggulan mereka atas ganda peringkat 18 dunia tersebut menjadi 3-0 dalam tiga pertemuan.

Sukses menjadi kampiun, rangking dunia Hendra-Ahsan juga diperkirakan akan naik drastis ke posisi tiga dunia. Saat ini mereka menempati peringkat 7 dunia. 

Hendra sebenarnya tampil tidak dalam kondisi prima. Dia mengalami cedera di betis kanannya di babak semi final. Setelah mendapatkan terapi usai bertanding di semi final, Hendra mengaku di laga final ini dirinya akan tetap berjuang, meski kakinya sakit maupun tidak. "Saya tetap akan main. Main saja, meski sakit maupun tidak sakit kaki," ucapnya dengan tegas saat itu.  

Sempat kalah, permainan membaik mulai gim kedua

GANDA putra Indonesia, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan,  membawa pulang gelar juara All England 2019 setelah memenangi laga sengit tiga gim atas pasangan Malaysia, Aaron Chia-Soh Wooi Yik, di final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019.*/HUMAS PBSI

Mereka mengawali laga final ini dengan kurang apik. Di gim pertama, pasangan Malaysia dengan kepercayaan diri tinggi mampu menekan permainan Hendra-Ahsan hingga membuahkan kekalahan.

Ini pertama kalinya mereka kehilangan gim selama All England 2019 berlangsung. Karena dalam perjalanan menuju final, Hendra-Ahsan selalu membukukan kemenangan dua gim langsung.

Di gim kedua, permainan Hendra-Ahsan mulai membaik. Mereka berhasil mempertahankan tempo permainannya, hingga lawan sepertinya keteteran dan justru banyak melakukan kesalahan sendiri.

Kemenangan di gim kedua membuat kepercayaan diri Hendra-Ahsan meningkat. Aaron-Wook pun kembali jadi bulan-bulanan di gim penentu.

GANDA putra Indonesia, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan,  membawa pulang gelar juara All England 2019 setelah memenangi laga sengit tiga gim atas pasangan Malaysia, Aaron Chia-Soh Wooi Yik, di final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019.*/HUMAS PBSI

Pemerintah akan sambut kedatangan sang juara

Pemerintah sendiri melalui Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewabroto, mengapresiasi keberhasilan Hendra-Ahsan. Bahkan mereka berencana untuk melakukan penyambutan kedatangan sang juara All England seperti sebelumnya. Pihaknya kini mengaku tinggal melakukan koordinasi dengan pihak PBSI. 

"Tentu saja ada penyambutan. Dulu waktu Kevin (Sanjaya Sukamuljo)-Marcus (Fernaldi Gideon) juara All England juga ada penyambutan. Semua tergantung koordinasinya dengan PBSI," katanya. 

Terkait dengan bonus, seperti yang juga diberikan pemerintah kepada para juara All England sebelumnya, Gatot masih bungkam. Kemungkinan karena pihaknya masih menunggu acc dari Menpora Imam Nahrawi terlebih dahulu. Namun, bila berkaca pada nilai bonus-bonus All England edisi sebelumnya, jumlahnya berkisar sekitar Rp 250 juta.***

Bagikan: