Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Ganda Campuran Indonesia Gagal Melangkah ke Final All England 2019

Wina Setyawatie
GANDA campuran Indonesia, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti gagal melangkah ke babak final All England 2019. Langkah mereka dijegal pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok, Zheng Siwei-Huang Yaqiong 21-13, 20-22, 13-21 di babak semi final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019.*/HUMAS PBSI
GANDA campuran Indonesia, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti gagal melangkah ke babak final All England 2019. Langkah mereka dijegal pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok, Zheng Siwei-Huang Yaqiong 21-13, 20-22, 13-21 di babak semi final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019.*/HUMAS PBSI

BIRMINGHAM, (PR).-

Kegagalan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti, melangkah ke babak final All England 2019 memperpanjang paceklik gelar juara di sektor ganda campuran. Ini jadi tahun ketiga sektor ganda campuran belum bisa membawa gelar dari turnamen bulutangkis tertua di dunia tersebut.

Gelar terakhir dari ganda campuran tercipta pada 2016 lewat Praveen yang ketika itu berpasangan dengan Debby Susanto. Namun, kekalahan 21-13, 20-22, 13-21 atas ganda nomor satu dunia Zheng Siwei-Huang Yaqiong dari Tiongkok di babak semi final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019 dini hari, membuat Praveen gagal mengulang masa kejayaannya tersebut. 

Pada laga itu, Praveen-Melati sebenarnya sangat berpeluang besar untuk bisa melangkah ke final. Apalagi setelah unggul di gim pertama dan sempat memimpin kedudukan match point 20-17 di gim kedua.

Namun, kesalahan yang mereka buat sendiri akhirnya menjadi bumerang. Zheng-Huang pun menikung dan menghasilkan lima angka berturut-turut untuk akhirnya memaksakan gim ketiga. 

Hilang percaya diri

GANDA campuran Indonesia, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti gagal melangkah ke babak final All England 2019. Langkah mereka dijegal pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok, Zheng Siwei-Huang Yaqiong 21-13, 20-22, 13-21 di babak semi final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Minggu, 10 Maret 2019.*/HUMAS PBSI

Di gim ketiga ini, permainan Praveen-Melati sejak awal tidak meyakinkan. Sempat terekam pembicaraan mereka ketika jeda istirahat antar gim, di mana Melati mengatakan, "Kenapa bisa jadi begini sih?"

Sejak itu, terlihat bahwa pasangan Indonesia ini sudah kehilangan kepercayaan diri. Itu terlihat dalam permainan mereka di gim penentuan yang banyak melakukan kesalahan. Sempat bisa menahan hingga poin 6-6, namun setelah itu mereka terus tertekan dan tertinggal jauh 10-15.

Sayang, kesalahan demi kesalahan yang mereka lakukan membuat lawan tambah percaya diri, hingga mereka pun kembali bermain ke pola normal. Kesempatan Praveen-Melati untuk merebut gelar pertama mereka pun hilang setelah di bombardir dengan skor telak.

"Bayangkan saja. satu poin lagi sudah ke final, tapi malah seperti ini. Bahkan ada kesempatan buat juara, gara-gara satu poin saja," kata Praveen kesal setelah pertandingan, seperti yang dikirimkan Humas PBSI.

Menyesali kekalahan

Menurut Praveen, dirinya dan Melati sebenarnya sudah mendapatkan kepercayaan diri di gim pertama. Sebaliknya, lawan tidak bisa mengeluarkan permainan mereka hingga jelang akhir gim kedua. Namun, tidak bisa dipungkiri, ujarnya, status lawan yang nomor satu dunia dinilai membentuk mental lawannya. 

"Mereka sebenarnya di jelang akhir gim kedua itu sudah dalam posisi tidak enak. Tetapi, tidak bisa dipungkiri, mereka pasangan nomor satu dunia. Mau bagaimana lagi?" tambahnya. 

Melati pun menyesali kekalahan itu. Menurutnya hal itu seharusnya tidak terjadi. "Waktu kedudukan 20-17 saya jadi lebih tegang, seharusnya kan tetap fokus, tapi langsung buang dua poin. Waktu lawan posisi 19-20, kami keserang lagi. Kejadian di gim kedua pasti ada pengaruhnya di gim ketiga, padahal seharusnya tidak boleh. Kami sudah berusaha, tapi lawan sudah mengantisipasi dan menebak permainan kami," tambah Melati. 

Sejak keikutsertaan Indonesia di All England, baru ada tiga pasangan Indonesia yang bisa naik podium di turnamen bergengsi ini. Mereka yakni Christian Hadinata-Imelda Wiguna (1979), Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir (2012, 2013, 2014), dan Praveen Jordan-Debby Susanto (2016).***

Bagikan: