Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Stapac ke Final IBL, Pelatihnya Justru Tidak Senang

Wina Setyawatie

STAPAC Jakarta pastikan tempat di babak final Indonesia Basketball League (IBL) 2018-2019.*/WINA SETYAWATIE/PR
STAPAC Jakarta pastikan tempat di babak final Indonesia Basketball League (IBL) 2018-2019.*/WINA SETYAWATIE/PR

JAKARTA, (PR).- Stapac Jakarta pastikan tempat di babak final Indonesia Basketball League (IBL) 2018-2019. Mereka menang agregat 2-0 atas Pacific Caesar. 

Pada gim kedua semi final yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro Jakarta, Sabtu 9 Maret 2019, Stapac kembali petik kemenangan 81-75. Di gim pertama sehari sebelumnya, tim asuhan pelatih asal Lithuania, Giedrius Zibenas juga menang 87-66. 

Kendal Yancy membukukan 27 angka dan 10 rebound, sementara Savon Goodman menambah dengan 11 angka dan 10 rebound untuk Stapac. Sebaliknya dari kubu Pasific, Qa'rrahan Calhoun mencetak double double dengan 34 poin dan 18 rebound. Disusul Muhammad Hardian Wicaksono dengan 13 poin dan Anindya Putra mengemas 12 poin. 

Meksipun menang, namun ternyata sang pelatih Stapac tidak senang. Pasalnya, dia menilai para pemainnya justru bermain jelek. Bahkan Pelatih yang akran disapa Ghibbi tersebut mengaku timnya sebenarnya tidak layak menang di laga kedua ini. 

"Kami tak layak menang. Pemain tidak menuruti "game plan". Mohon maaf kepada para suporter, aktor-aktor saya jelek bermain. Mereka sudah menunjukkan "body language" kurang bagus sejak sebelum pertandingan," kata Giedrius kecewa. 

Sangking kesalnya kepada para pemainnya, sebab tidak mau mendengarkan apa yang dikatakannya. Giedrius bahkan tidak mengambil "time out" pada paruh waktu kedua, kuarter tiga dan empat. 
"Seharusnya, apa yang terjadi di luar pertandingan tak boleh berpengaruh pada pertandingan," ujar Giedrius menambahkan. 

Tampil luar biasa

Dari kubu lawan, meskipun kalah namun pelatih Pacific, Kencana Wukir tetap mengapresiasi perjuangan pemainnya. Dia menilai bahwa pemainnya sudah tampil luar biasa. Dia juga berterima kasih kepada penonton yang hari ini banyak mendukung timnya. 
"Tujuan kami hari ini (semi final) hanya dua, lebih baik dan memberi 100 persen kemampuan terbaik," katanya. 

Dibandingkan gim pertama sehari sebelumnya, kemarin, Kiki -sapaan Wukir- melihat bahwa mental pasukannya lebih baik. 

"Di kuarter terakhir mungkin ada salah saya sebagai pelatih, terlambat melakukan time out ketika lawan mengejar," tukasnya mengakui. 

Sebelum babak semifinal kedua ini berlangsung, tiga pemain Stapac menerima penghargaan. Widyantaputra Teja menerima penghargaan untuk kategori IndiHome Most Improved Player of The Year, kemudian Agassi Goantara untuk IndiHome Rookie of The Year, dan Abraham Damar Grahita mendapat Go-Jek The Best Sixth Man Award.

Untuk penghargaan Best Foreign Player IBL 2018-2019 jatuh kepada poin guard asing Satya Wacana Salatiga Madarious Gibbs, dan Best Defensive Player diberikan kepada bigman Siliwangi Bogor Michael Vigilance.***
 

Bagikan: