Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Berawan, 22.6 ° C

Hendra-Ahsan Wakil Pertama Indonesia di Semi Final All England 2019

Wina Setyawatie
GANDA putra Indonesia, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan.*/DOK HUMAS PBSI
GANDA putra Indonesia, Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan.*/DOK HUMAS PBSI

BIRMINGHAM, (PR).- Ganda putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan menjadi wakil pertama Indonesia di babak semi final All England 2019. Mereka sukses menapaki "4 Besar" setelah sukses mengatasi pasangan Jerman Mark Lamsfuss-Marvin Seidel dengan kemenangan yang cukup mudah.

Mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari setengah jam untuk memenangi laga tersebut dengan skor akhir 21-12, 21-13 di perempat final yang berlangsung di Arena Birmingham, Inggris, Jumat, 8 Maret 2019. Ini merupakan pertemuan pertama untuk keduanya.

Dengan masuknya Hendra-Ahsan di semi final, melunturkan tanggapan bahwa era mereka sudah berakhir di 2016. Justru sejak kembali dipasangkan pada tahun lalu, performa mereka semakin menanjak. Mereka mampu menjaga konsisten permainannya, kendati kini pun harus bermain profesional di luar Pelatnas PBSI.

Mereka pun dinilai salah satu yang berpeluang besar untuk bisa mengulang sukses lima tahun lalu, sebagai juara All England. Menanggapi hal tersebut, Hendra usai pertandingan, sesuai rilis Humas PBSI, mengatakan bahwa mereka tidak mau memikirkan gelar dulu. Karena masih ada pertandingan lain yang harus dihadapi sebelum bisa mencapai target tertinggi yakni final. 

"Apalagi semi final calon lawannya bagus. Jadi kami mau fokus satu per satu pertandingan saja dulu. Yang pasti kemenangan hari ini kami bersyukur," ujarnya.

Berbicara permainan, Ahsan mengatakan bahwa di gim kedua mereka benar-benar menambah fokusnya begitu sempat tertinggal. Mereka tidak ingin lawan bisa mengejar dan memaksakan gim ketiga.

Karena itu akan kurang menguntungkan bagi mereka menuju babak selanjutnya. Mengingat nanti calon lawan mereka tidak mudah, yakni pemenang antara duel Han Chengkai-Zhou Haodong (Tiongkok) dan Takeshi Kamura-Keigo Sonoda (Jepang).

"Mereka semua pemain cepat, power nya besar. Pokoknya cepat dan kuat. Kami harus tingkatkan fokus, kalau sudah tanding begini tidak bisa tingkatkan apa-apa lagi kecuali fokus di lapangan. Jadi kalau tadi kehilangan gim, sudah pasti merugikan," tutur Ahsan.***

Bagikan: