Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Jalani Pemeriksaan Keempat, Joko Driyono: Alhamdulillah

Fani Ferdiansyah
PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) melambaikan tangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan digedung Dit Res Krimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/2/2019). Joko Driyono diperiksa selama 22 Jam sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3.*/ANTARA
PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) melambaikan tangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan digedung Dit Res Krimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/2/2019). Joko Driyono diperiksa selama 22 Jam sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono irit bicara setelah menjalani pemeriksaan keempat di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 00.15 WIB. Tersangka kasus perusakan barang bukti yang akrab disapa Jokdri tersebut langsung menyatakan bersyukur karena telah melalui pemeriksaan dengan baik, sejak keluar ruang pemeriksaan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Namun, dia menyebut tak mau menjawab apa saja yang ditanyakan penyidik kepadanya. "Alhamamdulillah saya telah menyelesaikan pemeriksaan, tentu saya bersedia untuk memberikan keterangan jika dari penyidik memerlukan dan memanggil saya setiap saat. Tapi saya mungkin gak mau jawab pertanyaannya," kata Joko Driyono di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 7 Maret 2019.

Saat ditanyakan lebih lanjut terkait apa pemeriksaannya, apakah akan dipanggil lagi atau tidak dan terkait durasi pemeriksaan kali ini yang lebih cepat (13 jam), dari dua pemeriksaan terdahulu yakni hingga 20 jam, Jokdri enggan menjawab. "Pemeriksaan pada hari ini telah saya tunaikan. Saya kira itu aja ya, terima kasih. Cukup ya," ujarnya seperti ditulis Kantor Berita Antara.

Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti yang diduga terkait dengan kasus pengaturan skor. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis 14 Februari 2019 lalu.

Dia diduga sebagai aktor intelektual yang memerintahkan tiga orang, yaitu Muhammad MM alias Dani, Mus Muliadi alias Mus dan Abdul Gofar, untuk melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI, yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu.

Dia memerintahkan ketiganya masuk ke ruangan yang telah diberi garis polisi, dan melakukan perusakan barang bukti serta mengambil laptop yang diduga penyidik terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Usai ditetapkan jadi tersangka, polisi melakukan penggeledahan apartemen Joko Driyono di Taman Rasuna, tower 9 lantai 18 unit 0918 C, Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya ruang kerja Jokdri di Kantor PSSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, juga digeledah pada Kamis, 14 Februari 2019.

Kemudian, polisi pun melakukan pencekalan terhadap Joko Driyono. Polisi sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi pada 15 Februari 2019, untuk mencegahnya keluar negeri selama 20 hari.***

Bagikan: