Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 23.2 ° C

Kasus Pengaturan Skor, Joko Driyono Diperiksa untuk Keempat Kalinya

Siska Nirmala
PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 18 Februari 2019. Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia..*/ANTARA
PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 18 Februari 2019. Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia..*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Tim Satuan Tugas Anti Mafia Bola kembali melakukan klarifikasi kepada Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono (JD) terkait perusakan barang bukti pengaturan skor sepakbola.

"Barang bukti yang diklarifikasi kepada JD adalah dokumen-dokumen," ujar Ketua Tim Satuan Tugas Anti Mafia Bola Komisaris Besar Argo Yuwono di Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia mengemukakan, garis besar pemeriksaan masih sama seperti hari sebelumnya.

"Hanya melanjutkan dari apa yang saya sampaikan kemarin berkaitan dengan barang bukti yang disita. Kita tanyakan, kita klarifikasi barang buktinya itu seperti apa," katanya.

Pemeriksaan Joko Driyono hari ini menjadi yang keempat kalinya oleh tim satgas.

Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa Joko pada Senin, 18 Maret 2019, dan Kamis, 21 Februari 2019 lalu, kedua pemeriksaan itu berlangsung sekitar 21 jam.

Polisi kembali memeriksa Joko pada Rabu, 27 Februari 2019 selama empat jam kemudian ia izin kepada penyidik untuk mempersiapkan kompetisi piala presiden 2019.

Semua merujuk kepada sangkaan bahwa Joko memerintahkan tiga anak buahnya untuk mencuri dan merusak barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI pada 14 Februari 2019.

Adapun Joko Driyono akan dijerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasa umum.

Hal itu dimuat dalam Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP.***

Bagikan: