Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 26.2 ° C

Esport Butuh Payung Hukum

Wina Setyawatie
PESERTA mengikuti babak kualifikasi regional Piala Presiden Esport 2019 di kawasan Kuta, Bali, Minggu (10/2/2019). Babak kualifikasi Piala Presiden Esport 2019 yang mempertandingkan permainan "Mobile Legend" tersebut diikuti 64 tim untuk menyeleksi perwakilan Bali pada babak grand final yang akan diikuti finalis dari delapan kota di Indonesia.*/ANTARA FOTO
PESERTA mengikuti babak kualifikasi regional Piala Presiden Esport 2019 di kawasan Kuta, Bali, Minggu (10/2/2019). Babak kualifikasi Piala Presiden Esport 2019 yang mempertandingkan permainan "Mobile Legend" tersebut diikuti 64 tim untuk menyeleksi perwakilan Bali pada babak grand final yang akan diikuti finalis dari delapan kota di Indonesia.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Perkembangan olahraga esport atau olahraga elektronik sangat pesat di Indonesia, namun sifatnya masif. Agar terkontrol dan terpantau dengan baik, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai dibutuhkan payung hukum yang jelas untuk perkembangan olahraga ini. 

Sebagai olahraga, Kepala Bekraf Triawan Munaf, mengatakan, kewenangan untuk pembentukan regulasi tersebut ada di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menurut dia, pembentukan payung hukum ini perlu, apalagi olahraga ini sudah mulai dipertandingkan sebagai cabang olahraga di SEA Games 2019 dan Asian Games 2022. 

"Dengan adanya regulasi, maka perkembangan olahraga ini akan lebih tertata dan terjamin ekosistemnya. Hingga, pembinaan atletnya pun bisa berjalan kontinu. Tetapi itu kewenangannya ada di Kemenpora. Saya akan sampaikan masalah aturan main esport ini ke Menpora, kita akan kaji lagi," ujarnya usai final regional Bekasi Piala Presiden Esport 2019, di Grand Studio Metro TV, Minggu, 3 Maret 2019. 

Piala Presiden, kata dia, merupakan salah satu cara untuk bisa menjaring atlet-atlet esport berbakat Indonesia. Para pemenang final regional ini, ujarnya, akan masuk dalam pemantauan untuk SEA Games 2019 dan Asian Games 2022. 

Tim Humble menang di Bekasi dan melangkah ke Grand Final

Pada final regional Bekasi, Tim esports Humble akhirnya keluar sebagai juara. Mereka naik podium tertinggi setelah menundukkan Victim Rivals dengan skor 2-1. Sebagai pemenang regional, mereka berhak tampil di Grand Final Piala Presiden Esport 2019 pada 30-31 Maret mendatang di Istora Senayan.

Kemenangan Humble sendiri dinilai sedikit mengejutkan. Alasannya, Victim Rivals diperkuat para atlet esport profesional, sedangkan Humble sendiri hanya berkekuatan atlet amatir. 

Salah satu anggota Humble, Felani Agusti, mengatakan bahwa komunikasi menjadi kunci kemenangan mereka kemarin. Terutama saat bermain di babak ketiga. 

"Di babak ketiga, kami mencoba main lebih sabar. Komunikasi di situ jadi lebih lancar dibandingkan babak kedua," katanya. Sukses mengalahkan tim profesional, Humble pun berambisi tidak hanya sekadar lewat di Piala Presiden ini.  

Dengan berakhirnya final regional Bekasi, maka komplet sudah delapan tim pemenang regional. Selain Humble, ada Profesional Esport (Palembang), Star8 Esport (Manado), Starlest eSports (Makassar), Cupu Team (Pontianak), Nazone Gaming (Solo), ROC Esport (Denpasar), dan Revo Esport (Surabaya).

Kedelapan pemenang ini nantinya akan kembali bertanding di babak grand final. Mereka akan duel dengan kekuatan delapan tim profesional yang terjaring berdasarkan kualifikasi terbuka. Mereka akan bermain dengan sistem single elemination menggunakan format Best-of-3 guna memperebutkan dua tiket partai Grand Final nanti.***

Bagikan: