Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Peta Kekuatan Ganda Putra Dunia di All England Bergeser

Wina Setyawatie
GANDA putra Indonesia, Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan saat bertanding melawan pasangan Prancis, Baptiste Careme-Ronan Labar pada ajang Total BWF World Championship 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pasangan Indonesia menang dengan skor 19-21, 21-17, 21-18.*/DOK. PR
GANDA putra Indonesia, Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan saat bertanding melawan pasangan Prancis, Baptiste Careme-Ronan Labar pada ajang Total BWF World Championship 2015 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2015). Pasangan Indonesia menang dengan skor 19-21, 21-17, 21-18.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Persaingan sektor ganda jelang All England 2019, 6-9 Maret 2019, dinilai Pelatih Ganda Putra Indonesia, Herry Imam Piergnadi akan sedikit bergeser. Denmark yang dalam dua tahun belakangan menjadi ancaman utama bagi para ganda Indonesia, kini dinilai tidak lagi. 

Peta persaingan kini, menurutnya beralih ke Tiongkok dan Jepang. Meski begitu, para ganda Indonesia diminta untuk tetap waspada. 

"Kalau melihat dari rangking dunia, sepertinya Denmark yang dalam dua hingga tiga tahun belakangan jadi ancaman utama, kini tidak lagi. Yang harus diwaspadai benar-benar saat ini adalah Tiongkok dan Jepang. Mereka harus masuk dalam analisis pemain," tuturnya kepada wartawan di Pelatnas PBSI, Kamis, 28 Februari 2019. 

Di All England, Indonesia menurunkan lima pasangan. Mereka yakni, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto, Wahyu Nayaka-Ade Yusuf, Berry Anggriawan-Hardianto, dan pasangan senior Hendra Setiawan-Muhamad Ahsan. 

Dari kelima pasangan tersebut Kevin-Marcus diharapkan bisa mempertahankan gelarnya. Bukan hanya untuk menciptakan hattrick juara All England, tapi lebih untuk mempertahankan poin mereka. Karena jika kalah, mereka akan kehilangan poin yang cukup besar.  

Bagi Fajar-Rian, ada tugas khusus. Mereka harus bisa meningkatkan rangkingnya, untuk memudahkan mereka menjalani kualifikasi Olimpiade yang dimulai April nanti. 

"Mereka perlu naik rangking ke-8 besar minimal. Saat ini mereka di posisi 9 dunia. Kalau dari hitungan, jika mereka bisa menembus minimal babak "8 Besar" saja di All England, maka rangking mereka bisa naik, mungkin bisa jadi di 7 dunia bahkan. Ini bagus untuk start mereka jelang perhitungan poin Olimpiade April nanti," ujar Herry. 

Sementara untuk pasangan lainnya, dia mengharapkan selain untuk jadi pembuka jalan bagi wakil Indonesia yang melaju, juga untuk cari poin. Menurutnya meloloskan sebanyak mungkin pemain ganda Merah Putih di 8 besar dunia pada saat pengumpulan poin Olimpiade sangat penting. Karena dengan begitu, ujar Herry, pihaknya punya banyak pilihan. 

"Untuk Olimpiade memang hanya dua pasangan dari tiap negara yang bisa ke Olimpiade, jika peringkatnya masuk 8 dunia. Namun, kami menyiapkan bukan hanya dua pasangan saja. Ada tim bayangan juga. Mereka nanti yang akan pelapis, manakala ada kondisi yang tidak memungkinkan terjadi," katanya. 

Secara undian, Herry mengaku, hasil All England ini lebih bagus dibandingkan undian di Indonesia Master. Mengingat di All England ini, tidak ada pasangan Indonesia yang akan langsung bertemu di babak pertama. 

"Ini keuntungan saya bilang. Kita punya banyak kesempatan untuk mencoba level permainan ganda lainnya, karena tujuannya tidak hanya All England, tapi ujungnya untuk Olimpiade selain tetap target maju ke babak selanjutnya," ucapnya.

Bila melihat alur undian, empat pasangan Indonesia yang berada di pool atas, bila terus melaju berpotensi untuk bertemu pada saat babak perempat. Kevin-Marcus dengan Wahyu-Ade dan Fajar-Rian dengan Berry-Hardianto. 

Di babak pertama Kevin-Marcus akan bertemu dengan pasangan Tiongkok, Liu Cheng-Zhang Nan. Sejauh ini rekor pertemuan mereka masih dipegang oleh Kevin-Marcus. Dari enam perjumpaan, lima kemenangan di tangan ganda nomor satu dunia tersebut. Satu-satu kemenangan yang hilang ada di Denamrk Open 2017 lalu. 

Tantangan berat akan langsung dihadapi Wahyu-Ade di babak pertama. Dimana mereka akan menantang unggulan kelima, Kim Astrup-Anders Skaarup Rasmussen. Sejauh ini keduanya belum pernah bertemu. Kendati secara rangking Wahyu-Ade masih dibawah ganda Denmark itu, namun peluang untuk menang tetap ada.

Untuk Berry-Hardianto, mereka harus bisa menyelesaikan tantangan untuk bisa mengambil kemenangan atas pasangan Malaysia, Goh V Shem-Tan Wee Kiong. Pasalnya di dua pertemuan terakhir di China Open dan Badminton Asia Championship tahun lalu mereka dipaksa bertekuk lutut. 

Sedangkan untuk Fajar-Rian, yang kali ini menjadi unggulan ke-8, akan bertemu dengan pemain Korea, Ko Sung Hyun-Shin Baek Cheol yang "comeback" setelah sempat mengundurkan diri dari kancah bulutangkis dunia selama setahun. Sejauh ini kedua pasangan ini baru bertemu sekali, itu pun pada 2016 lalu. Ketika itu Fajar-Rian kalah di New Zealand Open. 

Terakhir, Hendra-Ahsan. Di babak pertama nanti, mereka akan menghadapi ganda Inggris, Marcus Ellis-Chris Langridge. Dengan pasangan ini, Hendra-Ahsan belum pernah bertemu, namun dengan Chris mereka sudah pernah punya cerita di 2014 lalu. Ketika itu Chris masih berpasangan dengan Peter Mill, dan Hendra-Ahsan masih unggul.***

Bagikan: