Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Berawan, 22.6 ° C

Kedatangan Timnas U-22 Disambut Penuh Gempita

Wina Setyawatie
Menpora Imam Nahrawi, Pelatih kepala Timnas U-22 Indra Sjafri beserta seluruh pemain dan ofisial memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 27 Februari 2019 malam. Timnas U-22 berhasil keluar sebagai juara pada pertandingan sepakbola Piala AFF U 22 dengan mengalahkan Thailand dengan skor 2 - 1. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama
Menpora Imam Nahrawi, Pelatih kepala Timnas U-22 Indra Sjafri beserta seluruh pemain dan ofisial memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 27 Februari 2019 malam. Timnas U-22 berhasil keluar sebagai juara pada pertandingan sepakbola Piala AFF U 22 dengan mengalahkan Thailand dengan skor 2 - 1. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama

BANTEN, (PR).- Sukses mencatatkan prestasi di tengah kondisi persepakbolaan nasional yang sedang karut marut, Timnas U-22 diapresiasi tinggi oleh masyarakat. Mereka disambut dengan penuh gempita saat tiba di tanah air. 

Bukan hanya Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi yang menyambut langsung di pintu kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 27 Februari 2019. Namun, ada juga Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destiara, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs. Refdi Andri, Direktur Teknis PSSI Danurwindo, media, serta masyarakat turut memenuhi area luar pintu kedatangan internasional di Terminal 3.

Timnas sendiri datang dalam dua kloter. Kloter pertama dengan nomor penerbangan MH723 yang berjumlah 20 orang tiba lebih dahulu pada pukul 17.30 WIB. Lalu, kloter kedua yang datang pada pukul 19.30 WIB berjumlah 17 orang dengan maskapai yang sama dengan nomor penerbangan MH725. Kloter pertama pun menunggu kedatangan kloter kedua, sebelum keluar terminal tiga untuk upacara penyambutan. 

Acara penyambutan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Saat pelatih, pemain, dan ofisial tim keluar satu per satu dari dalam terminal kedatangan, para suporter Timnas yang hadir langsung menyanyikan chant-chant sepak bola, salah satunya "Bersatu dalam Jiwa" yang dikenal sebagai chant suporter klub Arema. Namun kata-kata Arema dalam lagu tersebut diubah menjadi Garuda.

"Syalala...lala...Garuda. Bersatu dalam jiwa, bersatu dalam nyawa. Janji sumpah setia, Garuda selamanya syalaaa...". Lalu ada teriakan, "Champione...champione...champione," yang terus bergema hingga semua pemain Timnas keluar. 

Kemudian, Menpora mengalungkan rangkaian bunga anggrek ungu ke Indra Sjafri yang dilanjutkan pengalungan yang lain oleh Kakolantas Polri dan Sekjen PSSI. Imam bersama Refdi pun secara simbolis memberikan "giant check" kepada Indra dan salah satu kiper Timnas. 

Puluhan pendukung meenyambut kedatangan Timnas U 22 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/2/2019) malam. Timnas U 22 berhasil keluar sebagai juara pada pertandingan sepakbola Piala AFF U 22 dengan mengalahkan Thailand dengan skor 2 - 1. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama

Menpora menyatakan kemenangan ini adalah sejarah

Menpora dalam sambutannya mengatakan ucapan terima kasih kepada pelatih, para pemain, seluruh staf official tim, dan PSSI yang telah memberikan perjuangan terbaik mereka dalam perhelatan Piala AFF 2019 ini. Imam bersyukur bahwa Indra Sjafri dan Tim Garuda Muda telah membuktikan diri secara sungguh-sungguh, nyata, dan kompak. 

"Kemenangan ini artinya sepak bola betul-betul bangkit. Ini sejarah sekali untuk kita, karena baru kali ini U-22 juara. Itu pun diperoleh di luar negeri," katanya.

Menurut dia, momentum ini menjadi kabar indah bagi seluruh bangsa Indonesia dengan menciptakan situasi yang mendorong semua pihak harus berprestasi. Timnas dinilainya telah membuktikan diri. 

"Tanpa adanya Ketua Umum PSSI, mereka bisa juara? Itu yang perlu digali dari pemain. Ternyata situasi yang ada tidak mengurangi semangat tempur mereka untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. Mereka tidak sedikit pun terpengaruh dan bahkan mereka bisa membuktikan diri. Entah apa yang dikatakan pelatih dan manajer untuk para pemain hingga mereka bisa termotivasi," imbuhnya. 

Dengan gelar ini, Imam meminta agar Timnas bisa lebih semangat lagi untuk mengarungi tantangan baru yang sudah ada di depan mata. Tantangan itu adalah kualifikasi Piala AFC U-23 2019, pada Maret mendatang. 
Imam memastikan kembali bonus dengan total Rp 2,1 Miliar akan cair dalam waktu dekat. Bonus diberikan dalam bentuk uang tunai.

"Seperti yang sudah-sudah saat SEA Games, Asian Games, Olimpiade, Kejuaraan Dunia, semua bonus cair tepat waktu. Tidak akan lama, dan bahkan langsung diterima di rekening masing-masing. Sementara ini masih uang tunai dulu. Saya masih menunggu dari sponsor, apakah ada yang mau menambahi. Karena ini sejarah besar untuk bangsa Indonesia," ujarnya. 

Pelatih kepala Timnas U 22 Indra Sjafri (tengah) melambaikan tangan kepada suporter seusai memberikan keterangan pers setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/2/2019) malam. Timnas U 22 berhasil keluar sebagai juara pada pertandingan sepakbola Piala AFF U 22 dengan mengalahkan Thailand dengan skor 2 - 1. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama

Indra Sjafri sebutkan target utama adalah AFC dan emas SEA Games

Indra Sjafri dalam sambutannya merendah. Ia mengatakan, dirinya hanya mengumpulkan orang-orang penting (pemain), dan merekalah yang sebenarnya merupakan pahlawan di lapangan. Dia juga memberikan hormat setinggi-tingginya untuk orang-orang yang telah bekerja dibalik layar untuk membantu Timnas U-22. 

"Begitu juga kepada para supporter, terima kasih. Apa yang kalian suarakan selama ini, dengan seizin Allah akhirnya bisa kami wujudkan. Damai kalian, sepak bola maju," ucapnya.

Dia menyampaikan bahwa Timnas memang layak diberikan kehebohan. Alasannya, pada lima partai di laga AFF kemarin, Timnas tanpa terkalahkan. Namun, dirinya mengaku tidak mau jumawa, mengingat hasil tersebut baru awal dari pekerjaan yang diberikan oleh federasi selama tiga tahun ditugaskan memegang Timnas U-22. 

"Di tahun ini ada tiga event. AFF, AFC, dan SEA Games. AFF bukan target utama. Target utama kami adalah lolos kualifikasi AFC dan emas SEA Games. Karena sudah sejak 1991, kita belum pernah lagi mendapatkan satu keping emas pun dari sepak bola. Karena itu, mari kita jadikan ini motivasi. Bagi kami, ini adalah kemenangan moral untuk bertarung di level yang lebih tinggi dengan lawan yang sama persis di AFF," tukasnya. 

Di AFC nanti, kata dia, pada 22 Maret 2019 mereka akan menghadapi kembali Thailand. Lalu, pada 24 Maret 2019 bertemu Vietnam dan 26 Maret 2019 kontra dengan Brunei Darussalam. Bila Timntas menang di ketiga laga tersebut, maka Indonesia akan lolos kualifikasi Piala Asia. 

"Itu akan menentukan dari 16 besar menjadi 4 besar. Kalau kita bisa menembus 4 besar, maka kita akan ikut Olimpiade untuk kali pertama. Kami perlu dukungan dari pemerintah, sebab kami dan PSSI pasti tidak akan bisa bila berjalan sendiri," ucapnya menegaskan. 

Ungkapan terima kasih juga diucapkannya kepada Manajer Timnas Sumardji. Kehadiran Sumardji dinilai Indra telah mengubah suasana tim yang tadinya tidak bersemangat menjadi sangat bersemangat. 

"Beliau memiliki banyak vitamin. Bangkit sepak bola indonesia, dan semangat menolak menyerah!" ujarnya. 
Setelah disambut di Bandara Soekarno-Hatta, Timnas langsung bertolak menuju Hotel Sultan tempat mereka menginap pada pukul 20.30 WIB. Di Hotel Sultan, PSSI telah menyiapkan acara syukuran. 

Hari Kamis, 28 Februari 2019, Timnas beserta trofi Piala AFF U-22 akan diarak. Para pemain akan naik bandros. Konvoi arakan akan dimulai dari Hotel Sultan pada pukul 08.00 WIB. Konvoi akan memutari sisi luar Kawasan Gelora Bung Karno ke arah Jalan Sudirman menuju Jalan Thamrin ke arah Istana Negara. Setelah arakan, rencananya Timnas akan diterima oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana.***

Bagikan: