Pikiran Rakyat
USD Jual 14.084,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 29.5 ° C

Eko Yuli Irawan Harus Pertahankan Ranking 8 Besar Dunia demi Tiket Olimpiade

Wina Setyawatie
Atlet Angkat Besi Eko Yuli Irawan.*/DOK PR
Atlet Angkat Besi Eko Yuli Irawan.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Setelah merebut emas di IWF World Championship 2018 di Ashgabat, lifter nasional Eko Yuli Irawan kembali membawa pulang medali di IWF World Cup 2019 yang digelar di Fuzhou, 22-27 Februari ini. Dengan dua hasil tersebut di masa kualifikasi Olimpiade ini, sementara Eko menempati rangking lima dunia kelas 61 kg.

Eko harus bisa mempertahankan posisinya di rangking 8 besar dunia hingga akhir April 2020 mendatang untuk bisa mendapatkan tiket Olimpiade 2020. Di Piala Dunia kemarin, turun di kelas 61 kg putra, Eko hanya membawa pulang satu emas dan dua perak.

Emas di peroleh di angkatan total dengan hasil 297 kg. Sedangkan dua perak datang dari angkatan snatch 136 kg dan clean&jerk 161 kg.

Pencapaiannya di Piala Dunia ini menurun dibandingkan saat tampil di Kejuaraan Dunia. Ketika itu, Eko membawa pulang tiga emas dan bahkan mencatatkan dua rekor dunia untuk angkatan 61 kg ini.

Untuk angkatan total, Eko menurun dari 317 kg menjadi 297 kg. Untuk snatch dari 143 kg jadi 136 kg, dan clean&jerk bahkan turun 13 kg angkatannya. 

Mengomentari hasil tersebut pelatih angkat besi Indonesia, Dirja Wiharja yang dihubungi "PR", Selasa, 26 Februari 2019, mengatakan yang terpenting bagaimana menjaga konsistensi performa atlet. Jangan sampai menurunnya terlalu jauh.

"Yang terpenting menjaga kondisi dan fokus atlet. Dengan sistem robi poin, lifter memungkinkan naik peringkat jika bisa konsisten dalam peningkatan total angkatan. Hingga akhir babak kualifikasi nanti di April 2020 dia harus bisa mempertahankan peringkatnya di 8 besar," ujarnya.

Dengan sistem rangking dunia, maka atlet diharuskan mengikuti 6-8 kali kejuaraan hingga akhir masa kualifikasi selesai di 30 April 2020. Jika melihat dari aturan IWF, 6-8 keikutsertaan dalam kejuaraan yang masuk jadi babak kualifikasi Olimpiade, harus ada di dua masa periode, yakni 1 November 2018-30 April 2019 dan 1 Mei 2019-31 Oktober 2019.

Finalisasi rangking akan dilakukan di periode ketiga, yakni pada 1 November 2019 hingga 30 April 2020 dengan minimal lifter harus mendapatkan satu medali emas di kejuaraan level emas atau kejuaraan level perak.  

"Kejuaraan level emas seperti World Championship kemarin dan Kejuaraan Asia 2019 di Ningbo, Tiongkok, 20-30 April nanti. Sedangkan kejuaraan kategori perak seperti World Cup ini. Setelah ini, Eko akan proyeksi ke Kejuaraan Asia," kata Dirja menjelaskan.

Di 6-8 kejuaraan tersebut, delapan besar rangking dunia di tiap kelas akan mendapatkan tiket Olimpiade. Namun ada batasan kuota untuk negara-negara yang kena sanksi doping. Lalu, jatah Olimpiade juga bisa diperoleh dari rangking tertinggi di tiap kontinenalnya. 

Per 25 Februari 2019 lalu, posisi Eko di rangking dunia kelas 61 kg ada di peringkat kelima, dengan total poin 1,159,6569. Meski begitu dibandingkan dengan empat lifter lainnya yang memiliki raihan poin lebih tinggi, total angkatan Eko saat ini jadi yang terbaik dengan 317 kg. 

Peringkat pertama Ergashe Adkhamjom (Uzbekistan) dengan poin 1,737,3377. Kemudian peringkat kedua ada Zurita Vallejo Christian David (Ekuador) dengan poin 1,257,0471 dan peringkat ketiga ditempati Lugo Rodriguez (Venezuela) dengan 1,257,8472 poin. Tempat keempat ada Chontey Arli (Khazastan) dengan 1,191,2344 poin.***

Bagikan: