Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 29.2 ° C

Joko Driyono Tersangka, Manajer Persib Kembali Desak KLB PSSI

Irfan Subhan
JOKO Driyono/ANTARA
JOKO Driyono/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Manajer Persib Umuh Muchtar mendesak PSSI untuk segera melakukan kongres luar biasa, setelah ditetapkannya Plt PSSI Joko Driyono menjadi tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola.

“Kalau sudah seperti ini saya bilang harus segera KLB, jangan tunggu beres Pemilu, kecuali kalau nanti pemerintah yang mengharuskan setelah Pemilu. Di situ juga ada aturan, jadi kita juga harus bersinergi dengan pemerintah, jangan seenaknya,” tutur Umuh, Sabtu 16 Februari 2019.

Mengenai beberapa pihak yang menolak digelar KLB, Umuh menilai itu dilakukan oleh pengurus PSSI yang diangkat dari anggota. Namun, sebenarnya mayoritas anggota PSSI telah meminta untuk diadakan KLB begitu juga beberapa Exco.

“Kalau Exco dua per tiganya sudah meminta (KLB) itu sduah sah. Beberapa tim yang juga anggota PSSI juga ada yang mengontak dan mendukung diadakanya KLB. Bahkan sudah banyak yang teriak-teriak ingin diadakan KLB,” katanya.

Umuh mengatakan, dari kemarin sudah ada komunikasi dengan beberapa tim dan exco yang menghubungi termasuk beberapa diantaranya meminta kepada PSSI untuk segera mengambil keputusan,” ujarnya.

Kaget Joko Driyono ditangkap

Dia mengaku kaget dan tidak menyangka jika Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola. “Ya kaget lah, karena saya juga tidak berburuk sangka. Ya sangat kaget,”ucapnya.

Banyaknya dukungan yang meminta Erick Thohir menjadi ketua umum PSSI, Umuh menilai jika Erick sudah menyatakan tidak siap dan tidak sanggup untuk dicalonkan menjadi ketua umum PSSI.

“Pak Erick sudah tidak siap dan tidak sanggup, meski kemarin sudah ngomong siap. karena ada orang dekat yang dipercaya Erick Thohir mengatakan, keluarganya tidak memberikan izin,” ucapnya.

Umuh mengatakan, sosok tepat untuk menajdi ketua umum PSSI nanti adalah orangg yang harus memiliki kekuatan dan keberanian untuk menunjuk para ahli dan staff di bidang sepak bola.

Jika demikian maka di dalam tubuh PSSI kelak akan lebih baik, sehingga bisa membuat prestasi sepak bola di tanah air semakin berkembang dan kembali berjaya seperti sebelumnya.

“Insya Allah tidak menutup siapa yang menjadi ketua, insya Allah kita juga nanti kalau tidak bersinergi dengan pemerintah tidak akan beres. Jadi pembentukan ini harus sama-sama dengan pemerintah supaya nanti tetap berjalan,” katanya.

Jangan memutuskan buru-buru

Setelah ditetapkannya Joko Driyono sebagai tersengka, tidak mungkin jika kursi plt ketua selanjutnya diserahkan kepada Iwan Budianto. Oleh karena itu, harus segara diambil keputusan melalui perundingan antara voter dan exco.

“Saya juga akan bicara untuk mengambil keputusan yang tepat, kalau sekarang kita ngambil keputusan buru-buru hasilnya juga jeblok, tidak menguntungkan semua pihak,” ucapnya.

Umuh menambahkan, jika bisa pembicaraan agar keputusan bisa segera dikeluarkan dilakukan mulai awal pekan ini, karena beberapa kompetisi akan dimulai seperti Piala Presiden dan Liga 1.

“Sekarang kan ada Piala Indonesia yang lagi main, jika seperti ini siapa yang bertanggung jawab disitu, siapa yang memimpin ke depan. Kan tidak gampang mengambil keputusan seperti itu,” tutur Umuh.***

Bagikan: