Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Sempat Menekan, BJB Pakuan Akui Kehebatan Pertamina Energi

Fani Ferdiansyah
ILUSTRASI bola voli.*/ANTARA
ILUSTRASI bola voli.*/ANTARA

MALANG, (PR).- Tim putri Bandung Bank BJB Pakuan tidak berkutik saat menghadapi Jakarta Pertamina Energi, dan menyerah 1-3 (20-25, 25-20, 25-21, 25-16) pada babak empat besar Proliga 2019, di GOR Ken Arok Malang, Sabtu 16 Februari 2019.

BJB Pakuan sempat mengejutkan juara bertahan Jakarta Pertamina pada set pembuka saat lawannya belum panas. Namun di tiga set berikutnya mereka tidak berkutik dan lebih banyak tertekan.

Bethania De La Cruz dan Anna Stepaniuk yang tetap dimainkan pelatih Muhammad Ansori masih menjadi motor serangan Jakarta Pertamina untuk mendulang angka. "Kami sempat kalah di set pertama, tapi bisa bangkit dan bermain bagus di set berikutnya. Permainan tim hari ini cukup bagus dan kami senang bisa menang lagi," kata De La Cruz, spiker Jakarta Pertamina asal Republik Dominika, seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Spiker Anna Stepaniuk menambahkan kemenangan hari ini cukup bagus untuk modal menghadapi babak final di Yogyakarta pada pekan depan. "Kami akan terus menampilkan permainan terbaik hingga partai final," ujar pebola voli asal Ukraina itu.

Kemenangan kelima beruntun ini juga memastikan Jakarta Pertamina Energi menjadi pemuncak klasemen putri babak final four dengan nilai 15, dan tidak terkejar lawan-lawannya meskipun masih menyisakan satu pertandingan melawan Jakarta PGN Popsivo Polwan, Minggu 17 Februari 2019.

Kendati demikian, Muhammad Ansori berjanji timnya akan tetap bermain all out untuk mengejar target sapu bersih kemenangan di babak empat besar. "Para pemain tidak ingin melepas satu pertandingan pun, tetap ingin memberikan yang terbaik buat tim. Semoga semangat ini terus berlanjut hingga partai final, kata Ansori.

Sementara itu, pelatih Bandung Bank BJB Pakuan Teddy Hidayat, mengakui bahwa tim asuhannya tak mampu membendung serangan juara bertahan Jakarta Pertamina Energi. "Memang set pertama sempat ngambil, tapi set berikutnya banyak ditekan. Dua pemain asing mereka bagus-bagus dan sulit dibendung,” ujar Teddy Hidayat.

Dengan kekalahan ini, peluang BJB Pakuan untuk tetap bersaing memperebutkan tiket final akan ditentukan dari hasil Jakarta BNI 46 melawan Jakarta PGN Popsivo Polwan, pada Sabtu malam.***

Bagikan: