Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Sebagian cerah, 32.2 ° C

PSSI Harus Segera Siapkan Pengajuan Rekomendasi Kompetisi Musim Depan

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) meminta PSSI untuk segera mempersiapkan pengajuan rekomendasi untuk kompetisi musim depan, termasuk di dalamnya kegiatan pra-musim, Piala Presiden yang rencananya akan digelar mulai awal Maret mendatang.

Bila tidak segera dimasukan, maka dikhawatirkan akan ada konsekuensi penundaan. Hal tersebut diungkapkan Ketua BOPI Richard Sambera kepada media di Kemenpora, Jakarta, Rabu, 13 Februari 2019.

"Kalau berkaca dari musim lalu. Pra kompetisi musim lalu belum ada koordinasi dengan BOPI. Makanya, saat ini kami memberikan himbauan jauh-jauh hari agar tahun ini kita bersama-sama dapat bekerja sama menata kompetisi, termasuk pra-musimnya. Meski tajuknya hanya pemanasan, tetap saja ranahnya sudah masuk cabang olahraga profesional Indonesia," katanya. 

Pihak federasi maupun operator yang ditunjuk nanti harus cepat berkoordinasi, agar tidak ada dampak negatif yang muncul. Dikhawatirkan, bisa berpengaruh pada banyak aspek.

"Mungkin kalau memasukannya (rekomendasi) mepet dampak negatifnya bisa saja mundur jadwal dll. Ini tentu akan berpengaruh pada banyak hal, sponsor, dan lainnya. Kami tentu tidak ingin hal itu terjadi. Ini dilakukan agar kegiatan pra musim maupun liganya bisa berjalan efektif, transparan, dan tertata dengan baik. Sehingga kompetisi yang akan berjalan, akan jadi suatu sajian tontonan yang layak untuk masyarakat Indonesia," ucapnya.

Pihaknya belum memberikan tanggal pasti batas waktu terakhir untuk mengajukan permohonan rekomendasi kompetisi. Karena BOPI tahu, PSSI belum menentukan siapa operator yang akan memegang pra-musim maupun kompetisi musim depan.

"Kami juga menunggu federasi untuk melaporkan siapa operator liga Indonesia maupun pra musimnya. Kami memberikan federasi waktu untuk menentukan. Batas akhir? Pokoknya sebelum akhir, jangan mepet-mepet," tutur Richard.

Dirinya berharap rekomendasi yang nantinya akan diajukan oleh PSSI juga disertai dengan dokumen-dokumen kewajiban yang harus diselesaikan oleh federasi, operator, dan klub. Hal itu dikarenakan, ada laporan yang masuk ke BOPI bahwa masih ada empat klub yang belum menyelesaikan kewajibannya. 

"Yang belum selesai dari catatan kami, ada 4 klub aduannya. Salah satunya Sriwijaya FC. Rata-rata tunggakan gaji pemain, tapi tidak ada setahun penuh. Meski hanya berjumlah bulanan, tetap harus diselesaikan. Kami sudah menyurati PSSI dan operator untuk segera menyelesaikan hal ini sebelum musim kompetisi baru dimulai. Surat kami prosesnya sedang berjalan sekarang dan harus terselesaikan sebelum pra-musim digelar. Dengan LIB pekan ini kami akan bertemu. Kami juga berkoordinasi dengan ketenagakerjaan, imigrasi, pajak, dan lainnya," katanya. 

Operator

PSSI sejauh ini belum menetapkan siapa operator Piala Presiden, dan siapa operator kompetisi profesional musim depan.

Berkaca dari Piala Presiden sebelumnya, penyelenggaraan diambil alih oleh PSSI sendiri. Sementara untuk kompetisi musim depan, kendati belum diumumkan secara resmi, karena masih menunggu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru (LIB), 18 Februari mendatang di Jakarta, PSSI lewat Wakil Ketua Umum-nya, Iwan Budianto, secara lisan telah mengatakan tetap akan menggunakan LIB sebagai operator pertandingan. 

Beberapa waktu lalu, Iwan mengatakan, pertemuan Komite Eksekutif (exco) telah menetapkan akan menggunakan PT LIB sebagai operator, namun ada pergantian di Direksinya untuk peremajaan. Penetapan tersebut dilakukan, karena waktunya tidak cukup, mengingat kompetisi sudah mulai paling lambat 8 Mei.

"Jadi kalau operator baru, kapan mereka mau cari sponsor. Waktunya sangat pendek, mepet," tuturnya. 

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan pihaknya akan menggelar jumpa pers lebih lanjut mengenai hal tersebut setelah RUPS Liga. 
"Sekarang PSSI agenda terdekatnya yang berkaitan dengan kompetisi, akan dipersiapkan pada RUPS liga tanggal 18 Februari besok. Karena banyak hal yang akan dibahas, bukan hanya kompetisi profesional saja, namun juga mengenai program PSSI tentang "youth development" yang sudah disahkan di kongres," ungkapnya. 

Mengingat dalam Liga 1 nanti, klub berkewajiban untuk membina tiga kelompok usia. Paling bawah adalah elit pro akademi U16 yang merupakan lanjutan program tahun lalu. Kemudian U18, lalu liga 1 U19 menjadi U20. 

"Nah ini merupakan tantangan yang harus kita disiapkan bersama-sama dari mulai sisi logistik, implementasi terhadap youth development. Komitmen klubnya seperti apa, ditambah lagi dari 18 klub, kami akan mencari 6 klub yang siap untuk memutar Liga 1 Putri tahun 2019. Hingga nanti ada 6 klub yang akan mengelola 5 kelompok tim karena ada tim senior dan putrinya juga," ucap Tisha.***

Bagikan: