Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 19.4 ° C

Berkas Hampir Rampung, Kasus Pengaturan Skor Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Puga Hilal Baihaqie
ILUSTRASI pengaturan skor sepak bola.*/DOK Pikiran Rakyat
ILUSTRASI pengaturan skor sepak bola.*/DOK Pikiran Rakyat

JAKARTA, (PR).- Satuan Tugas Anti Mafia Bola Bareskrim Polri nyaris merampungkan penyidikan tentang dugaan pengaturan skor pertandingan di Liga 2 antara PSS Sleman melawan Madura FC. Berkas kasus ini pun siap dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Proses pemeriksaan hampir selesai. Bila pemeriksaan terhadap para pelaku olah raga itu tuntas tentunya berkas pemeriksaan akan dinyatakan P21 (lengkap). Setelah berkas perkaranya lengkap tinggal menyerahkan para tersangkanya," kata kepala Biro Peneranhan Umum Humas Polri Komisaris Besar Polisi Syahar Dianto di Jakarta, Kamis 7 Februari 2019. 

Dalam penyidikan tersebut, sejumlah nama telah menjalani pemeriksaan oleh Satgas Anti Mafia Bola. Terakhir, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Kantor Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Gedung Ombudsman RI pada Kamis 7 Februari 2019.

Selain Gatot, sejumlah nama lainnya yang sempat mendapat pemanggilan Satgas Mafia Bola adalah Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha dan beberapa petinggi LIB.

Menurut Syahar, dalam penyelidikan kasus tersebut, setidaknya Satgas Mafia Bola telah menetapkan 11 orang tersangka sebagai pihak yang terlibat dalam pengaturan skor. Enam orang diantaranya telah menjalani penahanan. 

"Terkait kemungkinan adanya penambahan tersangka, hal itu sangat memungkinkan. Sebab dari 73 laporan baru 4 yang diproses mengenai pengaturan skor Liga Indonesia dan level divisi di bawahnya. Dan tentunya ada kesamaan kasus dari laporan yang berbeda," kata dia. 

Terkait mudurnya Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade, Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal menuturkan belum ditemukan adanya keterkaitan mundurnya Gede dengan kasus pengaturan skor. Pihak Polri akan bersikap netral mengenai kasus tersebut. Polri juga akan menyelidiki adanya kasus perusakan dokumen keuangan Persija di Kantor Komisi Disiplin sebelum proses penggeledahan dilakukan oleh Satgas Mafia Bola.***

Bagikan: