Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.5 ° C

Timnas U-22: Berantas Mafia Sepak Bola!

Siska Nirmala
Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 Osvaldo Haay melakukan pemanasan ketika mengikuti pemusatan latihan di Stadin Madya, Kompleks GBK, Jakarta, Senin, 28 Februari 2019 lalu.*/ANTARA
Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 Osvaldo Haay melakukan pemanasan ketika mengikuti pemusatan latihan di Stadin Madya, Kompleks GBK, Jakarta, Senin, 28 Februari 2019 lalu.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Jajaran pelatih dan pemain yang tengah mengikuti pemusatan latihan (TC) tim nasional U-22, turut menyuarakan sikap mereka terhadap dugaan praktik mafia sepak bola di Indonesia.

"Berantas!" demikian satu kata yang paling banyak diucapkan oleh para pemain selepas sesi TC di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin, 4 Februari 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Dari bek muda yang baru saja dipinang klub Belgia AFC Tubize, Firza Andika, hingga penggawa Bhayangkara FC Nurhidayat Haji Haris yang sempat mengemban ban kapten Timnas U-19 memilih kata berantas.

Sementara bek Persebaya Surabaya, Rachmat Irianto, memilih kata yang lebih gahar, yakni "hancurkan!". Adapun harapan agar proses pengusutan lekas selesai disampaikan oleh Witan Sulaiman, Awan Setho Raharjo dan asisten pelatih Yunan Helmi.

Asisten pelatih Hendro Kartiko memilih mengelaborasi lebih jauh, menyebut bahwa mafia sepak bola membuat kerja keras para pelatih menjadi sia-sia.

"Yang jelas kerja pelatih akan sia-sia kalau masih ada mafia bola," kata Hendro yang juga mantan kiper nomor satu Timnas Indonesia itu.

Di sisi lain, asisten pelatih Nova Arianto menegaskan bahwa praktik mafia sepak bola harus hilang dari Indonesia.

"Tobat!" demikian ujaran pendek Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri.***

Bagikan: