Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Berawan, 22.5 ° C

Nasib Berbeda Dua Tim Jawa Barat di Seri IV IBL 2019

Wina Setyawatie
PEBASKET Prawira Bandung M Reza Guntara (kanan) melakukan lay up dihadang pebasket Pacific Caesar Surabaya Muhammad Hardian Wicaksono (kedua kanan) saat pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax musim 2018-2019 seri Surabaya di GOR Pasific, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 2 Februari 2019./ANTARA FOTO
PEBASKET Prawira Bandung M Reza Guntara (kanan) melakukan lay up dihadang pebasket Pacific Caesar Surabaya Muhammad Hardian Wicaksono (kedua kanan) saat pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax musim 2018-2019 seri Surabaya di GOR Pasific, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 2 Februari 2019./ANTARA FOTO

SURABAYA, (PR).- Nasib berbeda dialami oleh dua tim asal Jawa Barat, Bogor Siliwangi dan Prawira Bandung. Bogor tidak mampu memetik hasil positif dari dua pertandingan di Seri 6 Indonesia Basketball League (IBL) Pertamax 2018-2019, sebaliknya Prawira mendapatkan satu kemenangan di seri ini setelah Sabtu 2 Februari 2019 menang atas tuan rumah Pasific Caesar. 

Keduanya sama-sama gagal memainkan laga pertama mereka di seri ini, setelah di hari pertama, Jumat 1 Februari 2019, pertandingan dua tim ini dibatalkan karena faktor keamanan lapangan. Lapangan licin karena genangan air yang mengucur dari atap GOR Pasific yang bocor karena hujan deras. Pada hari itu, seharusnya, Prawira melawan Pelita Jaya Jakarta dan Siliwangi melawan Hangtuah. Kedua laga tersebut mengalami penundaan dan akan digelar di luar seri enam ini. 

Minggu 3 Februari 2019, Siliwangi gagal membawa pulang dua poin setelah dikandaskan lagi oleh NSH 63-82. Ini merupakan kekalahan kedua mereka, setelah di Seri 4 (Solo). 

Di seri ini sepertinya performa Siliwangi sedikit menurun. Berbeda dari seri sebelumnya di Bandung, saat mereka mampu menaklukan Satria Muda Pertamina.

Kali ini, sejak awal NSH terus memimpin perolehan poin. Sebaliknya Siliwangi di kuarter awal tidak bisa mengembangkan permainan. Hanya 8 poin yang mampu mereka peroleh di kuarter pertama ini, sebaliknya NSH dengan mudah menghasilkan 24 poin. 

Ketertinggalan Siliwangi berlanjut di kuarter kedua. Kali ini NSH mampu membuat silisih poin yang cukup jauh dengan 24 angka. 

Baru di kuarter ketiga Siliwangi bisa sedikit bangkit setelah Pelatih NSH Wahyu Widayat Jati mengistirahatkan dua pemain impornya Deshaun Wiggins dan Anthony Simpson. 

Siliwangi memanfaatkan kondisi pemain lokal NSH yang tidak mampu membaca permainan di kuarter ini. Hingga membuat Kelly Purwanto dkk. mampu mempertipis selisih poin mereka menjadi tinggal 12 angka saja. 

Sayang, di kuarter terakhir, NSH kembali bangkit setelah dua impornya kembali masih mengambil alih permainan. Dengan selisih poin yang semakin jauh, Siliwangi tidak mampu mengejar ketertinggalan di kuarter penentuan ini. 

Pelatih Siliwangi, Mario Watulinggas mengakui jika mereka bermain buruk di kuarter pertama. Banyak "turn over" yang dibuat pemainnya hingga menguntungkan lawan. 

"Baru di kuarter ketiga anak-anak bisa bangkit dan meminimalisir selisih poin. Tapi masuknya lagi dua impor NSH setelah time out membuat permainan mereka kembali bangkit. Turn over ini jadi perhatian khusus di laga ini. Karena lawan bisa mendapatkan 27 poin dari 21 turn over yang kami buat," ucapnya. 

Menurut Mario, kurang performnya para pemainnya ini, terutama performa fisik mereka yang kurang mendukung. Apalagi di seri ini mereka tanpa bantuan satu pemain asingnya, Martavious Irving yang cedera peradangan lutut. 

"Tanpa bantuan Irving, field goal kami sedikit kurang," katanya. 

Sebaliknya Wahyu menyoroti permainan lokalnya yang dinilai kurang bisa bermain bagus di laga ini. Tanpa bantuan dua asing, lokalnya dinilai mati. 

"Saya terkejut dengan penampilan lokal yang harus dimarahi lebih dahulu agar bisa main bagus lagi. Tanpa impor yang membantu, semua seperti bermain sendiri-sendiri," ujarnya. 

Di laga ini, Michael Vigilance Jr mencetak double double untuk Siliwangi dengan catatan 15 poin dan 14 rebound. Sementara di kubu NSH, Simpson juga menghasilkan double double dengan 20 poin dan 11 rebound dan Muhammad Irman membuat 17 angka. 

Bogor Siliwangi vs NSH Jakarta/ANTARA FOTO

Satu kemenangan

Sementara itu mental baja Prawira pada pertandingan terakhir mereka di seri Surabaya, membuat mereka tetap bisa mengungguli Pasific setelah nyaris terkejar dengan hanya selisih satu poin di kuarter terakhir. 

Masih memimpin 64-56 hingga kuarter ketiga, Prawira hampir kehilangan kendali di kuarter terakhir. Pemain asing Pasific Qara'an Aleem Calhoun berhasil menipiskan  ketinggalan Pasific menjadi 70-71. Untungnya, Prawira berhasil 'melek' dan bangkit untuk menutup kuarter terakhir dengan kemenangan. 

"Kami bermain seperti yang diinginkan pelatih. Naik turun sepanjang pertandingan tapi kami tetap solid dan menunjukkan ketangguhan mental", kata Griffin. 

Di akhir seri ini, NSH memimpin klasemen Divisi Merah dengan total poin 23, selisih hanya tiga poin dengan Satria Muda yang menempel di posisi kedua. Sayangnya, Prawira belum bisa memperbaiki peringkat di Divisi Merah ini. Mereka masih berada di dasar klasemen dengan raihan 16 poin. 

Di Divisi Putih, Siliwangi Bogor harus turun satu peringkat ke posisi empat. Mereka mencatatkan poin total 16, atau selisih satu poin dengan Satya Wacana yang menggeser tempat mereka di posisi ketiga. Pemuncak klasemen di divisi ini adalah Stapac Jakarta dengan 23 poin dan tempat kedua Pelita Jaya dengan 18 poin.***

Bagikan: