Pikiran Rakyat
USD Jual 14.331,00 Beli 14.031,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Piala Presiden 2019 Digelar Maret

Wina Setyawatie
Ilustrasi/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
Ilustrasi/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

JAKARTA, (PR).- Setelah tanpa kepastian, Piala Presiden 2019 akhirnya diputuskan tetap digelar pada Maret mendatang. Pasalnya Piala Presiden yang sudah tiga tahun berjalan, sudah dianggap klub-klub Liga 1 sebagai pertandingan pra-musim sebelum kompetisi musim baru bergulir. 

Piala Presiden ini akan diikuti oleh 18 klub Liga 1 yang menjadi peserta kompetisi musim depan. Karena dianggap sebagai agenda resmi terkait dengan pra-musim, maka tidak memungkinkan untuk menggelar turnamen ini pada saat kompetisi reguler sudah berlangsung.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budiarto di Kantor PSSI, Menara Komite Olimpiade Indonesia (KOI), FX Jakarta, Kamis 31 Januari 2019 malam.

Iwan mengklaim jika para tim Liga 1 sangat menunggu-nunggu bermain di Piala Presiden seperti yang sudah-sudah. Karena di turnamen ini, ujarnya, klub bisa mencoba-coba pemain dan untuk persiapan akhir tim memasuki musim kompetisi baru.

Dengan dasar itu, maka PSSI menetapkan Piala Presiden akan bergulir setelah babak 16 Besar Piala Indonesia, yakni antara 2 Maret hingga 13 April 2019. 

"Babak 16 besar Piala Indonesia itu antara 15-22 Februari, maka setelah itu rencananya Piala Presiden akan kita luncurkan. Antara 2 Maret sampai 13 April 2019 sebelum pemilu berlangsung. Di jeda turnamen ini nanti, ada kepentingan Timnas untuk FIFA Match days di tanggal 25 Maret 2019 yang mengharuskan timnas berangkat ke Myanmar untuk uji coba. Jedannya nanti akan ada di antara babak penyisihan dengan final, medionya 12 hari. Itu akan dimanfaatkan untuk Simon (McMenemy, pelatih Timnas senior) untuk persiapan ke Myanmar," ujar Iwan. 

Piala Indonesia

Terkait perubahan-perubahan dalam jadwal Piala Indonesia yang juga merupakan salah satu turnamen resmi yang dimiliki PSSI, klub dan masyarakat diminta untuk memaklumi. Menurut Iwan, karena turnamen tersebut sudah lama mati suri, maka pihaknya butuh waktu lagi melakukan penyesuaian. 

"Karena turnamen ini akan melibatkan tidak hanya klub Liga 1 saja, tapi juga Liga 2, dan Liga 3. Total ada 108 klub yang bersaing dalam strata yang berbeda. Artinya kami pun juga harus menyesuaikan dengan jadwal bertanding mereka di masing-masing strata. Jadi artinya kalau sampai hari ini kami terkesan terseok-seok, itu artinya kami masih berusaha untuk melakukan penyesuaian, sebab memang tidak mudah untuk bisa mencari waktu yang pas untuk klub ketiga strata tersebut," ujarnya. 

Terkait dengan pergeseran jadwal yang akan dilakukan dalam Piala Indonesia dan pemadatan kompetisi Liga 1 musim 2019 agar bisa selesai akhir tahun ini, Iwan mengatakan bahwa hal seperti itu sudah biasa. Karena tiap tahunnya pasti ada beberapa agenda lain-lainnya. 

"Ini kan tidak tahun selalu seperti itu. Dalam satu musim itu pasti ada agenda-agenda lain di luar sepakbola, misalnya Pemilu dan bulan puasa. Namun, tahun ini harusnya sedikit lebih mudah untuk mengatur jadwal turnamen dan kompetisi harusnya dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu, April akhir baru mulai 9 Desember selesai. Ditengah-tengah ada bulan puasa, Asian Games, agenda timnas lainnya, dan lain sebagainya. Saat ini malah tidak ada gangguan di tengah-tengah musim. Agenda Timnas, SEA Games 2019 justru adanya di akhir tahun. Harusnya jadwalnya lebih ringan," katanya. 

Saat ini Piala Indonesia sedang menuntaskan babak "32 Besar" hingga 10 Februari mendatang. Kemudian antara 15-22 Februari, rencananya akan digelar babak "16 Besar".

Setelah masuk babak "8 Besar" akan dijeda dengan berjalannya kompetisi Liga 1 2019. Nantinya, babak perempat final direncanakan akan diputar pada pertengahan bulan setelah kompetisi Liga 1 berjalan. 

Operator kompetisi

Musim kompetisi baru Liga 1 2019 dipastikan akan tetap menggunakan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator pertandingan. Sebagai informasi, dalam Kongres Tahunan PSSI akan dimulai paling cepat 1 Mei dan paling lambat 8 Mei 2019.

"Soal operator kompetisi, pertemuan Komite Eksekutif (exco) telah memastikan tetap akan menggunakan PT LIB sebagai operator, namun ada pergantian di Direksinya untuk peremajaan. Mengapa tetap LIB, karena waktunya tidak cukup. Kompetisi sudah mulai paling lambat 8 Mei, jadi kalau operator baru, kapan mereka mau cari sponsor. Waktunya sangat pendek, mepet," tuturnya. 

Seperti diketahui, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir yang juga sudah sering berkecimpung di industri olahraga, sempat menawarkan diri kepada PSSI untuk mengelola kompetisi sepak bola profesional Indonesia musim depan. Suksesnya perjalanan Erick di dalam mengelola beberapa klub dalam dan luar negeri, bukan hanya di sepakbola saja, serta menjadi operator dalam turnamen Piala Presiden selama dua kali (2015 dan 2017), membuat banyak kalangan menilai dirinya punya kapasitas untuk mengurus kompetisi cabang olahraga terfavorit di Indonesia ini.***

 

 

 

Bagikan: