Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 18.6 ° C

Juara Bertahan Anthony Ginting Kandas di Perempat Final Indonesia Master 2019

Wina Setyawatie
PEBULU tangkis putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting.*/ANTARA
PEBULU tangkis putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Sektor tunggal putra akan punya juara baru di Indonesia Master 2019. Pasalnya sang juara bertahan, Anthony Sinisuka Ginting harus mengakhiri perjalanannya di babak perempat final.

Langkahnya terhenti setelah takluk dengan poin mudah 9-21, 10-21 atas unggulan pertama Kento Momota asal Jepang pada pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019. Ini menjadi kekalahan keenam pemain pelatnas asal klub SGS Elektrik Bandung tersebut atas tunggal nomor satu dunia tersebut dari sembilan pertemuan.

Di tiap pertemuan, sejak Malaysia Open 2018 lalu, kedua pemain ini selalu ketat poinnya. Berakhir tiga gim atau setidaknya dua gim namun angkanya selisih tipis. Namun berbeda di pertemuan kali ini. 

Anthony seakan kalah tanpa perlawanan, bukan permainan terbaiknya. Bahkan di awal gim pertama saja, dia sudah tertinggal jauh 3-14. 

Usai pertandingan Anthony mengatakan jika laga ini cukup ketat sebenarnya, meski secara poin keliatan jauh. Anthony mengaku jika dirinya kalah di net, tapi bukan kalah kelas.

"Kalah kelas? enggak lah. Kalau di net iya, tapi bukan kalah kelas. Dia sudah membaca pukulkan saya. Dia pelajari dengan benar. Karena biasanya dia bermain lambat, hari ini Momota inisiatifnya menyerang terus," katanya.

Menurut dia, Momota di laga ini tidak mudah dimatikan dan tidak gampang mati sendiri juga. Dia mengaku sudah mencoba segala cara, inisiatif menyerang dulu, tempo dipercepat, namun tetap tidak ada kesempatan.

"Bola ke belakang selalu di smes terus. Saya sudah coba perkuat pertahanan untuk menguras tenaga, tapi dia (Momota -Red.) lebih siap. Akurasi bolanya bagus," katanya.

Tidak bermain seperti performanya, Anthony justru mengaku tidak ada masalah apapun. Kembali ditegaskannya bahwa kekalahannya ini lebih karena cara bermain di lapangan saja. 

"Tidak ada masalah non teknis, kurang istirahat juga tidak. Ini lebih cara bermain di lapangan saja, meski bermain apa dan bagaimana. Ini yang tadi saya tidak dapat. Kalau biasanya Momota main lambat hingga saya masih bisa atur ritme, kali ini dari awal sampai akhir dia main cepat terus," ucapnya. 

Dirinya mengaku memang menyayangkan gelarnya hilang. Ini artinya, menurut Anthony, dia masih butuh evaluasi lebih banyak lagi.***

Bagikan: