Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

Simon McMenemy Tangani Timnas Indonesia hingga 2020

Wina Setyawatie
PELATIH timnas Indonesia Simon McMenemy berjalan seusai menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019. Mantan pelatih Bhayangkara FC itu ditunjuk PSSI sebagai pelatih timnas Indonesia.*/ANTARA
PELATIH timnas Indonesia Simon McMenemy berjalan seusai menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019. Mantan pelatih Bhayangkara FC itu ditunjuk PSSI sebagai pelatih timnas Indonesia.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- PSSI akhirnya memperkenalkan secara resmi Simon McMenemy sebagai Pelatih Timnas Senior Indonesia. Dia akan menjalankan tugasnya hingga Desember 2020.

Simon diperkenalkan oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destiara di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019. Kepada media, Tisha mengatakan bahwa Timnas senior ini merupakan fase terakhir dari seluruh jenjang timnas yang ada.

"Timnas senior ini akan dibagi dalam dua tahapan. Pertama untuk agenda kualifikasi Pra Piala Asia dan Pra Piala Dunia di tahun ini. Kedua, untuk Piala AFF 2020," katanya.

Laga kualifikasi Pra Piala Asia putaran pertama akan dimulai pada Juni dan putaran kedua di September. Undian akan dilakukan Federasi Sepak Bola Asia (AFC) sebulan sebelum kualifikasi.

"Pra kualifikasi Piala Asia dan Piala Dunia ini akan jadi tujuan pertama. Setelah undian kita baru tahu dimana posisi Indonesia. Kami mengharapkan Indonesia bisa langsung lolos ke putaran kedua pra kualifikasi Piala dunia dan kualifikasi Piala Asia di September nanti," ujarnya.

Untuk tahun ini, target pertama Timnas senior adalah memperbaiki rangking FIFA saat ini. Dimana nanti muaranya, adalah target besar di akhir 2020 yakni naik menjadi peringkat 120 dunia. 

"Kita perlu kerja keras dalam dua tahun ini. Demi menyongsong target juara AFF di akhir 2020 nanti. Ini diharapkan menjadi satu kesatuan yang berkesinambungan dengan agenda besar, yakni peringkat FIFA kita naik signifikan menjadi 120-an dunia," ujar Tisha.

Sementara Simon menjelaskan jika dirinya berterima kasih diberikan kesempatan dalam dua tahun kedepan. Target yang dibebankan, menurut dia, bukan merupakan pekerjaan mudah, namun dirinya mengaku akan bekerja keras untuk bisa mewujudkan apa yang dibebankan kepadanya.

"Walaupun saya bukan pilihan favorit, tapi saya pastikan tidak ada orang yang se-semangat saya untuk bekerja menangani Timnas. Saya akan tunjukkan itu dengan kerja keras dan mewujudkan apa yang diharapkan oleh PSSI serta seluruh masyarakat Indonesia," ucapnya. 

Menurut dia, dengan kualitas yang dimiliki oleh para pemain Indonesia, selayaknya posisi Garuda berada di level atas, berkompetisi di level Piala Asia. Dia yakin Indonesia bisa bersaing. 

"Kita punya material mentahnya dan bagaimana saya nanti akan mengolahnya. Saya yakin ini pekerjaan yang tidak mudah, karena seperti menemukan pion-pion terpisah dalam puzzle. Saya akan buktikan Indonesia bisa mencapai ke level itu (Asia)," ungkapnya. 

Hal paling utama yang ingin dicapainya dalam waktu dekat, adalah mengembalikan kebanggaan untuk menjadi suporter Timnas indonesia. Menurut dia tidak ada lawan yang bisa akan menandingi Timnas ketika Stadion Gelora Bung Karno (GBK) penuh dengan seluruh suporter.

"Saya ingin seluruh dukungan penuh dari suporter yang ada di penjuru tanah air untuk mengembalikan kebanggaannya memiliki Timnas Garuda dan kemudian nantinya akan dibuktikan lewat performa di lapangan. Saya minta kita semua percaya bahwa akan ada waktunya Timnas Indonesia akan jadi lebih baik," katanya.

Simon memastikan jika dirinya akan berlaku adil dalam memilih pemain nanti. Siapa yang memperlihatkan performa terbaik, maka dia yang menurutnya akan berhak menggunakan seragam Timnas Indonesia. 

"Saya akan menyusun strategi sesuai target yang ada. Namun, terpenting adalah siapapun yang terpilih untuk bermain harus punya kebanggaan. Untuk pemain naturalisasi harus ada keseimbangan. Saya tidak ingin seperti Timnas Filipina yang ada kesenjangan dalam tim," tuturnya.***

Bagikan: