Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.5 ° C

Beberkan Fakta Pengaturan Skor, Vigit Resmi Jadi Tersangka

Wina Setyawatie
TERSANGKA kasus dugaan pengaturan pertandingan sepakbola Vigit Waluyo (kiri) didampingi pengacaranya memberikan keterangan seusai menjalani pemeriksaan di ruangan Ditreskrimum Polda Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 24 Januari 2019. Vigit Waluyo diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan pertandingan di liga dua dan liga tiga sepakbola Indonesia.*/ANTARA
TERSANGKA kasus dugaan pengaturan pertandingan sepakbola Vigit Waluyo (kiri) didampingi pengacaranya memberikan keterangan seusai menjalani pemeriksaan di ruangan Ditreskrimum Polda Jawa Timur di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 24 Januari 2019. Vigit Waluyo diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan pertandingan di liga dua dan liga tiga sepakbola Indonesia.*/ANTARA

SURABAYA, (PR).- Satgas Pemberantasan Pengaturan Skor Bareskrim Polri akhirnya menetapkan status tersangka kepada Vigit Waluyo, mantan manajer PSMP Mojokerto Putra. Vigit dinilai terlibat langsung 'membantu' tiga klub Liga 2 Kalteng Putra, PSS Sleman, dan PSMP Mojokerto di musim 2018 lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Satgas Brigjen Khrisna Murti yang memimpin langsung pemeriksaan di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis, 24 Januari 2019.

Dalam jumpa pers usai pemeriksaan, Khrisna tidak membeberkan terlalu banyak materi pemeriksaan. Dia hanya mengatakan bahwa pemeriksaan Vigit ini merupakan hasil pengembangan dari tersangka pengaturan skor lainnya, yakni Dwi Irianto alias Mbah Putih.

"Kami melakukan pemeriksaan kepada salah satu tersangka (Vigit) atas keterlibatannya dalam skenario pengaturan skor dan pertandingan di Liga 1 dan Liga 2. Yang bersangkutan menjelaskan soal keterlibatannya dalam pertandingan-pertandingan di Liga 2, dan pengetahuannya tentang pengaturan skor di Liga 1," kata Khrisna. 

Dalam jumpa pers tersebut, bukan hanya Khrisna yang memberikan keterangan, namun juga Vigit. Ia membeberkan keterlibatannya dalam pengaturan skor dan pertandingan di kompetisi profesional tanah air. 
Namun, dia menolak jika dibilang melakukan pengaturan skor.
Menurut dia, dirinya hanya 'membantu' pertandingan di level Liga 2 saja. Itu pun alasannya guna menolong tim yang dikelolanya, PSMP Mojokerto.

"Dalam membantu pertandingan kami hanya bermain saat kandang saja. Tidak pernah saat tandang. Klub yang dengan saya hanya PSMS, PSS Sleman, dan Kalteng Putra," ucapnya.

Khusus untuk PSS yang kini promosi ke Liga 1, dia menyebutkan menitipkannya kepada oknum tertentu di Komite Wasit untuk bisa meloloskan tim tersebut keluar sebagai juara Liga 2. Titip menitip itu, menurut dia, dilakukan agar mendapatkan perlindungan agar tidak terkontaminasi dari tekanan pihak lainnya.

Dia mengatakan pernah menyetor kepada oknum di Komite Wasit yakni Nasrul Koto sebesar Rp 25 juta agar pertandingan tim yang dibantunya tersebut berjalan dengan aman, tanpa ada campur tangan dari perwasitan. Menurut dia, yang memberikan saran untuk bertemu dengan Nasrul adalah Dwi.

"Saya diminta untuk menghubungi Nasrul oleh Mbah Putih. Saya sempat menanyakan kenapa timnya 'dikerjai' oleh wasit. Setelah menyetor, pertandingan kami aman-aman saja. Tidak diganggu perwasitan. Jadi itu hanya uang jaminan agar kami tidak dikerjai saja. Kami tidak terlibat pengatura skor sama sekali," ungkapnya.***

Bagikan: