Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 27.5 ° C

Tiga Tunggal Putri "Merah Putih" Tembus Babak Utama Indonesia Master 2019

Wina Setyawatie
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Tiga tunggal putri Indonesia lolos ke babak utama Indonesia Master 2019. Dinar Dyah Ayustine, Ruselli Hartawan, dan Yulia Yosephin Susanto langsung maju setelah memenangi babak pertama kualifikasi yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.

Mereka tidak menjalani laga kedua, mengingat di tunggal putri hanya ada 8 peserta kualifikasi, hingga otomatis yang menang akan langsung masuk ke babak utama. Dinar melangkah mulus setelah menang mudah 16-21, 2-21 atas rekan senegaranya Aurum Oktavia Winata.

Begitu juga Ruselli. Dia sukses menangani tunggal Taipei Chiang Ying Li juga dengan kemenangan mudah 7-21, 19-21. Terakhir ada Yulia. Mantan pemain pelatnas ini mengalahkan Lianne Tan dari Belgia dua gim 21-19, 21-12.

Satu pemain lagi yang lolos dari kualifikasi adalah Chloe Birch. Pemain asal Inggris ini menyingkirkan wakil Indonesia, Choirunnisa lewat kemenangan tiga gim 16-21, 23-21, 22-20.

Di babak utama yang akan berlangsung Rabu, 23 Januari 2019, tiga pemain Indonesia ini langsung menghadapi tantangan berat. Dinar dan Yulia akan bertemu pemain unggulan. Dinar menghadapi Saina Nehwal dari India, sedangkan Yulia akan menantang unggulan ketiga asal Tiongkok Chen Yufei. 

Sementara Ruselli akan bertemu tunggal senior Taiwan, Pai Yu Po. Laga ini akan jadi pertemuan keempat mereka. Sejauh ini Ruselli belum pernah menang di tiga perjumpaan sebelumnya. 

Menghadapi Po, Ruselli mengaku dirinya harus waspada dengan jangkauan lawannya tersebut. Pasalnya Po memiliki postur tubuh yang tinggi.

"Apalagi dia memiliki pukulan yang tajam. Saya harus extra hati-hati," tuturnya usai pertandingan. 

Ruselli berharap di tahun ini pencapaiannya bisa lebih baik lagi. Mengikuti dua rekannya Fitriani dan Gregoria Mariska Tunjung yang dinilainya sudah mulai berprestasi. Fitriani baru saja memenangkan Thailand Master yang merupakan World Tour Super 300, sedangkan Gregoria saat ini sudah mampu menembus top 15 dunia. 

"Tentu ada perasaan beban. Saya kenapa belum bisa seperti mereka? Tapi saya jadikan ini sebagai sebuah motivasi, agar bisa seperti mereka (Fitriani dan Gregoria)," katanya.***

Bagikan: