Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 27.5 ° C

Viking Apresiasi Mundurnya Edy Rahmayadi dari Jabatan Ketua Umum PSSI

Miradin Syahbana Rizky
VIKING.*/DOK. PR
VIKING.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Pentolan Viking Persib Club, Agus Rachmat atau yang lebih akrab disapa Mang Gusdul 'Ahiw' mengapresiasi langkah Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang memutuskan mundur dari jabatannya pada Kongres Tahunan 2019 di Bali. Menurut Gusdul, langkah tersebut seharusnya diikuti pengurus teras PSSI yang membuat prestasi sepakbola Indonesia jalan di tempat.

"Edy mundur satu langkah yang bagus. Tapi kalau bisa penggantinya jangan orang lama karena kita tahu penggantinya pasti orang itu-itu juga. Dan, seharusnya mereka berani mundur seperti Edy," ucap Gusdul di Bandung, Senin 21 Januari 2019.

Dia menambahkan, orang-orang tersebut yakni Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Joko Driyono, serta Wakil Ketua Umum Iwan Budianto. Menurut dia, meski keduanya saat ini tak secara langsung mengurusi klubnya yakni Persija dan Arema FC, publik tetap menilai keberadaan mereka tidak akan membawa sepakbola Indonesia lebih berprestasi.

"Meski Jokdri (Joko Driyono) tak langsung turun ke Persija dan Iwan Budianto telah mundur dari CEO Arema FC, tapi tetap saja selama di tangan mereka PSSI jalan di tempat. Apalagi kita tahu beberapa pengurus PSSI ditangkap Satgas Antimafia Bola karena terlibat isu pengaturan skor," ujarnya.

Untuk itu, dia berharap penggantinya mampu memberikan perubahan bagi sepakbola Indonesia. Dia yakin nantinya akan muncul sosok profesional yang dengan kecintaannya membawa sepakbola Indonesia ke arah lebih baik.

"Saya yakin akan muncul sosok yang dengan hati besar mencintai sepakbola Indonesia dan membawa perubahan. Jadi saya tidak setuju dengan ada pelaksana tugas (Plt) Ketum PSSI Jabar sebaiknya langsung KLB saja memilih ketua baru," kata Gusdul.

Dukung KLB

Menurut dia, sangat tidak efektif jika PSSI hanya menunjuk Plt Ketum hanya untuk melanjutkan sisa kepengurusan Edy Rahmayadi yang kurang lebih setahun hingga 2020. Menurut dia, seharusnya para voters menggunakan suaranya mendukung KLB.

"Kalau memang ingin ada perubahan segera lakukan KLB, jangan menunggu 2020. Buat apa hanya melanjutkan satu tahun tanpa ada perubahan. Semoga saja voters menggunakan suaranya untuk mendukung KLB," tuturnya.

Hal senada Ketua Umum VPC Heru Joko. Menurut Heru, mundurnya Edy semoga menjadi awal berakhirnya kekacauan sepakbola Indonesia. Pasalnya, saat ini PSSI Pusat tengah dihantam isu pengaturan skor.

"Langkah Edy ini harus diikuti rengrengngan di bawahnya. Karena Edy mengelola PSSI itu tidak sendiri tapi kerjasama tim. Mereka harus sadar sepakbola itu bukan hanya 2X90 menit di lapangan tapi juga hiburan yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia," ucap Heru.***

Bagikan: