Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Sedikit awan, 22.9 ° C

Vietnam Lolos ke Perempat Final Piala Asia

Miradin Syahbana Rizky
PARA pemain Vietnam di Piala Asia.*/ANTARA
PARA pemain Vietnam di Piala Asia.*/ANTARA

DUBAI, (PR).- Dua timnas wakil Asia Tenggara mengalami nasib berbeda usai menjalani babak 16 besar Piala Asia 2019, di Uni Emirate Arab (UEA), Minggu 20 Januari 2019 malam WIB. Tampil di Stadion Al Maktoum, Dubai, Vietnam mampu mengatasi perlawanan sengit Yordania.

Vietnam mampu menang 4-2 melalui drama adu penalti, usai kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal dan babak perpanjangan waktu. Kemenangan ini membuat Vietnam mengulangi pencapaian tahun 2007 lalu.

Saat itu, Vietnam yang bertindak sebagai tuan rumah bersama Indonesia, Malaysia, dan Thailand. The Golden Dragons tersingkir di perempat final setelah takluk dari Irak yang kemudian muncul sebagai juara. Sayangnya, pencapaian Vietnam gagal diikuti timnas Thailand. Bertemu Tiongkok di Hazza bin Zayed Stadium, Al Ain, The War Elephants menyerah dengan skor 1-2. 

Kekalahan semakin menyakitkan bago Thailand usai mereka mampu unggul terlebih dahulu di babak pertama. Selain itu, gol keungggulan Tiongkok tercipta melalui titik putih. Gol Thailand diciptakan Supachai Jaidad pada menit ke-31, sementara gol China dicetak Xiao Zhi (67') dan Gao Lin (71', penalti).

Tiongkok mendapatkan penalti dari wasit Mohammed Abdulla Mohammed (UEA) setelah Chalermpong Kerdkaew dinilai melanggar Lin Gao.  Selama laga, Thailand melepaskan empat tembakan akurat dari sebelas usaha, dengan penguasaan bola 43 persen. Adapun Tiongkok melepaskan lima tembakan jitu dari 14 percobaan.

Dominasi Vietnam

Melawan Yordania, Vietnam secara mengejutkan lebih mendominasi jalannya pertandingan. Berkali-kali, tim asuhan Park Hang-seo tersebut membahayakan pertahanan Yordania. Namun, justru Yordania yang unggul terlebih dahulu.

Bahaa Abdulrahman mencetak gol dari situasi tendangan bebas di menit ke-39. Di babak kedua, Vietnam berhasil bangkit. Nguyen Cong Phuong melepaskan tendangan voli yang gagal dihentikan kiper Yordania. Skor imbang membuat pertandingan semakin menarik. Kedua tim sama-sama berusaha untuk mencetak gol kedua.

Skor imbang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Di perpanjangan waktu, Vietnam tetap menguasai jalannya pertandingan dengan persentase 58 persen. 

Tidak ada gol tercipta di perpanjangan waktu dan pertandingan dilanjutkan lewat adu penalti. Kiper Vietnam, Dang Van Lam menjadi pahlawan dengan menggagalkan penalti Ahmed Samir. Satu penendang Yordania lainnya yakni Baha Faisal tendangannya membentur mistar gawang.

Dari kubu Vietnam, hanya Minh Vuong Tran yang gagal. Vietnam pun berhasil menang dengan skor 4-2 dan melaju ke perempat final. Calon lawan Vietnam selanjutnya adalah dua tim peserta Piala Dunia 2018 Arab Saudi atau Jepang.

Keduanya akan bertanding pada tanggal 21 Januari malam WIB untuk memperebutkan satu tempat di perempat final. Seusai laga, pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, menolak tim asuhannya dianggap menang karena keberuntungan semata, mengacu pada pertandingan yang harus diakhiri dengan adu penalti.

Park tanpa ragu menyebut Vietnam pantas lolos ke perempat final karena pemainnya memang bermain apik. Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan Nguyen Cong Phuong dkk. bermain penuh determinasi sepanjang pertandingan.

Penalti sempurna

Terbukti, mereka mampu membalas gol Yordania untuk memaksakan skor imbang hingga 90 menit pertandingan. "Penalti tadi sempurna, kecuali Minh Vuong. Itu pun, saya tetap merasa keputusan saya memilihnya jadi eksekutor tak salah," kata Park seusai pertandingan seperti yang dilansir situs resmi AFC.

Park menambahkan Vietnam mampu membuktikan mereka bukan tim yang gemar bertahan di Piala Asia ini. Pernyataan itu sebagai bantahan terhadap analisis satu di antara media internasional yang menyebut Vietnam memeragakan permainan defensif di Piala Asia 2019.

Sementara itu, pelatih sementara Timnas Thailand, Sirisak Yodyadthai, mengaku tak terlalu terpukul dengan kekalahan timnya atas Tiongkok. Itu karena, bisa bermain hingga babak 16 Piala Asia 2019 merupakan suatu bonus.

"Sayang sekali kami tak bisa lolos ke 8 besar. Tapi, ini sudah terasa seperti bonus melihat bagaimana kami memulai turnamen ini," kata Sirisak.

Namun, menurut dia, ada sedikit penyesalan yang dirasakan tim. Pasalnya, Thailand yang sempat unggul di babak pertama harus kalah melalui dua gol susulan dari Tiongkok.

"Sangat disesalkan memang, kami gagal mempertahankan keunggulan 1-0. Tapi, saya sangat bangga dengan pemain. Tak ada rasa malu karena kalah," katanya.

Perjalanan Timnas Thailand di Piala Asia 2019 ibarat roller coaster. Pada partai pertama penyisihan Grup A, Chanathip Songkrasin dkk. secara mengejutkan kalah 1-4 dari India, yang berbuntut pemecatan pelatih ketika itu, Milovan Rajevac.

Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) lantas sepakat mempromosikan Sirisak Yodyadthai, sang asisten pelatih, menggantikan Rajevac untuk sementara.***

 

Bagikan: