Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Sedikit awan, 22.9 ° C

Suporter Sepak Bola Minta Orang-orang Lama di PSSI Diganti

Yusuf Wijanarko
PENGATURAN skor.*/DOK. PR
PENGATURAN skor.*/DOK. PR

DENPASAR, (PR).- (PR).- Gabungan kelompok suporter yang menggelar unjuk rasa di luar area kongres tahunan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) meminta federasi tersebut mengganti orang-orang yang sudah lama terlibat di dalam kepengurusannya.

"Kami memang tidak bisa menjamin orang-orang baru dapat membawa perubahan. Namun, orang-orang lama yang sudah bertahun-tahun berada di dalam jelas tidak menghasilkan sesuatu untuk perubahan sepak bola nasional," ujar koordinator suporter Andy Kristiantono di Nusa Dua, Bali, Minggu 20 Desember 2019.

Menurut Andy Kristiantono, tidak adanya perubahan di dalam PSSI terlihat dari berulangnya kasus pengaturan skor. Demikian dilaporkan Antara.

Tak Menyelesaikan Masalah

Kelompok superter sepak bola juga menilai, mundurnya Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi tidak menyelesaikan masalah.

"Permasalahan sepak bola Indonesia sudah akut dan sistemik. Kami berharap para pemilik suara PSSI melihat persoalan ini secara objektif," kata Andy Kristiantono.

Karena dinilai sudah sistemik, para suporter berharap adanya pengubahan sistem di PSSI.

PSSI diminta lebih efektif dalam bekerja dan mengedepankan transparansi untuk setiap keputusan yang diambilnya, termasuk soal sanksi kepada klub.

"Seluruh elemen PSSI mesti bertugas maksimal. Sanksi untuk tim juga harus jelas karena selama ini, ketika menjatuhkan hukuman kepada klub, tidak diterangkan melanggar pasal apa. Selain itu, idealnya suporter juga dilibatkan dalam kongres, mungkin menjadi peninjau atau obeserver," tutur dia.

Puluhan suporter yang merupakan gabungan dari beberapa komunitas itu menggelar unjuk rasa di sekitar lokasi kongres tahunan PSSI mulai pukul 10.30 WITA.

Mereka sempat berniat masuk ke dalam lokasi kongres tetapi usaha tersebut dihentikan kepolisian yang berjaga. Unjuk rasa yang berlangsung sekira 2,5 jam itu berakhir setelah berdiskusi dengan aparat.

Demi bangsa Indonesia

Edy Rahmayadi memutuskan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum Persatuan PSSI (Sepak Bola Seluruh Indonesia) dalam kongres tahunan yang digelar di Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu 20 Januari 2019.

Edy Rahmayadi memimpin PSSI sejak tahun 2016. Dia yang juga gubernur Sumatera Utara itu menganggap diri gagal menjalankan organisasi dan berharap seluruh elemen PSSI tetap akur.

Edy Rahmayadi menegaskan, keputusannya untuk mundur dari jabatan ketua Umum PSSI adalah keputusan terbaik yang terbaik untuk bangsa Indonesia.

"Tidak ada yang menekan saya untuk mundur. Ini adalah keputusan yang terbaik untuk bangsa," ujar Edy Rahmayadi usai menyampaikan pidato pengunduran dirinya dalam kongres seperti diberitakan Antara.***

Bagikan: