Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian berawan, 20.4 ° C

PSSI Tetapkan Agenda Sepak Bola 2019, Persib Tak Keberatan

Yusuf Wijanarko
PSSI.*/DOK. PR
PSSI.*/DOK. PR

DENPASAR, (PR).- PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) memaparkan rancangan jadwal kompetisi di Indonesia mulai dari Liga 1, Liga 2, hingga turnamen prakompetisi yang sudah disetujui para peserta kongres tahunan PSSI 2019.

"Untuk Liga 1 Indonesia tahun 2019 akan dimulai paling cepat 1 Mei 2019 dan paling lambat 8 Mei 2019," ujar Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono usai kongres tahunan PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, Minggu 20 Januari 2019.

Sementara Liga 2 akan berlangsung setidak-tidaknya dua pekan setelah Liga 1 bergulir.

Untuk itu, Joko Driyono meminta operator liga, PT LIB (Liga Indonesia Baru) bersiap agar semua rencana bisa dilaksanakan sesuai kesepakatan.

"Seluruh rencana di atas harus segera digodok oleh PT LIB. PT LIB juga kami minta mengadakan rapat umum pemegang saham paling lambat dua minggu setelah kongres ini selesai," tutur Joko Driyono seperti dilaporkan Antara.

Selain liga, dia melanjutkan, kongres menyetujui bahwa turnamen pramusim Piala Presiden, yang sebelumnya diadakan tahun 2017 dan 2018, kembali digelar. Piala Presiden rencananya berlangsung pada rentang Januari sampai awal April 2019.

Kongres memberikan kesempatan kepada komite eksekutif (exco) PSSI untuk melakukan sinkronisasi dan penyesuaian jadwal karena dalam periode tersebut juga ada laga lanjutan Piala Indonesia 2018.

"Kami ingin kedua turnamen itu dapat terlaksana," tutur Joko Driyono.

Persib tak keberatan

Adanya dua turnamen sebelum liga dimulai bisa berpotensi membuat klub kerepotan. Namun, hal itu dianggap tidak masalah oleh tim Liga 1 Persib Bandung.

"Kalau memang sudah diatur jadwalnya demikian, kami akan mengikutinya," kata Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar.

Selain menyoal jadwal kompetisi, kongres PSSI juga menghasilkan beberapa keputusan seperti pembentukan komite ad hoc integrity dan lembaga individu wasit.

Salah satu hal penting yang terjadi di kongres tahunan PSSI tahun 2019 ini adalah pengumuman mundurnya Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI.

Ganti muka lama

Gabungan kelompok suporter yang menggelar unjuk rasa di luar area kongres tahunan PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) meminta federasi tersebut mengganti orang-orang yang sudah lama terlibat di dalam kepengurusannya.

"Kami memang tidak bisa menjamin orang-orang baru dapat membawa perubahan. Namun, orang-orang lama yang sudah bertahun-tahun berada di dalam jelas tidak menghasilkan sesuatu untuk perubahan sepak bola nasional," ujar koordinator suporter Andy Kristiantono di Nusa Dua, Bali, Minggu 20 Desember 2019.

Menurut Andy Kristiantono, tidak adanya perubahan di dalam PSSI terlihat dari berulangnya kasus pengaturan skor.***

Bagikan: