Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Malaysia Master 2019 Jadi Gelar Perdana Kevin-Marcus di 2019

Wina Setyawatie
THE Minions, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon sukses meraih gelar perdana mereka di 2019 ini. Mereka naik ke podium tertinggi Malaysia Master 2019 usai menaklukan ganda Malaysia Ong Yew Sin-Teo Ee Yi 21-15, 21-16 dalam partai final yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu, 20 Januari 2019.*/DOK HUMAS PBSI
THE Minions, Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon sukses meraih gelar perdana mereka di 2019 ini. Mereka naik ke podium tertinggi Malaysia Master 2019 usai menaklukan ganda Malaysia Ong Yew Sin-Teo Ee Yi 21-15, 21-16 dalam partai final yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu, 20 Januari 2019.*/DOK HUMAS PBSI

KUALA LUMPUR, (PR).- Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon merebut gelar perdananya di Tahun 2019 ini. Mereka meraih gelar juara ganda putra Malaysia Master 2019, usai memenangi laga final melawan Ong Yew Sin-Teo Ee Yi dari Malaysia.

Berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu, 20 Januari 2019, ganda yang akrab di sapa "The Minions" ini menang dengan skor 21-15, 21-16. Bagi Indonesia, gelar mereka ini adalah yang kedua di awal tahun ini setelah sebelumnya pekan lalu Fitriani menyumbangkan gelar pertama bagi Merah Putih.

Kemenangan ini makin mentasbihkan dominasi ganda peringkat pertama dunia itu atas pasangan negeri jiran tersebut. Dimana dari empat pertemuan mereka, sejauh ini, Kevin-Marcus belum pernah terkalahkan.

Meski unggul secara rekor pertemuan, Marcus mengakui jika melawan Ong-Teo tidak pernah mudah. Seperti yang dialaminya di pertemuan kali ini. Ong-Teo dinilainya memainkan pertahanan yang bagus, hingga cukup menyulitkannya dan Kevin untuk bisa menembusnya.

Meski begitu, Kevin-Marcus mengaku di final mereka bermain lebih enjoy dibandingkan babak semi final.

"Terutama di poin-poin kritis. Pertahanan mereka yang rapat, membuat kami cukup sulit untuk menyerang. Tapi kami tadi cukup menikmati permainan. Ini mainnya lebih enak dibandingkan sebelumnya, tidak ada tekanan sama sekali di kita," katanya sesuai rilis yang dikirimkan PBSI ke "PR". 

Dibandingkan pertemuan mereka sebelumnya di Indonesia Open 2018 lalu, permainan Ong-Toe dinilai mengalami sedikit perubahan. Lawannya tersebut dinilai Kevin kini bermain lebih percaya diri, lebih aman, dan tidak gampang mati. 

Belum berhasil

Sayang di ganda putri, Indonesia belum berhasil membawa pulang gelar pertama di tahun ini. Bertanding di final, Greysia Polii-Apriyani Rahayu kembali harus mengakui keunggulan pasangan Jepang Yuki Fukushima-Sayaka Hirota. 

Mereka tunduk 21-18, 16-21, 16-21 setelah berjuang selama satu jam lebih. Hasil tersebut memperpanjang rekor kemenangan ganda negeri sakura tersebut atas Greysia-Apriyani menjadi 6-2.

Ini pun menjadi kekalahan keenam mereka secara berturut-turut sejak Indonesia Open 2018 lalu.***

Bagikan: