Pikiran Rakyat
USD Jual 14.403,00 Beli 14.103,00 | Umumnya berawan, 21.8 ° C

Proliga 2019 Memasuki Putaran Krusial

Wina Setyawatie
PEBOLA voli putri Jakarta BNI 46 Putri Andya Agustina (kiri) dan Tri Retno Mutiara (kedua kiri) berusaha menghadang smes dari pebola voli putri Bandung Bank BJB Pakuan Wintang Dyah Kumala Sakti (kanan) saat seri ketiga putaran pertama Proliga 2019 di GOR C'Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/12/2018). Jakarta BNI 46 putri menang atas Bandung Bank BJB Pakuan dengan skor akhir 3-1 (24-26, 25-15, 25-23, 25-19).*/ANTARA
PEBOLA voli putri Jakarta BNI 46 Putri Andya Agustina (kiri) dan Tri Retno Mutiara (kedua kiri) berusaha menghadang smes dari pebola voli putri Bandung Bank BJB Pakuan Wintang Dyah Kumala Sakti (kanan) saat seri ketiga putaran pertama Proliga 2019 di GOR C'Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/12/2018). Jakarta BNI 46 putri menang atas Bandung Bank BJB Pakuan dengan skor akhir 3-1 (24-26, 25-15, 25-23, 25-19).*/ANTARA

PALEMBANG, (PR).- Kompetisi bola voli tertinggi di Tanah Air, Proliga 2019, mulai memasuki putaran krusial. Pada putaran kedua yang akan dimulai di Palembang 11-13 Januari 2019 ini, akan menjadi kesempatan terakhir bagi para tim peserta untuk mengejar posisi final four

Butuh kejelian tim untuk melakukan perbaikan. Termasuk melakukan pembenahan lewat perubahan pemain untuk mendongkrak performa tim di putaran ini. 

"Ini kesempatan terakhir tim untuk mengganti pemainnya, karena setelah seri ini tidak boleh ada pergantian atau penambahan pemain lagi," ujar Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty kepada “PR” sesuai rilis PBVSI. 

Terkait pergantian, untuk pemain lokal, setiap tim boleh mengganti pemainnya jika sudah mendaftarkan maksimal 15 pemainnya di awal. Jika belum melengkapi jumlah tersebut, maka boleh menambah hingga mencapai jumlah yang ditentukan sesuai regulasi.

Sementara untuk pemain asing, jika ada klub yang masih memiliki satu pemain asing, maka dia boleh menambah satu pemain lagi. Perubahan pemain ini sudah diterapkan oleh beberapa tim, salah satunya adalah tim tuan rumah Palembang Bank SumselBabel.

Mereka memulangkan pemain asingnya asal Rusia, Ilya Nikitin dan menggantinya dengan Danijel Galic dari Kroasia. Bagi Palembang Bank Sumsel, seri ini adalah partai hidup mati mereka.

Pelatih Palembang Bank SumselBabel, Pascal Wilmar, mengatakan jika mereka mampu memetic kemenangan dalam dua pertandingan di seri ini, yaitu melawan juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator dan tim debutan Sidoarjo Aneka Gas Industri, maka langkah menuju final four akan lebih ringan.

Samator sendiri mengaku telah melakukan evaluasi untuk menghadapi seri ini. Mereka mengaku lebih melakukan pembenahan dalam hal mental bermain, setelah dua kekalahan di seri akhir putaran pertama di Bandung lalu, atas Sidoarjo (1-3) dan Pertamina (0-3). 

"Tidak ada jalan lain bagi kami di Palembang kita harus ambil dua laga, demi untuk mengamankan posisi ke final four," ucap Asisten Manejer Surabaya Bhayangkara Samator, Hadi Sampurno.

Secara teknis, beberapa hal yang jadi fokus perhatian adalah soal penerimaan servis. Karena pada saat melawan Pertamina di Bandung, tim asuhan Ibarsjah Djanu Tjahjono tersebut banyak bobol di “jump serve” lawan. 

Bandung butuh kemenangan

Di bagian putri tidak kalah menariknya. Hasil di putaran pertama yang kurang memuaskan dengan hanya memetik satu kali kemenangan, membuat Bandung Bank BJB Pakuan langsung berbenah. 

Mereka mengganti pemain asingnya, Kennedy Lynne Bryan dengan Maja Burazer asal Kroasia. Menurut Manajer Tim BJB Ayi Subarna melalui pesan singkat kepada "PR", pergantian pemain asing tersebut karena Bryan dinilai belum bisa mengangkat tim di putaran pertama kemarin.

"Dari dua target kemenangan, kami hanya bisa petik satu. Itu yang kurang dari Bryan, dia belum bisa mengangkat Tim. Kami berharap dengan pergantian pemain asing ini ada perbaikan performa di putaran kedua ini," tutur Subarna. 

ILUSTRASI bola voli.*/ANTARA

Untuk putaran kedua ini, BJB membutuhkan minimal dua kemenangan untuk mengamankan langkah ke babak final four. Mengapa minim, ini mengingat di sektor putri hanya ada lima tim yang bersaing. 

"Kalau mau akan ya minimal harus menang minimal 2 kali di putaran kedua ini. Hanya saja, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau non teknis, maka kalau bisa kita petik kemenangan lebih dari dua kali untuk jaga-jaga. Karena di putaran ini apapun bisa terjadi, karena bola bundar," ujar dia. 

Dari pertandingan yang akan dijalani oleh BJB di seri kedua ini, Ayi Subarna mematok setidaknya bisa merebut kemenangan dari PLN Elektrik, Jakarta BNI, dan Pertamina. Di seri Palembang ini, BJB akan bermain dua kali melawan Jakarta BNI (Jumat) dan Jakarta Pertamina Energi (Sabtu 12 Januari 2019).

Seluruh pertandingan di Seri Palembang tersebut akan disiarkan di iNews TV dan Usee TV.***

 

Bagikan: