Pikiran Rakyat
USD Jual 14.365,00 Beli 14.065,00 | Berawan, 19.7 ° C

Wasit Nurul Safarid Terlibat Pengaturan Skor, Asprov PSSI Jabar Bentuk Tim Independen

Miradin Syahbana Rizky
Sepak bola.*/CANVA
Sepak bola.*/CANVA

BANDUNG, (PR).- Ketua Umum Asprov PSSI Jawa Barat Tommy Apriantono mengaku kaget dengan ditangkapnya wasit asal Kabupaten Garut Nurul Safarid dalam kasus dugaan match fixing Liga 3 antara Persibara melawan Persekabpas. Menurut Tommy, sebagai otoritas sepakbola tertinggi di Jabar pihaknya selalu mengingatkan wasit asal Jabar untuk selalu menjunjung tinggi integritas dan sportivitas.

"Pertama tentu saya kaget mendengar Nurul ditangkap oleh Satgas karena pengaturan skor. Saya kaget sekali karena Nurul juga kita percaya untuk memimpin laga final Porda Jabar 2018 lalu," ucap Tommy di Bandung, Kamis, 10 Januari 2018.

Dia menambahkan, tak sedikit laga atau kejuaraan di Jabar dipimpin oleh wasit Nurul. Untuk itu, pihaknya telah membentuk tim independen guna mengintrogasi Nurul terkait keputusannya yang janggal di Jabar.

"Tim independen akan mulai bekerja minggu depan. Kami akan tanya-tanya ke Nurul adakah kemungkinan pengaturan skor di Jabar. Juga salah satunya final Porda Jabar kemarin. Tapi saya lihat sendiri laga kemarin berakhir melalui babak adu penalti," ujarnya.

Tommy mengungkapkan, PSSI Jabar siap menjadikan kasus Nurul untuk upaya bersih-bersih di sepakbola tanah Pasundan ini. Menurut dia, saat ini pihaknya sedang mencari keputusan yang aneh pada kompetisi level Jabar.

"Nurul akan menjadi pintu masuknya. Kami sedang melihat lagi keputusan aneh di periode kepemimpinan saya. Tim independen akan bekerja maksimal," katanya.

Untuk menunjukkan komitmen seriusnya memberantas pengaturan skor, kata dia, pihaknya akan sangat kooperatif jika kepolisian membutuhkan keterangannya. Sebab, PSSI Jabar sejak awal sudah sangat mendukung adanya kerjasama PSSI dan kepolisian dalam memberantas pengaturan skor.

"Justru lebih bagus jika polisi yang menangkap langsung. Jadi kalau ada kejadian serupa di Jabar tangkap saja. Kami selalu terbuka untuk kepolisian mengusut pengaturan skor," tuturnya.

Dengan demikian, kata Tommy, pihaknya tak akan melakukan upaya intervensi apapun perihal kasus yang menimpa Nurul. Apalagi, Nurul ditangkap karena pengaturan skor sehingga PSSI Jabar tidak akan membelanya.

"Karena terjadinya diluar wilayah Asprov Jabar, kita tidak bisa intervensi. Kalau untuk kasus match fixing saya tidak akan membela tetapi kalau pemain, manager atau pelatih yang  menyerang karena wasit memimpin denga baik, akan saya bela habis-habisan," ucap dosen ITB tersebut.***

Bagikan: