Pikiran Rakyat
USD Jual 14.311,00 Beli 14.011,00 | Sebagian berawan, 21.8 ° C

Wasit Liga 3 Asal Garut yang Ditangkap Satgas Antimafia Bola Dikenal Tegas dan Jujur

Tim Pikiran Rakyat
PENGATURAN skor sepak bola.*/DOK. PR
PENGATURAN skor sepak bola.*/DOK. PR

GARUT, (PR).- Penangkapan wasit Liga 3 Indonesia asal Kabupaten Garut, Nurul Safarid, mengejutkan sejumlah pihak. Keprihatinan atas tertangkapnya Nurul Safarid oleh Satgas Antimafia Bola itu datang dari berbagai kalangan.

Mantan pemain Persigar Junior, Hakim Ghani (22), mengaku tak menyangka jika Nurul ditangkap Satgas Antimafia Bola. Hakim tidak yakin bila Nurul Safarid terlibat dalam pengaturan pertandingan.

"Saya cukup mengenal baik sosok Nurul Safarid. Ia seorang  yang sangat tegas dan jujur apabila sedang memimpin pertandingan," kata Hakim di Garut, Selasa 8 Januari 2019.

Kabar penangkapan Nurul Safarid pada Senin 7 Januari 2019 yang dilakukan Satgas Antimafia Bola, membuatnya terkejut. Ia pun mendesak agar jajaran kepolisian bisa mengungkap dalang utama di kasus pengaturan skor tersebut.

Menurutnya, Nurul Safarid hanya menjadi korban dari mafia bola. Hakim juga mengakui, bila sosok Nurul Safarid cukup diidolakan oleh para pemain. Ketegasan dan kejujuran yang ditunjukan Nurul saat menjadi wasit adalah alasannya.

Ia menduga, Nurul Safarid telah dijebak oleh mafia bola. Pada dasarnya, kata dia, wasit termasuk Nurul hanyalah petugas yang dibayar penyelenggara.

"Pasti dilema bagi Pak Nurul ketika mendapatkan tawaran untuk ikut mengatur pertandingan. Di satu sisi beliau bingung karena jika tidak nurut ke mafia akan mengancam karirnya. Sementara di sisi lain kalau nurut, itu bertentangan dengan hati nuraninya dan sangat beresiko," katanya.

Keprihatinan juga diungkapkan mantan pelatih Persigar Garut musim 2012-2015, Agus Kurnia. Agus juga mengaku kaget dan tak menyangka jika Nurul Safarid ikut terseret dalam kasus pengaturan pertandingan sehingga kini ditangkap.

"Saya dapat informasi Nurul ditangkap di rumahnya di kawasan Leuwidaun, Kecamatan Tarogong Kidul, pada hari Senin kemarin. Kaget sekaligus prihatin karena saya tahu pasti bagaimana karakternya selama ini," kata Agus.

Lebih jauh Agus menerangkan, pada awalnya Nurul hanya memimpin pertandingan di wilayah Garut dan Priangan Timur. Namun mulai tahun 2017, Nurul  berkesempatan juga menjadi wasit di Liga 3.

PENGATURAN skor sepak bola.*/DOK. PR

Kepastian ditangkapnya Nurul oleh Satgas Antimafia Bola diperkuat oleh pernyataan Komisi Wasit Kabupaten Garut, Feri Permana. Namun ia mengaku belum mengetahui secara pastii terkait kronologis penangkapannya.

"Kalau masalah penangkapannya memang benar tapi untuk yang lain-lainnya saya belum mendapatkan informasi yang jelas termasuk kronologisnya seperti apa," ujar Feri.

Bahkan menurut Feri, pertama kali dirinya mengetahui jika Nurul ditangkap Satgas Antimafia Bola dari media sosial. Saat itu ia mengaku sangat kaget dan sempat tidak percaya. 

Untuk meyakinkannya, kata Feri, ia pun mencoba mencari informasi dari berbagai pihak termasuk pihak keluarga Nurul Safarid. Dari keterangan pihak keluarga, membenarkan jika sang wasit telah ditangkap sehingga saat itu Feri baru merasa yakin.

Namun lagi-lagi Feri mengaku belum dapat memastikan apakah penangkapan Nurul ada kaitannya dengan kasus pengaturan pertandingan atau tidak. Ia pun mengaku tak mau menduga-duga sebelum benar-benar ada kepastian.

"Yang pasti sepengetahuan saya selaku sesama wasit sepak bola, selama ini ia selalu bersikap baik dan tak macam-macam. Dia tegas dan jujur sehingga banyak disenangi sesama wasit maupun pemain," ucap Feri.(Aep Hendy S)***

Bagikan: