Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Umumnya berawan, 26.7 ° C

IBL Kembali Gelar Perang Bintang 2019

Wina Setyawatie
PEBASKET Satria Muda Pertamina Arki Dikania Wisnu (kanan) berusaha melewati pebasket Pelita Jaya Basketball Reggie William Mononimbar (kiri) pada laga IBL Pertamax Season 2018-2019 seri II di Britama Arena, Jakarta, Sabtu, 8 Desember 2018 lalu.*/ANTARA
PEBASKET Satria Muda Pertamina Arki Dikania Wisnu (kanan) berusaha melewati pebasket Pelita Jaya Basketball Reggie William Mononimbar (kiri) pada laga IBL Pertamax Season 2018-2019 seri II di Britama Arena, Jakarta, Sabtu, 8 Desember 2018 lalu.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Indonesia Basketball League (IBL) kembali menggelar Perang Bintang edisi 2018/2019. Laga ini akan diikuti oleh para pemain favorit pilihan pecinta basket Indonesia lewat voting online.

Gelaran perang bintang ini akan berlangsung di akhir Seri IV IBL 2018/2019 yang akan berlangsung di GOR Sritex, Solo, 10-12 Januari ini. Tahun ini, tema besar yang akan dibawa adalah "Battle of Supernova".

Pemilihan pemain pun sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu dan ditutup pada 31 Desember 2018. Ada 20 pemain pilihan yang terjaring sebagai roster IBL All Star 2019 ini.

Mereka terpilih berdasarkan persentase tertinggi sesuai klasifikasi pemain yang didaftarkan semua tim kepada IBL, mulai dari guard, forward, center, small man, dan big man. Ke-20 pemain tersebut berasal dari dua divisi IBL 2019, yakni Divisi Putih dan Divisi Merah.

Di tiap divisi tersebut, dominasi pemain dua klub finalis IBL 2018, Satria Muda dan Pelita Jaya sangat kuat. Di Divisi Merah dari lima pemain utama, tiga pemain berasal dari Satria Muda yakni Arki Dikania Wisnu, Jamarr Johnson dan Dior Lowhorn.

Sementara dua pemain lain yang akan memperkuat skuad utama tim all star divisi ini adalah Galank Gunawan dari Bima Perkasa Jogjakarta dan Abraham Wenas dari Hang Tuah. 

Di Divisi Putih, empat posisi di tim utama di kuasai oleh Pelita Jaya. Mereka yakni Andakara Prastawa, Adhi Pratama, Wayne Bradford dan Kore White, ditambah Abraham Damar Grahita yang jadi satu-satunya pemain di luar Pelita. 

Untuk skuad cadangan di tiap-tiap divisi, ditentukan oleh manajemen IBL dan para pelatih pada divisi masing-masing. Divisi Merah di latih oleh Wahyu Widayat Jati (NSH) dan Divisi Putih oleh Giedrius Zibenas (Stapac). 

Mereka yang akan mengisi bangku cadangan adalah Hardianus Lakudu (Satria Muda Pertamina), Yanuar Priasmono (Bima Perkasa Jogja), Reza Guntara (Prawira Bandung), Gary Jacobs (Hang Tuah), Anthony Simpson (NSH Jakarta) untuk tim Merah. Sedangkan untuk tim Putih ada Kelly Purwanto (Bogor Siliwangi), Mei Joni (Stapac Jakarta), Kaleb Ramot (Stapac Jakarta), Madarious Gibbs (Satya Wacana Salatiga) dan Savon Goodman (Stapac Jakarta).

Direktur IBL Hasan Gozali seperti yang dikutip dari rilis IBL mengatakan "Perang Bintang" ini merupakan bentuk apresiasi untuk para pemain yang telah bekerja keras menunjukkan permainan terbaiknya selama musim kompetisi berjalan. Sekaligus untuk hiburan para pecinta basket di Indonesia untuk menyaksikan langsung momentum bergabungnya para pemain terbaik pilihan mereka. 

"All Star ini kami persembahkan untuk para pecinta bola basket nasional. Terima kasih telah mendukung IBL selama ini. Ajang ini juga merupakan apresiasi bagi para pemain yang sudah berusaha keras menunjukkan permainan terbaik sepanjang musim ini," ujarnya.

Nantinya, "Perang Bintang" ini akan ditayangkan langsung di TV One dan live streaming di IBL TV.

Bukan hanya menyuguhkan persaingan antar bintang, "Perang Bintang" ini juga akan menyuguhkan beberapa kontes, seperti Slam dunk, three poin, dan skill challenge. 

Untuk slam dunk Branchon Griffin (Prawira Bandung), Savon Goodman (Stapac), Sandy Ibrahim (Satria Muda), Jammar Andre Johnson (Satria Muda), dan Indra Muhammad (Pacific Caesar). 
Untuk three poin kontes akan bersaing Madarious Gibbs (Satya Wacana), Andakara Prastawa (Pelita Jaya), Wayne Bradford (Pelita Jaya), Martavious Irving (Bogor Siliwangi), dan David Atkinson (Bima Perkasa).

Sementara untuk skill challenge akan saling beradu Kaleb Ramot Gemilang (Stapac), Abraham Wenas (Stapac), Hardianus (Satria Muda), dan Abraham Damar (Stapac). 

Pelaksanaan "Perang Bintang" di luar kota Jakarta ini baru kali pertama. Pemilihan Solo sendiri ini berdasarkan antusiame tinggi dari masyarakat disana.***

Bagikan: