Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.4 ° C

Wasit Nurul Safarid, Tersangka Baru Kasus Pengaturan Skor

Wina Setyawatie
PENGATURAN skor sepak bola.*/DOK. PR
PENGATURAN skor sepak bola.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Satgas Pemberantasan Pengaturan Skor bentukan Bareskrim Polri kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus pengaturan skor di Kompetisi Sepak Bola Indonesia. Senin, 7 Januari 2019, Satgas menangkap wasit Liga 3 bernama Nurul Safarid di kawasan Garut, Jawa Barat. 

Adapun Nurul adalah wasit yang memimpin pertandingan antara PS Banjarnegara dan PS Pasuruan. Dia ditangkap berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan dua tersangka Priyanti dan Dwi Irianto (Mbah Putih). 

Hal tersebut diutarakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar yang juga Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa, 8 Januari 2019.

Nurul, menurut Argo, diduga telah menerima uang suap sebesar Rp 45 juta dari tersangka Priyanto dan Dwi untuk bisa memenangkan Persibara dalam pertandingan tersebut. Dalam penangkapan tersebut turut diamankan bukti transfer dan tangkapan layar percakapan antara Nurul dan Priyanto. 

"Penangkapan Nurul ini merupakan pengembangan dari keterangan dua tersangka. Bahwa mereka pernah bertemu, dihadiri juga dengan dua asisten wasit dan inspektur pertandingan. Ada upaya pembahasan untuk memenangkan PS Banjarnegara dan Nurul pun diiming-imingi imbalan puluhan juta rupiah. Namun, saat itu tersangka P hanya memberikan uang sebesar Rp 30 juta saja dari janji Rp 45 juta," kata Argo.

Lalu setelah pertandingan yang dimenangkan oleh PS Banjarnegara, menurut Argo, sisa uang yang sebesar Rp 10 juta pun diberikan oleh Dwi. Sementara sisanya Rp 5 juta diberikan melalui transfer.

"Ada copy bukti transfer Priyanto dengan tersangka Nurul dan ada tangkapan layar percakapan Priyanto yang meminta nomor rekening ke tersangka (Nurul)," ujarnya.

Setelah Nurul, menurut Argo, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk memanggil mereka yang turut terlibat dalam pertemuan tersebut. Seperti asisten wasit, wasit cadangan, dan perangkat pertandingan. Mereka akan dimintai keterangan untuk mengetahui apa peran masing-masing dalam pertandingan tersebut.

"Ya, kami akan memeriksa semuanya yang ikut dalam pertemuan tersebut. Karena kami perlu mengetahui apa yang mereka bicarakan dan apa peran masing-masing orang dalam pertemuan tersebut," tuturnya. 

Pemanggilan para pemain yang terindikasi terlibat pengaturan skor ini pun bisa juga dilakukan. Namun, Argo mengaku belum bisa menjelaskan apakah masalah ini juga berhubungan dengan judi online atau tidak.

"Kami belum mendapatkan infomasi tersebut (pengaturan skor dengan judi online), tapi kemungkinan bisa terjadi ya. Hanya saja indikasi ke sana belum dapat kita temukan," ungkapnya.***

Bagikan: