Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Cerah, 17.3 ° C

Target Timnas di AFF 2019 Ditentukan Setelah Uji Coba

Wina Setyawatie
PELATIH Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri memberikan keterangan pada konferensi pers persiapan Timnas U-22 jelang Piala AFF U-22 di Jakarta, Jum'at, 4 Januari 2019. Pelatih Indra Sjafri mempersiapkan pemain yang akan memperkuat Timnas Indonesia U-22 menjelang perhelatan Piala AFF U-22 pada Februari di Kamboja, Kualifikasi AFC U-23 pada Maret di Vietnam, dan Sea Games 2019 pada Desember di Filipina.*/ANTARA
PELATIH Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri memberikan keterangan pada konferensi pers persiapan Timnas U-22 jelang Piala AFF U-22 di Jakarta, Jum'at, 4 Januari 2019. Pelatih Indra Sjafri mempersiapkan pemain yang akan memperkuat Timnas Indonesia U-22 menjelang perhelatan Piala AFF U-22 pada Februari di Kamboja, Kualifikasi AFC U-23 pada Maret di Vietnam, dan Sea Games 2019 pada Desember di Filipina.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Dengan persiapan yang hanya dua pekan saja, Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri mengaku baru akan menetapkan target di Piala AFF U-22 2019 Februari mendatang. Ini setelah skuad inti Timnas U-22, seusai tiga ujicoba Timnas yang akan digelar pada Januari-Februari nanti. 

"Saya pikir setiap pelatih tentu punya target tinggi. Tetapi tinggi saja tidak bisa, tetap harus realistis. Saya pribadi akan membuat tim ini secepat mungkin terbentuk setelah ujicoba nanti, lewat satu pertandingan internasional dan ada tiga partai lokal. Setelah itu baru saya bisa mematok target apa di AFF nanti. Saya berharap kami tidak terlalu lama dengan seleksi pemain untuk Piala AFF," katanya usai latihan Timnas di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Sebelumnya PSSI tidak menetapkan target apapun di Piala AFF. Mengingat target puncaknya adalah medali emas SEA Games di akhir tahun ini, maka Piala AFF hanya dijadikan mereka sebagai ajang ujicoba untuk Timnas U-22.

Sejauh ini, proses adaptasi pemain yang memiliki latar belakang pengalaman berbeda berjalan dengan lancar. Para pemain menurut dia sudah bisa beradaptasi dengan cepat.

"Sejauh ini Alhamdulillah, dalam dua hari ini kami sudah mulai nyambung komunikasinya. Semoga kedepannya lebih baik," ucapnya.

Idealnya persiapan Timnas memang harus melewati seleksi atau TC jangka panjang, asalkan kompetisinya berjalan. Sementara problem Timnas saat ini adalah kompetisi di Indonesia sedang libur. Hingga membuat pemain melakukan "pre-seasonnya" justru di Timnas. 

"Harusnya tidak begitu. Pemain melakukan persiapan di klub, dan ketika dipanggil Timnas mereka sudah siap. Tapi ini kebalikannya, khusus pemain lokal. Untuk yang bermain di luar negeri, kami cukup diuntungkan karena mereka telah menjalani "pre-season di klub masing-masing. Makanya mereka hanya akan dipanggil saat kami memerlukan nanti untuk "game plan". Kita harus hadirkan mereka," katanya.

Terkait dengan uji coba, Indra mengaku pihaknya mendapatkan konfirmasi dari PSSI bahwa Timnas harus melakoni laga tandang, keluar dari Indonesia untuk uji coba internasional. Saat ini pihaknya masih berdiskusi di PSSI baik tim pelatihan dan administrasi untuk melihat apakah perlu Timnas menjalani ujicoba away ini.

"Saat katanya belum ada yang pas untuk datang ke Indonesia karena mereka juga masih training camp. Jadi belum diputuskan untuk uji coba luar, karena kalau kemungkinan kami yang harus ke luar negeri," tuturnya. 

Saat dikonfirmasi, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destiara mengatakan bahwa Tiongkok yang awalnya akan jadi calon lawan ujicoba Timnas U-22, saat ini sedang TC di Australia. Rencananya memang mereka akan ke Indonesia, namun pihak Tiongkok mengaku justru mengundang balik Timnas kesana.
"Itu sedang kami pertimbangkan," ucapnya.***

Bagikan: