Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 17.3 ° C

Sebelum Inkrah, Para Tersangka Pengaturan Skor Masih Berstatus Exco PSSI

Wina Setyawatie
KETUA Umum PSSI Edy Rahmayadi (kanan) bersama Sekjen PSSI Ratu Tisha (kiri) memaparkan program pencapaian prestasi sepak bola Indonesia di Medan, Rabu 5 Desember 2018. */ANTARA FOTO
KETUA Umum PSSI Edy Rahmayadi (kanan) bersama Sekjen PSSI Ratu Tisha (kiri) memaparkan program pencapaian prestasi sepak bola Indonesia di Medan, Rabu 5 Desember 2018. */ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- PSSI belum bisa menentukan hukuman untuk anggota Komite Eksekutif (exco) PSSI yang telah berstatus tersangka pengaturan skor. Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu inkrah pihak exco tersebut. 

"Ada exco yang sudah ditahan. Tak perlu saya sebutkan, semua sudah tahu. Terus bagaimana proses-proses berikutnya itu yang tadi kami bahas. Hukuman buat dia? Oh belum. Kami menunggu ikhrah si Johar (Lin Eng),” kata Edy Rahmayadi, seusai rapat exco di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis 3 Januari 2019.

Gubernur Sumatera Utara itu menjelaskan, berdasarkan pembahasan yang dilakukan, PSSI memutuskan sejak awal mengirim kuasa hukum. “Selepas ingkrah ini jelas, kami (PSSI) baru akan mengambil langkah," ujarnya. 

Sebelum ada kejelasan soal ingkrah ini, kata dia, maka Johan Lin Eng yang juga merupakan Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, masih berstatus sebagai exco. Begitu juga dengan status keanggotaan PSSI lainnya yang juga telah berstatus tersangka, Dwi Irianto (Komdis PSSI), oleh Satgas Pemberantasan Pengaturan Skor Bareskrim Polri. 

"Ya ‘anak’ kita ini kan diperiksa untuk mencari ada salah satu tidak. Kalau memang salah, saya mau dihukum dia. Karena PSSI bisa jadi bersih karena hal ini. Untuk status keanggotaan kedua tersangka, semua akan dan harus diputuskan lewat Kongres. Saya saja ambil keputusan harus lewat kongres," ucapnya. 

PENGATURAN skor sepak bola.*/DOK. PR

Apa yang dilakukan oleh semua stakeholder sepak bola Indonesia saat ini, termasuk pemerintah dan pihak Kepolisian, sangat dihargai oleh Edy Rahmayadi. Pasalnya sejak awal, ia berkeinginan agar seluruh masyarakat Indonesia merasa memiliki PSSI. 

"Sejak awal saya memang mau seluruh rakyat Indonesia merasa memiliki PSSI. Mari sama-sama kita awasi. Mungkin memang sulit baru sekarang terlaksana, untuk itu saya apresiasi langkah kepolisian. Kami bersama-sama akan memberantas itu dan kita selesaikan semua hingga 2019 PSSI murni handal daalm mengelola sepak bola," tuturnya. 

Dia pun meminta, agar Komite Ad Hoc PSSI yang akan menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian dalam mencari fakta di lapangan mengenai sudah harus terbentuk di pekan-pekan ini. Sebelum memutuskan siapa yang akan duduk di dalam tim tersebut, PSSI terlebih dahulu akan bertemu dengan FIFA dan kepolisian, untuk membahas tugas pokok dan fungsi masing-masing area kerjanya nanti.

Rencanaya pertemuan itu akan berlangsung sebelum pelaksanaan Kongres Tahunan PSSI, 20 Januari mendatang. Edy Rahmayadi meyakini dengan terbentuknya tim gabungan tersebut, bisa menjadikan PSSI lembaga yang handal, profesional, dan bermartabat. 

"Jadi sudah ditentukan harus di minggu-minggu ini. Harusnya sudah terbentuk minggu kemarin, tapi begitu sibuk karena masih ada Liga bermain hingga agak terlambat. Tim ini akan di-endorse nanti dalam Kongres (20 Januari). Nanti Anda tunggu di dalam kongres. Saya bilang begini nanti tahunya diubah lagi sama Pak Joko (Driyono, Waketum), nanti jadi enggak enak lagi," kata Edy Rahmayadi.

Agenda kongres

Dalam rapat tersebut diungkap pula agenda utama Kongres Tahunan PSSI, 20 Desember mendatang. Selain pertanggungjawaban PSSI tahun lalu dan program PSSI untuk tahun ini, ada agenda lain yang akan jadi pembahasan utama.

Edy Rahmayadi menegaskan bahwa di kongres nanti, pihaknya akan membahas terkait jadwal kompetisi Liga 1 2019, serta isu pengaturan skor yang melibatkan sejumlah nama di lingkungan PSSI.

"Kepastian Liga akan kita bahas di kongres nanti. Karena 2019 kedepan ini PSSI mengagendakan program jangka panjang hingga 2023 nanti, yang pasti kompetisi musim depan akan bergulir selesai Pemilu Presiden (April) nanti. Dimana tanggal 19, kita akan membahas even dalam sepak bola dan kedua pasti akan berbicara soal siapa yang membiayai dan berapa biayanya. Selain masalah itu, kami juga akan membahas mengenai isu pengaturan skor ini," ucapnya. 

PENGATURAN skor sepak bola.*/DOK. PR

Dia berharap semua pihak belajar dari adanya penanganan kasus pengaturan skor ini. Bahwa kompetisi harus bersih dan jujur, hingga bisa mendapatkan atlet yang handal untuk Timnas. 

"Tidak boleh lagi ada pengaturan skor, tidak ada lagi mendanai wasit. Jadi akan kita bentuk badan penentu wasit yang independen, hingga tidak ada tawar menawar lagi soal wasit," katanya.***

 

Bagikan: