Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.4 ° C

Pemuda Purwakarta Thoriq Alkatiri Wasit Terbaik Liga 1 2018

Wina Setyawatie
Thoriq Alkatiri (kiri)/PSSI.ORG
Thoriq Alkatiri (kiri)/PSSI.ORG

JAKARTA, (PR).- Wasit asal Purwakarta, Jawa Barat, Thoriq Alkatiri dianugerahi penghargaan sebagai Wasit Terbaik kompetisi sepakbola profesional Indonesia, Go-Jek Liga 1 2018. Dia terpilih oleh panel PSSI karena dinilai bisa memenuhi lima kriteria penilaian sebagai wasit terbaik. 

Selain mampu memimpin pertandingan dengan baik selama musim Liga 1, dia juga mampu menunjukkan kepemimpinan (leadership), kerapian dan kepercayaan diri (appearence), gesture tubuh dan kondisi fisik yang fit (performance), cara berkomunikasi kepada pemain dan ofisial serta cara menghadapi proses pemain/oficial (communication), dan rekor kepemimpinan pertandingan yang bagus (handicap). 

Bagi wasit berusia 30 tahun ini penghargaan wasit terbaik ini bukan untuk kali pertama. Sebelumnya, dia sudah pernah mendapatkan penghargaan yang sama pada musim kompetisi 2014, serta dua turnamen Pra-musim di 2015 dan 2016. 

Toriq juga merupakan salah satu wasit terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini, mengingat dirinya telah memiliki lisensi FIFA sejak 2014 lalu. Bukan hanya sebatas punya lisensi FIFA saja, namun dia juga berhasil menempatkan dirinya dalam jajaran wasit Elite AFC yang memimpin pertandingan level Asia, seperti Liga Champion Asia 2018. Dia merupakan satu-satunya wasit elite AFC yang dimiliki Indonesia. 

Ketegasannya bisa dilihat dari berapa kartu yang dikeluarkannya sepanjang musim kompetisi ini. Dari 16 pertandingan Liga 1 dipimpinnya, serta dua kali bertugas sebagai fourth official, total sudah ada 59 kartu kuning dan tiga kartu merah keluar dari kantongnya.

Jaga performance

Penyerahan penghargaan ini dilakukan oleh Chief Operating Officer (COO) PT Liga Indonesia Baru (LIB) Tigorshalom Boboy (PT LIB) di Kantor LIB, Menara Mandiri, Jakarta Jumat 21 Desember 2018.

Kembali mendapatkan penghargaan wasit terbaik, Thoriq merasa bersyukur namun juga artinya dirinya harus kerja keras. Pasalnya, selain sebuah prestasi, penghargaan itu dinilainya sebagai sebuah tanggung jawab juga. 

"Alhamdulillah. Penghargaan ini menjadi motivasi saya untuk selalu menjaga performance. Ini juga menjadi sebuah kebanggaan sekaligus beban untuk saya," ungkap Thoriq yang sudah berkarier menjadi wasit sejak usia 18 tahun.

Dirinya mengaku bersyukur, karena apa yang dikerjakannya selama ini selalu mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan rekan-rekannya. Hal itu mengingat wasit adalah pekerjaan utama dirinya. 

Tigor sendiri mengapresiasi pencapaian Thoriq Alkatiri. Sebagai perwakilan operator dirinya bahkan berharap akan lebih banyak lagi wasit-wasit Indonesia yang berkualitas, profesional, dan menjunjung tinggi "fair play". 

"Wasit salah satu elemen penting dalam suatu pertandingan, jadi kita juga harus memberikan respek kepada mereka. Mudah-mudahan kedepan ada peningkatan kualitas, bukan hanya Thoriq namun juga untuk wasit-wasit yang lain," ujarnya.***

Bagikan: