Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 28 ° C

PSSI Sambut Baik Polisi Akan Bentuk Satgas Pemberantasan Pengaturan Skor

Wina Setyawatie
KETUA Umum PSSI Edy Rahmayadi (kanan) bersama Sekjen PSSI Ratu Tisha (kiri) memaparkan program pencapaian prestasi sepak bola Indonesia di Medan, Rabu 5 Desember 2018. */ANTARA FOTO
KETUA Umum PSSI Edy Rahmayadi (kanan) bersama Sekjen PSSI Ratu Tisha (kiri) memaparkan program pencapaian prestasi sepak bola Indonesia di Medan, Rabu 5 Desember 2018. */ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Niatan polisi untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Pengatur Skor Sepak Bola diapresiasi positif oleh PSSI. PSSI menilai bahwa polisi bisa menangani pengaturan skor melihat dari segi hukum pidananya. 

Itu mengingat pihaknya hanya bisa memberantas dan menangani dari sisi hukum sepakbolanya. Hal tersebut diungkapkan Direktur Media Relation dan Digital Promotion PSSI Gatot Widakdo saat dihubungi "PR", Rabu 19 Desember 2018. 

"Dengan adanya Satgas Penanggulangan dari pihak keolisian itu bagus banget. Kita cukup positif lah. Karena wilayah pelanggaran itu memang domainnya kepolisian, secara pidananya. Melihat dari judinya, penyuapannya, dll.," tuturnya. 

Sementara dirinya menilai, pihak PSSI hanya bisa menangani dari sanksi sepakbolanya. Melihat dimana pelanggaran disiplinnya. 

"Kami malah berharap, sekarang dibuka saja semua. Jangan ngomong hanya katanya-katanya. Keluarkan saja semua buktinya, terus biar nanti polisi yang akan melanjutkannya," katanya menambahkan. 

Dalam pembentukan Satgas Pemberantasan Skor Sepak Bola, menurut Gatot, pihaknya belum diajak kerjasama oleh Kepolisian. Hanya saja, dirinya menilai tidak tertutup kemungkinan kerjasama itu ke depannya ada. Apalagi PSSI juga berencana untuk membentuk Komite Ad Hoc untuk menyikapi pengaturan skor dalam sepak bola. 

"Ya arahnya pasti kesitu ujungnya. Bisa saja nanti kita kerjasama bukan hanya dengan pihak kepolisian, namun juga pemerintah, dan stakeholder olahraga lainnya. Apalagi kami juga telah memberikan ruang yang selebar-lebarnya untuk masalah pengaturan skor ini," tuturnya. 

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berencana membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Pengaturan Skor Sepak Bola. Keterangan tersebut dilontarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. 

Tujuan pembentukan Satgas ini adalah untuk mengantisipasi pengaturan skor yang banyak dilaporkan ke polisi. Menurut dia, memang sudah seharusnya oknum mafia pengaturan skor sepak bola nasional diberantas. 

"Dalam waktu dekat pembentukannya," ujarnya. 

Komite ad hoc

Saat ini, katanya, pihak Direktorat Tindakan Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri tengah menjajaki kerja sama dengan PSSI. 

Sementara itu, pihak PSSI memastikan pembentukan Komite Ad Hoc Pengaturan Skor tersebut akan diputuskan dalam Kongres Tahunan PSSI, Januari mendatang di Bali. 

Komite ini nantinya akan bertugas menyelidiki segala penemuan yang aneh di lapangan. Selain itu, Komite ini juga akan bertugas membuat program-program penanggulangan. Mereka akan bertanggung jawab kepada para Komite Eksekutif PSSI selaku pengambil keputusan. 

Siapa orang-orang yang akan terlibat dalam komite ini, bukan hanya dari PSSI, namun juga ada keterlibatan dari stakeholder sepak bola di luar PSSI. Prinsipnya yang jelas bukan nama-nama atau orang namun sistem yang akan dibikin Komite Ad Hoc. ***

Bagikan: