Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 27.9 ° C

44 Tim dari 13 Provinsi Terjun di Kejurnas R6 Arung Jeram 2018 Sungai Ciwulan

Miradin Syahbana Rizky
SEJUMLAH panitia pelaksana tengah mengecek jalur Sungai Ciwulan, di Urug Lapang, Kawalu, Tasikmalaya, Senin, 3 Desember 2018. Pengprov FAJI Jabar memastikan pihaknya siap menggelar Kejurnas R6 2018 pada 13 hingga 16 Desember 2018.*
SEJUMLAH panitia pelaksana tengah mengecek jalur Sungai Ciwulan, di Urug Lapang, Kawalu, Tasikmalaya, Senin, 3 Desember 2018. Pengprov FAJI Jabar memastikan pihaknya siap menggelar Kejurnas R6 2018 pada 13 hingga 16 Desember 2018.*

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 44 tim dari 13 provinsi Se-Indonesia siap meramaikan Kejuaraaan Nasional (Kejurnas) arung jeram 2018 di Sungai Ciwulan, Urug Lapang, Kawalu, Tasikmalaya pada 13 hingga 16 Desember 2018. Sekum Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jabar Iwan Ruswanto memastikan Jabar sudah siap 99 persen menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya di level Kejurnas.

“Prinsipnya sebagai tuan rumah Jawab Barat sudah siap dilaksanakannya kejurnas R6 2018. Segala kendala yang ada selalu capat diantisipasi karena semua mempunyai semangat yang sama untuk menyukseskan acara. Soal tantangan pasti ada, setiap tuan rumah mempunyai tantangan dan harapan membuat kejuaraan ini dapat memberikan yang terbaik bagi seluruh komponen yang terlibat,” ucap Iwan yang ditemui di Sekretariat FAJI Jabar, Margahayu, Kota Bandung, Selasa, 4 Desember 2018.

Iwan mengungkapkan, tiga belas provinsi yang memastikan mengikuti Kejurnas R6 2018 yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Papua, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, dan Jawa Timur. Menurut dia, tak semua tim mengikuti empat kelas yang dipertandingkan.

“Pada Kejurnas R6 2018, ada empat kelas yakni youth, junior, open, dan master. Dengan dua kategori yakni putra dan putri. Nomor pertandingan ada empat juga yakni sprint, head to head, slalom dan down river race. Di kelas master putra ada tiga tim, putri satu tim, kelas open putra ada 8 tim, putri juga sama 8 tim, kelas junior putra ada 8 tim dan putri 6 tim, kelas youth ada enam putra dan empat tim. Total semuanya 44 tim,” tuturnya.

Untuk itu, Iwan mohon doa kepada seluruh masyarakat Jabar agar pihaknya sukses menggelar Kejurnas R6 2018. Pasalnya, saat ini Jabar menjadi tolak ukur kesuksesan cabor arung jeram di tingkat Nasional. 

Sehingga jika semuanya berjalan sesuai rencana maka arung jeram bisa menjadi salah satu cabor yang diperhitungkan pada PON 2020.

“Tentunya semua yang terlibat mempunyai tekad untuk bahu-membahu supaya sukses prestasi dan penyelenggaraan. Mohon doanya untuk masyarakat Jabar supaya kami bisa maksimal dalam kejurnas R6 tahun 2018,” tuturnya.

Pertahankan gelar



Sementara itu, pelatih kepala tim Jabar pada Kejurnas R6 2018 mengatakan pihaknya akan mengirimkan tujuh tim. Mereka akan bertanding di kelas youth putri, youth putra, junior putra dan putri, open putra dan putri serta master putra.

Menurut dia, Jabar terus fokus untuk mempertahankan gelar juara Kejurnas yang didapatkan tahun lalu.

“Jabar fokus dalam mempertahankan Juara bertahan di Kejurnas nanti. Saat ini kita sudah mendapatkan poin sebagai tuan rumah dimana kita memiliki 4 tim unggulan yakni youth men, youth women, junior putra dan junior putri. Mereka punya pengalaman bertanding yang baik dan ditangani oleh para pelatih yang sarat akan pengalaman,” kata Harris.

Dia menambahkan, Kejurnas 2018 dipastikan berjalan ketat dan menarik. Itu karena, para peserta akan tertantang dengan kondisi debit air yang menunjang di Sungai Ciwulan. Dengan begitu, tim siap berlomba memperebutkan tiket bertanding di kejuaraan internasional pada Mei 2019.

“Tantangannya adalah keadaan cuaca yang sangat menunjang dengan tingginya debit air di venue Sungai Ciwulan Tasikmalaya. Kejurnas R6 FAJI adalah ajang yang sangat bergengsi di perhelatan kompetisi Arung Jeram di Indonesia. Seluruh peserta bertarung memperebutkan tiket mewakili Indonesia di World Rafting Championship di Australia bulan Mei tahun 2019 nanti,” katanya.

Mengenai siapa lawan terkuat, menurut Harris, pihaknya melihat potensi tersebut ada di tim DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Aceh. Pasalnya, mereka telah mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi Kejurnas 2018.

“Tapi siapapun lawannya, Jawa Barat tetap fokus untuk mempertahankan gelar juara bertahan dan target untuk kembali mendapatkan tiket menuju WRC mewakili Indonesia. Kami ingin mempertahankan peringkat dunia yang dimiliki Indonesia saat ini yang memang diwakili oleh atlet-atlet asal Jabar,” tuturnya.

Untuk mewujudkan itu semua, sebagai pelatih pihaknya terus menggenjot kemampuan maksimal atlet Jabar melalui training camp. Dia optimis dengan TC yang sudah berjalan selama satu bulan ini bisa membuahkan hasil maksimal di Kejurnas R6 2018.

“Diharapkan kerja keras dari tim kontingen berbuah hasil yang baik dalam mengembangkan sumber daya di Jabar untuk dapat mensupport maksimal tim Arung Jeram Jabar dalam pelaksanaan nanti. Target Jabar adalah sapu bersih dalam Kejurnas nanti,” tuturnya.***

Bagikan: