Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 28.4 ° C

Atlet Termuda di Cabor Ekstrem Asian Games 2018

Irfan Subhan
ANDI Ameera Sayaka Cakravastia.*
ANDI Ameera Sayaka Cakravastia.*
BAGI sebagian orang triathlon merupakan salah satu cabang olah raga ekstrem yang menyajikan tantangan tersendiri. Namun, olah raga tersebut justru menjadi cabor favorit dari seorang Andi Ameera Sayaka Cakravastia (18). Siswi kelas XII SMAN 3 Bandung ini bahkan menjadi atlet termuda pada cabang olah raga triarhlon di Asian Games 2018 yang berlangsung di kompleks olah raga Jakabaring, Palembang, bulan Agustus lalu.
Tidak hanya itu, Ameera menjadi satu-satunya atlet dari Indonesia yang diandalkan turun pada nomor elite putri pada pesta olah raga multievent terbesar di Asia tersebut. Tampil di Asian Games merupakan pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan oleh sulung dari dua bersaudara ini.
Hal itu merupakan penampilan perdananya di Asian Games dan menjadi perwakilan Indonesia pada cabang olah raga triathlon. Bahkan Ameera sebelumnya tidak pernah terbayangkan bisa memperkuat tim Indonesia di cabor tersebut.
Saat turun di nomor elit putri, ia bersaing dengan atlet triathlon dunia seperti Yuko Takahashi dari Jepang, Yan Yin Hilda Choi dari Hongkong, Aljerewi Najlaa dari Kuwait, dan Mengying Zhong dari China. Ini
Nomor elite ini merupakan kelas terberat di cbor triathlon karena setiap peserta harus bernenag sebanyak dua putaran (laps). Masing-masing putaran berjarak 750 meter, sehingga total setiap atlet harus berenang sejauh 1,5 kilometer (Km).
Kemudian mereka akan melakukan transisi ke sepeda sejauh 40 Km. Ada enam laps yang masing-masing berjarak 6,7 Km. Selanjutnya, atlet akan melanjutkan pertandingan dengan berlari sejauh 10 Km yang dibagi dalam empat laps.
“Awalnya gak nyangka bisa terpilih masuk ke dalam tim triathlon Indonesia untuk Asian Games karena pas awal seleksi di Bulan Maret katanya yang terpilih hanya dua orang pertama dan aku kebetulan keempat. Sempat ‘hopeless’, ternyata kuotanya ditambah jadi tujuh orang yaitu dari dua putri jadi tiga putri, dan akhirnya terpilih masuk untuk ikut pelatnas,”tutur Andi saat berkunjung ke Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika 77 Kota Bandung, Rabu (28/11/2018).
Putri dari pasangan Andi Cakra Fastia dan Triya Filia Santi ini menuturkan, selama mengikuti pelatnas banyak pengalaman yang sangat berharga yang baru dia rasakan dan tidak pernah akan bisa dilupakan.
“Saat tiba di Surabaya karena waktu itu saya agak sedikit terlambat ikut pelatnas karena ikut dulu UAS, pelatih bilang dua hari lagi kita akan pindahan ke Situbondo. Pas pelatih tanya sepeda kamu baik-baik saja kan, sempet gak sadar. Tetapi pas terakhir dikasih tahu pindahan dari Surabaya ke Situbondo akhirnya kaget dan sempat gak percaya,”katanya.
Harus bersepeda dari Surabaya ke Situbondo dengan jarak kurang lebih 180 kilometer menjadi salah satu tantangan yang Andi hadapi saat mengikuti Pelatnas. Tidak hanya itu, dia pun untuk kali pertama dalam hidupnya harus merasakan jauh dari keluarga saat Idulfitri lalu.
“Sempat ingin nangis, nahan marah, nahan kesel ditambah sempat bingung karena lebaran gak dibolehkan pulang. Tetapi akhirnya keluarga yang datang ke Situbondo (tempat Pelatnas) dan membawakan kue lebaran. Banyak pengalaman baru selama ikut Pelatnas dan itu juga jadi semakin memperkuat mental kita,”ujarnya.
Selain Asian Games, Ameera pun sering mengikuti berbagai event kejuaraan triathlon baik di Indonesia maupun luar negeri seperti Singapura dan Hongkong. Awal mula dia mengikuti olah raga ini karena diajak sang ayah untuk mencoba ikut di salah satu kejuaraan pada tahun 2015 hingga akhirnya Andi pun jatuh cinta dan serius menggeluti triathlon.
Sebelum terjun di triathlon, Ameera sendiri rutin mengikuti les renang dan bahkan bergabung dengan salah satu klub renang ternama di Kota Bandung. Namun, setelah mencoba ikut di kejuaraan triathlon, perlahan ia pun lebih senang menggeluti olah raga yang menggabungkan renang, berlari, dan sepeda tersebut.
Sosok kelahiran 24 Desember 2000 ini pun berharap cabang olah raga triathlon di Indonesia bisa semakin berkembang dan lebih banyak event kejuaraan yang diadakan, mengingat saat ini untuk event tersebut masih bisa dihitung dengan jari. ***
Bagikan: