Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sebagian cerah, 23 ° C

56 Atlet Jabar Siap Diturunkan pada Kejurnas Arung Jeram 2018

Miradin Syahbana Rizky
PESERTA cabor arung jeram tengah bertanding di Porda XIII 2018 Jabar, Sungai Cianten, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. FAJI Jabar berharap FAJI Kabupaten/Kota segera akhiri polemik hasil Porda Jabar lalu.*
PESERTA cabor arung jeram tengah bertanding di Porda XIII 2018 Jabar, Sungai Cianten, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. FAJI Jabar berharap FAJI Kabupaten/Kota segera akhiri polemik hasil Porda Jabar lalu.*

BANDUNG, (PR).- Sebanyak 56 atlet arung jeram hasil seleksi daerah (Selekda) siap diterjunkan di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram yang akan dilaksanakan pada 12 hingga 17 Desember 2018 di Sungai Ciwulan, Kabupaten Tasikmalaya. Ketua Umum Pengprov Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat, M Syaiful Bima mengatakan sebelumnya jumlah atlet yang mengikuti seleksi mencapai 78 orang.

"Alhamdulillah kami telah memiliki 56 atlet hasil selekda yang sebelumnya mencapai 78 orang. Mereka adalah para atlet dengan potensi luar biasa," ucap Bima yang ditemui di Sekretariat FAJI Jabar, Margahayu, Kota Bandung, Kamis, 8 November 2018.

Dia menambahkan, mendapat kesempatan sebagai tuan rumah, Jawa Barat tentunya sangat berambisi untuk mempertahankan gelar juara umum yang sudah diraihnya selama 3 tahun. Apalagi, saat ini proses seleksi atlet dilakukan secara terbuka dengan melibatkan langsung Pengcab FAJI Kabupaten/kota.

"Setelah sukses menggelar kegiatan Porda XIII di Kabupaten Bogor, selanjutnya kita akan menghadapi Kejurnas Arung Jeram tahun 2018 yang akan berlangsung di Tasikmalaya. Kejurnas kali ini tentu akan menjadi ajang pembuktian untuk FAJI Jawa Barat apakah mampu mempertahankan gelar juara umum yang ketiga kalinya atau tidak," katanya.

Adapun gelar juara umum yang telah berhasil diperoleh FAJI Jawa Barat selama Kejurnas berlangsung diantaranya didapat di DIY Yogyakarta pada tahun 2016 dan terakhir di Pekalen Jawa Timur pada tahun 2017. Menurut Bima, untuk tahun tahun 2018, seluruh atlet hasil selekda akan diterjukan kedalam 4 kategori kelas R6, diantaranya Youth, Junior, Open dan Master. 

"Ke-56 orang atlet kita akan terjun di 4 kategori kelas R6 yaitu Youth, Junior, Open dan Master. Hasil Kejurnas ini akan mewakili Indonesia pada Kejuaraan Arung Jeram Dunia (World Rafting) di Australia pada bulan Mei tahun 2019," katanya. 

Sehingga, agar Jawa Barat bisa menjadi salah satu bagian dari tim Arung Jeram Indonesia di ajang World Rafting di Australia, pihaknya secara serius menyiapkan serangkaian persiapan yang dimulai dari Selekda hingga pemusatan latihan.

"Kita sudah melaksanakan Selekda dimana ke-56 atlet dari 9 pengcab telah terpilih didalamnya. Dan sekarang kita sedang menjalani pemusatan latihan, dalam melaksanakan pemusatan kita lakukan secara desentralisasi di tiga tempat yaitu di Sungai Citarik Kabupaten Sukabumi, Sungai Citarum KBB dan Sungai Ciwulan Tasikmalaya," ucapnya.

Dengan demikian, Bima mengaku sangat optimistis bisa mempertahankan gelar juara umum tahun ini. "Rasa optimisme terlihat jelas dari seluruh Atlit dan Pelatih yang dipersiapkan kita yakin bisa mempertahankan gelar juara umum tahun ini. Dan Kejurnas ini juga bisa dijadikan gambaran kekuatan di PON XX Tahun 2020 Papua," tuturnya.

Sementara itu, Bidang Psikologi KONI Jabar Ardanti mengatakan untuk meningkatkan prestasi arung jeram maka perlu penanganan tersendiri kepada para atletnya. Hal ini karena khusus atlet arung jeram memang ada kekhasan dibanding olahraga lain.

"Arung jeram punya pasion sndiri. Itu karena olahraga ini bersentuhan langsung dengan karakter alam sehingga dituntut untuk konsentrasi tersendiri terhadap media lombanya. Jadi meningkatkan prestasi mereka akan menjadi tantangan tersendiri untuk psikologi KONI Jabar ," tuturnya.***

Bagikan: