Pikiran Rakyat
USD Jual 14.273,00 Beli 13.973,00 | Umumnya cerah, 23.2 ° C

Jawa Barat Hanya Dapat Satu Seri IBL 2018/2019

Wina Setyawatie
PEBASKET Garuda Bandung, Rionny Rahangmetan (kiri) berusaha melewati hadangan pebasket Satya Wacana Salatiga, Andreas Rismawan (kanan) pada Turnamen Pramusim Indonesian Basketball League (IBL) di Gor Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Kamis, 18 Oktober 2018 lalu.*
PEBASKET Garuda Bandung, Rionny Rahangmetan (kiri) berusaha melewati hadangan pebasket Satya Wacana Salatiga, Andreas Rismawan (kanan) pada Turnamen Pramusim Indonesian Basketball League (IBL) di Gor Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Kamis, 18 Oktober 2018 lalu.*

JAKARTA, (PR).- Jawa Barat hanya mendapatkan jatah satu seri di Indonesia Basketball League (IBL) 2018/2019. Musim ini, Cirebon diganti oleh Bali sebagai kota penyelenggaraan kompetisi basket tertinggi di tanah air. 

Satu-satunya kota di Jawa Barat yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan IBL musim ini hanya Kota Bandung, yang merupakan kandang dari Tim Garuda. Bandung akan menjadi tuan rumah seri kelima, 25-27 Januari 2019. Adapun Cirebon baru sekali menjadi tuan rumah penyelenggara seri reguler pada musim 2017/2018.

Direktur IBL Hasan Gozali dalam jumpa pers di Hotel Santika, Jakarta, Selasa, 6 November 2018 mengatakan, Cirebon diganti dengan Bali karena pihaknya ingin memperluas jangkauan. Bali jadi satu-satunya kota penyelenggara yang berada di luar Pulau Jawa.

"Dari hasil evaluasi musim lalu, Cirebon animo penontonnya kurang. Lalu, terkendala masalah akses menuju ke sana. Tidak ada transportasi langsung menuju Cirebon, jadi harus ke Jakarta dulu, lanjut jalan darat yang memakan waktu cukup lama," katanya.

Bali dinilai memiliki pasar yang cukup besar untuk penyelenggaraan IBL. Pihaknya pun ingin mencoba selama satu musim terlebih dahulu untuk melihat sebesar apa animo penontonnya.

"Ini juga untuk merangkul penggemar basket nasional yang berada di luar Pulau Jawa. Terlebih, Bali memiliki fasilitas (lapangan) yang cukup baik," ucapnya.

IBL musim ini akan berlangsung dalam 8 seri regular, satu seri fase gugur, babak "besar" dan final, serta satu seri untuk perang bintang IBL.

Seri reguler IBL akan dimulai dari Semarang (30 November - 2 Desember), kemudian lanjut Jakarta (7-9 Desember), Denpasar (14-16 Desember), Solo (10-12 Januari), Bandung (25-27 Januari), Surabaya (1-3 Februari), Malang (8-10 Februari), dan berakhir di Yogyakarta (15-17 Februari).

Fase gugur (6 besar) akan berlangsung pada 1-3 Maret, lanjut dengan Babak "4 Besar" pada 15-17 Maret dengan tuan rumah yang akan dikonfirmasi selanjutnya. Final IBL musim ini akan berlangsung dengan format kandang-tandang pada 28-31 Maret 2019.

Sementara Perang Bintang IBL akan digelar pada jeda seri empat ke seri lima, 13 Januari 2019 di Solo. Ini baru pertama kalinya penyelenggaraan Perang Bintang IBL di helat di luar Jakarta.***

Bagikan: