Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 20.5 ° C

Jokowi: Anggaran Bonus Atlet Tak Merugikan Negara

Wina Setyawatie
PRESIDEN Joko Widodo (tengah) disaksikan Menko PMK Puan Maharani (kedua kanan) dan Menpora Imam Nahrawi (kanan) berjabat tangan dengan atlet Asian Para Games 2018 usai menyerahkan bonus prestasi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 13 Oktober 2018. Presiden memberikan bonus uang kepada para atlet yang meraih medali dalam Asian Para Games 2018 karena dianggap telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.*
PRESIDEN Joko Widodo (tengah) disaksikan Menko PMK Puan Maharani (kedua kanan) dan Menpora Imam Nahrawi (kanan) berjabat tangan dengan atlet Asian Para Games 2018 usai menyerahkan bonus prestasi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 13 Oktober 2018. Presiden memberikan bonus uang kepada para atlet yang meraih medali dalam Asian Para Games 2018 karena dianggap telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.*

JAKARTA, (PR).- Meskipun pemerintah mengeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih banyak untuk bonus atlet, tapi Presiden RI Joko Widodo menilai negara tidak rugi. Karena hasil yang dicapai oleh para atlet di Asian Para Games (APG) 2018 ini dinilainya sepadan.

"APBN yang luar biasa, lebih banyak. Tapi negara kita tidak rugi, karena kalian (para atlet) telah mengangkat nama Indonesia ke kancah Asia," katanya dalam penyerahan bonus atlet APG 2018 di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Baginya, apa yang dicapai oleh kontingen Indonesia adalah sebuah kerja keras yang luar biasa. Dari 16 emas dan masuk 8 besar yang ditargetkan, ternyata justru jauh melampaui dengan raihan yang lebih baik.

"Waktu saya lihat, empat tahun lalu kita baru dapat 9 emas, saya bilang ini sebenarnya bisa 18 emas atau paling tidak targetnya sudah terlampaui. Tapi ternyata hari berikutnya saya diberitahu sudah 24 emas. Lalu, berikutnya menjadi 34. Saya tadi dikasih tahu, kalau masuk 35 medali emas, kita bisa rangking lima," tuturnya.

Sejak awal, Jokowi mengaku sudah melihat dedikasi dan kerja keras para atlet, ketika ia berkunjung meninjau Pelatnas Asian Para Games. "Saya lihat bulutangkis, tenis meja, lawn bowls, menembak. Saya lihat sebuah dedikasi dan kerja keras mereka dalam menyiapkan diri dalam menghadapi Asian Para Games ini. Sesuatu yang luar biasa," tuturnya dengan bangga. 

Secara simbolis, Jokowi menyerahkan bonus kepada para peraih medali. Dia kembali menekankan bahwa bonus yang diberikan sama dengan bonus Asian Games.  "Saya sampaikan berkali-kali, tidak ada perbedaan antara Asian Games dan Asian Para Games. Peraih emas yang jelas dapat Rp 1,5 miliar, terserah mau dipake apa. Tapi saya bangga terhadap saudara-saudara semua," kata Jokowi.

Anggaran yang disiapkan pemerintah untuk peraih medali Asian Para Games 2018 ini total Rp 231 miliar. Dimana Rp 27 miliarnya adalah dana tambahan yang memang dipersiapkan oleh Kemenpora. 

Jika peraih medali emas perorangan mendapatkan Rp 1,5 miliar, maka peraih perak Rp 500 juta, dan perunggu Rp 250 juta.

Tambah emas



Sementara itu, di hari pertandingan terakhir APG 2018, Indonesia mendapat  tambahan empat emas dan tiga perak dari cabang para para bulutangkis serta balap sepeda. Medali terakhir dari balap sepeda datang dari nomor trek B Kilo putri, dimana pebalap Indonesia Sri Sugiyanti sukses mencatatkan waktu tercepat kedua dengan 1 menit 17,717 detik. 

Waktu tercepat di nomor ini dihasilkan oleh pebalap Malaysia, Nur Azlia Syafinaz dengan 1 menit 16,839 detik. Lalu, perunggu dihasilkan oleh pebalap Singapura Emily Lee Soek Bee dengan waktu 1 menit 21,903 detik. 

Sedangkan bulutangkis mempersembahkan medali terbanyak bagi Kontingen Indonesia. Empat emas dihasilkan dari nomor tunggal putra SU-5 (tuna daksa) lewat Dheva Anrimusthi yang menang dua gim langsung 22-20, 21-13 atas rekan senegaranya Suryo Nugroho, lalu ganda putra SU-5 yang juga mempertemukan all Indonesian finals, yang dimenangkan oleh Dheva. 

Dheva dinomor ini berpasangan dengan Hafizh Briliansyah. Mereka mengalahkan Suryo-Putra Oddie Kurnia Dwi dengan poin mudah 9-21, 9-21. 

Emas berikutnya datang dari ganda putra SL 3-4 (tuna daksa) dimana Fredy Setiawan-Dwiyoko mengkandaskan impian ganda Korea, Jeon Sunwoo-Joo Dongjae setelah menang dengan poin ketat 22-20, 22-20 dan nomor ganda campuran SL3-SU5 dimana Leani Ratri Oktila kembali merebut emas keduanya. 

Bersama Hary Susanto, pasangan nomor 1 dunia di kelasnya ini menang mudah 21-7, 2-10 atas pasangan Thailand, Taemarrom Siripong-Saensupa Nipada. 

Dengan tambahan medali tersebut, maka Indonesia finis di posisi kelima pada klasemen akhir Asian Para Games (APG) 2018 dengan total pencapaian 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu. Ini jauh dari pencapaian Merah Putih sebelumnya empat tahun lalu. 

Bagi Ratri, meskipun dia telah membukukan dua emas dan satu perak tapi dia mengaku tidak puas. Pasalnya, dirinya masih terbayang kegagalannya di tunggal putri. Di tunggal dia membawa pulang perak. 

Nomor tunggal sebenarnya yang menjadi target utamanya untuk medali emas, dan sebaliknya dia tidak terlalu fokus di ganda dan campuran. Hingga ketika dirinya kalah di final tunggal, Ratri pun kecewa berat. Mengingat dirinya sangat ingin memberikan kado kemenangan untuk ibunya. 

"Di tunggal memang kesulitannya adalah untuk mengalahkan diri sendiri. Tidak percaya dengan permainan sendiri dan tidak bisa mengatasi angin, itu yang saya sayangkan," tuturnya.***

Bagikan: