Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Berawan, 22.5 ° C

Serupa dengan Persib, Arema juga Terkena Sanksi PSSI

SUPORTER tim Arema FC membawa spanduk saat Ikrar Damai Sepakbola Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu 29 September 2018. Ikrar damai tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif dalam kancah sepakbola nasional.*
SUPORTER tim Arema FC membawa spanduk saat Ikrar Damai Sepakbola Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu 29 September 2018. Ikrar damai tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif dalam kancah sepakbola nasional.*

PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) kembali menjatuhkan sanksi larangan pertandingan tanpa penonton. Jika pada beberapa waktu lalu Persib Bandung yang harus menerima sanski tersebut, kini giliran Arema FC yang harus rela tampil tanpa dukungan suporter hingga berakhirnya musim kompetisi tahun 2018 baik laga kandang maupun tandang.

Sanksi tersebut diberikan PSSI, lantaran supporter Arema FC melakukan sejumlah aksi anarkis saat laga menghadapi Persebaya Surabaya yang digelar Sabtu 6 Oktober di Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur. Sesaat setelah pertandingan, supporter Arema yang biasa disebut Aremania nekad memasuki lapangan pertandingan.

Bahkan sebelum berlangsungnya laga, ada Aremania yang memasuki lapangan dan melakukan intimidasi kepada pemain Persebaya. Selain itu, pelanggaran lain yang dilakukan oleh Aremania adalah mengeroyok supporter Persebaya Surabaya yang ketahuan hadir di stadion.

Atas pelanggaran ini, Arema FC diberi sanksi larangan menggelar pertandingan tanpa penonton pada laga home maupun pada saat laga away sampai akhir musim kompetisi 2018.

Selain mendapatkan sanksi larangan bertanding tanpa penonton, Arema FC juga mendapatkan denda dengan total Rp. 100.000.000. Denda ini berdasarkan laporan dari pengawas pertandingan dan tim pemantau PSSI yang melihat adanya penyalaan flare serta pelemparan botol yang dilakukan oleh supporter Arema FC.

Sanksi terkait laga Arema vs Persebaya bukan hanya dijatuhkan kepada klub belaka, dua orang supporter Arema FC yaitu Yuli Sumpil dan Fandy dilarang masuk stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup. Hal tersebut dikarenakan keduanya memprovokasi penonton yang lain agar turun ke lapangan.

Terkait sanksi untuk Arema FC, PSSI lewat wakil ketua Joko Driyono menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang melanggar disiplin kompetisi akan ditindak secara tegas dan tanpa pandang bulu, siapapun itu.

“PSSI memastikan setiap pelanggaran disiplin Kompetisi, mendapatkan sanksi. Tidak ada toleransi,” kata Joko Driyono seperti dilansir dari laman resmi PSSI, Kamis 11 Oktober 2018.

Kejadian kerusuhan yang dilakukan oleh suporter Arema FC memang cukup disayangkan, mengingat kerusuhan ini terjadi tidak lama setelah digelarnya deklarasi damai yang dilakukan oleh seluruh klub peserta Liga 1. (Abdul Muhaeminemin)***

Bagikan: