Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Badai petir, 23.6 ° C

Cedera Leher, Insan Nurhaida Atlet Asian Para Games 2018 Membaik

Wina Setyawatie
SPRINTER Indonesia Insan Nurhaida menangis di tengah lapangan usai terjatuh menjelang garis finis saat berlaga dalam babak final nomor 100 meter putri T36 Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018.*
SPRINTER Indonesia Insan Nurhaida menangis di tengah lapangan usai terjatuh menjelang garis finis saat berlaga dalam babak final nomor 100 meter putri T36 Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018.*

JAKARTA, (PR).- Kondisi atlet para atletik Indonesia, Insan Nurhaida yang sebelumnya mengkhawatirkan karena mengalami patah tulang leher pada saat berlomba di nomor 100 meter T36, Rabu 10 Oktober 2018, kini kondisinya sudah membaik. Insan telah mendapatkan penanganan dokter dan dalam kondisi aman saat ini. 

Hal tersebut diungkapkan Manajer Tim Para Atletik Indonesia, Indr0 Catur saat dihubungi "PR", Kamis 11 Oktober 2018. Menurut Indro, saat ini kondisi Insan stabil. Penanganan cepat diberikan kepada peraih dua emas ASEAN Para Atletik tersebut langsung sesaat setelah pertandingan, meskipun awalnya Insan menolak dibawa ke rumah sakit. 

"Iya, kemarin di final sprint. Dia terjungkal pada saat memasuki garis finis. Ada videonya. Saat ini sudah ditangani di RSAL Mintohardjo, sudah beres. Dia kondisinya sekarang stabil dan sadar," tuturnya.

Malam setelah insiden tersebut itu terjadi, menurut Indro, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi langsung menjenguknya. Indro mengaku tidak tahu mengapa Insan bisa sampai terjungkal. Tapi kemungkinan ujarnya, karena kurang keseimbangan. 

Memang, bila melihat video, sejak start Insan yang mengalami disabilitas celebral palsy (gangguan tulang belakang) memang tidak berlari dengan kondisi stabil. 

Badannya sedikit condong ke depan ketika dia memasuki garis finis, hingga saat menyentuh finis dia terjelembab ke gravel lintasan atletik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Padahal pada saat berlomba dia sudah menempati posisi ketiga saat akan masuk ke finis. Namun, karena terjatuh, dia pun tersalip oleh pelari lainnya. Dalam video, dia pun tidak bangun setelah itu. 

Observasi yang dilakukan oleh dokter rumah sakit, menyatakan bila atlet asal Kuningan, Jawa Barat tersebut mengalami retak tulang leher. Bukan hanya itu, dia pun mengalami luka gesek di bahu kanan, pelipis, dan bagian lengan kanannya saat terjelembab ke gravel lintasan. 

Keretakan tulang, Insan diminta istirahat sepekan



Meskipun retak, namun tidak perlu penganan operasi. Insan hanya diminta untuk beristirahat selama sepekan di rumah sakit dan tidak terlalu banyak gerak. 

Staf Ahli Menpora, Andreas Marbun yang mendampingi Menpora saat menjenguk kemarin mengatakan jika tidak ada omongan khusus. Menpora menurutnya hanya memberikan semangat lebih untuk Insan agar tidak sedih dan menyerah. 

"Pak Imam juga mengatakan tidak apa-apa belum medali, yang penting Insan sehat dulu. Tidak ada pembicaraan dia akan ditangani ke rumah sakit khusus olahraga, karena di RSAL pun ternyata dia dapat pelayanan kelas 1. Tempat tidurnya sendiri, jadi lebih nyaman dibandingkan bila pindah ke RSON," tuturnya. 

Menurutnya, sejak Pelatnas Asian Para Games (APG) di Solo dari Januari lalu, memang Insan seringkali menelepon Menpora untuk bisa datang menjenguknya. "Dia memang pengen banget di datangi bapak. Jadi kemarin begitu sudah pindah ke kamar selesai penanganan cederanya, Pak Imam di dampingi CdM (Arminsjah) langsung menjenguknya untuk memberikan semangat," kata dia.***

Bagikan: