Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Juara Grup, Timnas U-16 Melaju ke Perempat Final Piala AFC

Wina Setyawatie

KUALA LUMPUR, (PR).- Hasil imbang 0-0 atas India pada pertandingan terakhir fase Grup C Piala AFC U-16 2018, di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis, 27 September 2018, akhirnya membawa Indonesia ke babak berikutnya. Timnas ke perempat final dengan status juara grup.

Dengan hasil tersebut, maka total peroleh Indonesia di klasemen sementara Grup C adalah 5 poin dari tiga pertandingan di fase grup. Hasil yang sama pun juga diperoleh India. Namun, selisih gol Indonesia yang lebih baik dari India, membuat lawan skuad "Garuda Asia" tersebut hanya finis dengan status runner-up grup. 

Sementara di pertandingan lainnya, meskipun Iran menang besar 5-0 atas Vietnam, namun mereka masih kalah head to head dengan Indonesia dan India, hingga kedua tim itu pun tersingkir. Iran berakhir di peringkat ketiga klasemen Grup C dengan raihan 4 poin, sedangkan Vietnam menjadi juru kunci dengan hasil satu poin yang diperoleh saat menahan imbang Indonesia 1-1.

Meskipun hanya berakhir imbang, namun Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini mengatakan rasa syukurnya. Hasil tersebut mereka persembahkan untuk para suporter Indonesia yang hadir di stadion maupun yang tidak hadir.

"Saya katakan kepada pemain bahwa kita hanya membutuhkan 360 menit saja. Waktu 270 menit telah kita lalu di pertandingan ini, tinggal 90 menit lagi dipertandingan berikutnya untuk bisa mencapai Piala Dunia," tuturnya dalam jumpa pers paska pertandingan. 

Dalam undian babak perempat final, Indonesia masuk ke pot 4 bersama tim-tim unggulan seperti Jepang dan Korea Utara. Hasil tersebut membuat Indonesia akan menghadapi runnerup Grup D.  Pertandingan Grup D sendiri baru akan berlangsung 28 September ini. Sementara puncak klasemen Grup D ini dipimpin oleh Korea Selatan, dan Australia sebagai runner-up.

"Bagus kita masuk ke pot empat. Itu motivasi kuat untuk menunjukkan bahwa kami tim yang diperhitungkan. Penting untuk memperlihatkan bahwa kami tim yang layak menang," ujarnya. 

Hasil ini menjadi pencapaian terbaik Indonesia dalam 28 tahun. Dimana terakhir Indonesia menciptakan hasil bagus di 1990 lalu.

"Tentu kami bangga dengan pencapaian ini. Tak mudah untuk mengulang sejarah 28 tahun lalu. Ini bagian perjalanan tim yang lebih baik kedepannya. Kami akan hadapi siapapun lawan yang menanti di babak berikutnya. Yang pasti kami yakin bisa menembus Piala Dunia. Meskipun nanti kami pun tidak menang, tapi masih sebagai nominasi pun bagi kami adalah suatu kebanggaan," ujar Fakhri. 

Sementara itu Pelatih Timnas India, Bibiano Fernandes mengatakan timnya berbangga hati. Pasalnya setelah 16 tahun, akhirnya mereka bisa lolos fase grup.

"Ini spesial, karena akhirnya kami bisa menebus fase ini setelah 16 tahun. Terima kasih untuk seluruh pihak yang mendukung, staf, dan pemain, semuanya," ucapnya. 

Permainan menjanjikan



Meskipun pertandingan ini menentukan, namun tidak terlihat ketegangan dalam skuad Indonesia ini. Permainan menjanjikan pun langsung disuguhkan sejak awal laga. 

Namun, India sempat mengancam lewat serangan baliknya yang cepat di menit ke-5. Untungnya, sundulan Givson Singh masih melayang di atas mistar Indonesia yang dijaga Ernando Ari.

Indonesia baru membuat peluang di menit ke-30, saat Mochammad Supriadi mencoba melakukan terobosan dengan memainkan variasi umpan untuk diteruskan ke Sultan Zico. Sayang alur bola masih bisa dibaca oleh kiper India, Niraj Kumar. 

Memasuki jeda turun minum, Bagus Kahfi sempat membuka kesempatan bagi Indonesia. Tapi lagi-lagi menyelesaiannya kurang matang. Tendangan kerasnya dari sisi kanan gawang lawan masih melenceng tipis dari gawang lawan. 

Gencarnya serangan Indonesia jelang akhir babak pertama ini membuat India semakin merapatkan lini belakang mereka. Ini membuat David Maulana dkk. harus lebih berkerja keras lagi, meski akhirnya belum juga berbuah gol. Kedudukan tetap 0-0 di paruh waktu. 

Memasuki paruh waktu kedua, serangan demi serangan Timnas U-16 memang merepotkan pertahanan India. Namun, lagi-lagi belum juga berbuah gol. 

Tembakan dari bola mati sempat mengancam gawang Indonesia, saat tendangan mendatar Ravi Bahadur Rana di menit ke-61. Ernando yang pun kembali jadi penyelamat Indonesia. 

Memasuki akhir pertandingan, kembali India melayangkan serangan balik cepat. Hal tersebut sempat membuat Indonesia ketar-ketir, dan lebih memfokuskan diri untuk bermain bertahan di sepertiga akhir pertandingan. Skor pun tidak berubah, 0-0.

Mengomentari permainan, Fernandes mengatakan jika sejak awal dirinya dan tim sadar jika Indonesia merupakan tim kuat. Di babak pertama, menurutnya, mereka cukup berhasil menahan laju serangan Indonesia dengan strategi "high pressing".

"Begitu juga di babak kedua, kami coba terapkan hal yang sama. Hasilnya cukup bagus, meskipun kita punya peluang tapi belum berbuah gol. Indonesia sendiri luar biasa. Sangat sulit untuk menyetop serangan mereka. Bagus, Zico mereka merupakan pemain yang mematikan. Tapi kami lakukan upaya terbaik untuk menutupnya dan berhasil," ucapnya.***

Bagikan: