Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Japan Open 2018, Tersisa Dua Pasangan Indonesia di Semifinal

Wina Setyawatie

TOKYO, (PR).- Para pebulutangkis Indonesia berguguran di babak perempat final Japan Open yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Jumat 14 September 2018. Pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon dan Greysia Polii-Apriyani Rahayu akhirnya harus berjuang sendiri di sektor masing-masing pada babak selanjutnya setelah tiga wakil Indonesia lainnya tersingkir. 

Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti dipaksa pulang oleh ganda peraih perak Olimpiade Rio 2016, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying dari Malaysia. Setelah berusaha selama satu jam lebih dalam laga panjang yang sengit, Praveen-Melati akhirnya menyerah rubber game 19-21, 22-20, 17-21.  Keputusan wasit yang seringkali men-fault servis Melati, karena dinilai terlalu tinggi menjadi penyebabnya. Terutama pada saat kedudukan genting 19-20 di gim pertama. 

"Saat kedudukan genting lalu difault tentu mengganggu sekali, karena kami mencari poin dari servis. Bagaimana mau main ganda kalau yang servis cuma satu. Kalau giliran Mely (Melati) servis, lalu dinyatakan fault. Tidak ada penjelasan, hanya dibilang servisnya terlalu tinggi terus. Kalau lihat video hampir 80 persen servis Mely difault. Hingga sampai servis hampir jongkok pun masih dibilang too high," kata Praveen seperti yang dikutip dari Humas PBSI. 

Menurut dia hal itu bukan alasan, tapi memang pada kenyataannya seperti itu. Karena di atas kertas, meskipun rangking Praveen-Melati lebih rendah dari lawannya, tapi mereka unggul dari rekor pertemuan. Hingga kekalahan tersebut menjadi yang pertama setelah di dua pertemuan sebelumnya di India dan Jerman Open 2018, Praveen-Melati sukses memulangkan pasangan negeri Jiran tersebut.

Selanjutnya yang ikut harus angkat kaki adalah Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto dan Anthony Sinisuka  Ginting. Fajar-Rian harus mengakui kedigdayaan unggulan kedua Li Junhui-Liu Yuchen. Ganda Tiongkok yang merupakan musut bebuyutan Kevin/Marcus ini menumbangkan Fajar-Rian dengan skor akhir 20-22, 21-18, 14-21 dalam 69  menit. 

Kemenangan pasangan ganda peringkat dua dunia tersebut memperlebar rekor keunggulan mereka atas Fajar-Rian menjadi 4-2. Hasil ini juga membalaskan kekalahan Li-Liu sebelumnya di semifinal Asian Games 2018 lalu.

Anthony juga gagal meneruskan tren positifnya. Kali ini yang menghadangnya adalah unggulan pertama, Viktor Axelsen. Tunggal asal Denmark ini membungkam pemain asal klub SGS PLN Bandung tersebut dengan hasil 21-15, 21-17. 

Hasil tersebut membuat rekor pertemuan mereka sementara kembali berimbang 1-1. Di pertemuan perdana mereka di Piala Sudirman 2017 lalu, Anthony sukses memenangi pertandingan itu dalam tiga gim. 

Dipaksa rubber



Kekalahan empat wakil Indonesia lainnya, akhirnya hanya menyisakan Kevin-Marcus. Meskipun maju, namun ganda unggulan nomor satu tersebut terlebih dahulu dipaksa untuk berjuang keras oleh Jelle Maas-Robin Tabeling, sebelum akhirnya berakhir dengan kemenangan rubber

Pada laga ini Kevin-Marcus menang 21-10, 17-21, 21-14. Ini menjadi duel perdana bagi kedua pasangan. Pasangan Belanda ini memang menjadi kejutan di Japan Open kali ini, pasalnya, meski nama mereka tidak terdengar selama ini namun mereka mampu menyumbangkan unggulan ketiga, Mathias Boe-Carsten Mogensen dari Denmark. Terlebih secara peringkat pasangan ini memang jauh dibawah dibandingkan para pemain Top 10 dunia yang menguasai babak perempat final ini, yakni 34 dunia. 

Mengomentari permainan lawannya, Marcus menilai lawan mereka memiliki permainan yang cukup bagus. Terlebih mereka bermain lepas.  "Pertahanannya bagus dan mereka banyak variasi di servis," ujarnya.  Ditambahkan Kevin, sebenarnya mereka harus bisa mengakhiri permainan dengan lebih cepat, hanya dalam dua gim saja. Namun sayangnya, di gim kedua, justru dirinya dan Marcus yang banyak melakukan kesalahan sendiri. Hingga, menurutnya, lawan bisa mengembangkan permainannya dan merebut gim tersebut. 

"Untungnya di gim ketiga, kami lebih fokus dan berusaha tidak terbawa permainan lawan yang memang ingin melambatkan permainan. Tiap kali mereka berusaha, kami selalu berusaha mempercepat tempo permainan. Pokoknya jangan sampai kehilangan pola permainan sendiri," ucap Marcus kemudian. 

Sama dengan Kevin-Marcus, di sektor putri, Greysia-Apriyani pun hampir saja ditumbangkan oleh pasangan Bulgaria Gabriela Stoeva-Stefani Stoeva. Mereka juga dipaksa bermain rubber game oleh ganda peringkat 13 dunia tersebut. 

Di gim pertama, Greysia-Apriyani harus mengakui keunggulan Stoeva bersaudara itu. Mereka menyerah dalam skor cukup ketat 19-21.  Baru di gim kedua Greysia-Apriyani mulai menemukan ritme permainannya. Lepas poin 15-15, Greysia-Apriyani terus menyerang tanpa memberikan napas bagi lawannya. Lawannya hanya diberikan tambahan dua poin saja, sebelum akhirnya Greysia-Apriyani menang 21-17.  Di gim ketiga, sejak awal pasangan Merah Putih ini terus memimpin. Mereka bahkan sempat membuat gap poin cukup jauh 18-10, sebelum akhirnya mengunci kemenangan dengan skor meyakinkan 21-12.***

Bagikan: