Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan petir singkat, 21.4 ° C

Pecatur Dewi Citra: Penghargaan pada Haornas 2018 Sebagai Motivasi

Miradin Syahbana Rizky
PECATUR Dewi Citra (paling kanan) dan Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin berfoto bersama di depan halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 10 September 2018.*
PECATUR Dewi Citra (paling kanan) dan Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin berfoto bersama di depan halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 10 September 2018.*

BANDUNG, (PR).- Pecatur Jawa Barat Dewi Citra bersama para atlet lainnya mendapatkan penghargaan dari Pemprov Jabar yang diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum di halaman Gedung Sate, Bandung, Senin 10 September 2018. Uu memberikan penghargaan ini kepada atlet berprestasi yang bertepatan dengan momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-35.

Seusai menerima penghargaan Dewi Citra mengaku bangga mendapatkan apresiasi langsung dari Pemprov Jabar melalui Wakil Gubernur. Menurut dia, penghargaan ini semakin memotivasi dirinya untuk segera meraih gelar Grand Master wanita ketiga asal Jabar.

"Saya sangat senang sekali dengan penghargaan ini. Pertama-tama saya ucapkam terima kasih kepada Percasi dan KONI Jabar. Penghargaan ini semakin memotivasi saya untuk meraih Grand Master wanita ketiga di Jabar," tuturnya seusai menerima penghargaan di Gedung Sate, Bandung, Senin 10 September 2018.

Dewi menambahkan, untuk meraih gelar Grand Master (GM) pihaknya membutuhkan satu gelar norma GM yang rencananya digelar di Penang atau Johor Malaysia. Sebelumnya dia telah mendapatkan dua norma Grand Master di Hungaria dan Serbia.

"Turnamen norma Grand Master dalam waktu dekat ada pada Desember di Penang atau Johor. Dewi termotivasi untuk mengikuti jejak Irene dan Medina yang sudah meraih Grand Master wanita," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin bangga atas penghargaan yang diraih Dewi Citra. Menurut dia, tak mudah untuk seorang atlet mampu konsisten berprestasi seperti yang ditunjukkan Dewi Citra.

"Selamat untuk Dewi. Meraih prestasi itu sulit. Jadi semoga penghargaan ini semakin memotivasi dia untuk sukses di masa mendatang," ucap Ahmad.

Wagub memimpin Haornas



Bertepatan dengan hari kerja pertamanya, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan momentum Haornas di tingkat Provinsi Jawa Barat menjadi evaluasi dan membangun budaya olahraga masyarakat.

Uu menyampaikan berbagai acara olahraga sukses digelar di Tanah Air. Mulai dari Indonesia yang menjadi tuan rumah ajang Asian Games, hingga berbagai kejuaraan lainnya di tingkat nasional maupun internasional.

Bukan hanya itu, berbagai prestasi ditorehkan Indonesia dengan menyabet posisi empat besar dalam Asian Games 2018. Tak tanggung-tangung, para atlet dari Jabar berhasil menyumbangkan medali dari berbagai cabang olahraga.

"Ini menjadi momentum agar kita cinta dan mau tahu akan olahraga, karena Asian Games menjadi barometer prestasi Indonesia. Oleh karenanya, dalam konteks Germas dan gerakan Ayo Olahraga, kita harus melaksanakan gerakan olahraga secara masif," kata Uu.

Uu menjelaskan, olahraga harus menjadi sebuah kebutuhan hidup dan gaya hidup masyarakat. Lantaran dewasa ini, permasalahan soal derajat kebugaran masyarakat masih rendah.

Mengutip pidato Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, permasalahan terbesar saat ini yakni derajat kebugaran masyarakat Indonesia di bawah 18%. Maka dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Gerakan Ayo Olahraga diharapkan akan menjawab permasalahan tersebut.

Adapun dengan Germas dan Gerakan Ayo Olahraga, kata Uu, akan memudahkan Indonesia khususnya Jawa Barat untuk melahirkan bibit atlet berprestasi yang bisa membanggakan Tanah Air.

"Kita punya banyak atlet muda berprestasi. Contoh Muhammad Zohri, pelari yang juara dunia, Samanta, Dewi yang atlet catur, atlet bulu tangkis, pencak silat, dan lainnya. Ini bukti pondasi semangat olahraga yang kuat yang telah dimulai dari usia dini," kata Uu.

Oleh karena itu, tema gerakan "Ayo Olahraga Bangun Indonesia" ini bertujuan mengajak masyarakat untuk aktif berolahraga. Lantaran gerakan ini untuk membangun jiwa yang sehat dan kuat.

"Pembangunan budaya olahraga juga bukan hanya untuk membangun kesehatan jasmani tapi juga rohani," tuturnya.***

Bagikan: