Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 22.6 ° C

Atlet Andalan Mutasi Sepihak Jelang Porda, KONI Kabupaten Sukabumi Meradang

Ahmad Rayadie
KETUA Koni Kabupaten Sukabumi, Deden Achadiyat, Selasa 11 September 2018 tengah memperlihatkan surat mutasi sepihak yang membuat meradang. Apalagi mutasinsepihat menjelang beberapanpekan pada akan digelar.
KETUA Koni Kabupaten Sukabumi, Deden Achadiyat, Selasa 11 September 2018 tengah memperlihatkan surat mutasi sepihak yang membuat meradang. Apalagi mutasinsepihat menjelang beberapanpekan pada akan digelar.

PALABUHANRATU, (PR).- Menjelang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Porprop) XIII, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi, meradang seiring salah seorang atlet andalannya, Anjasari Dewi secara sepihak hengkang, Selasa 11 September 2018.

Atlet  cabang olahraga (cabor)  atletik  peraih tiga medali emas Porda XII lalu itu, kini berlabuh menjadi bagian atlet dari kontingen Kabupaten Bekasi. KONI Kabupaten Sukabumi menilai kepindahan atlet wanita beralamat di Kampung Bojongloa, Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat itu, tidak sesuai prosedur sesuai Surat Keputusan KONI Jawa Barat No 98 A tahun 2016. Termasuk ketentuan perundangan-undangan yang berlaku tentang mutasi atlet.

Hal tersebut diungkapkan  Ketua KONI Kabupaten Sukabumi, Deden Achadiyat disela-sela test kebugaran serta perbekalan teknis dan peningkatan motivasi untuk para pelatih dan atlet kontingen Kabupaten Sukabumi di Aula salah satu hotel di Jalan Raya Cikukulu, Kabupaten Sukabumi. "Karena itu, Anjasari Dewi masih tetap didaftarkan sebagi atlet atletik asal Kabupaten Sukabumi. Dia harus tampil membela dan  mewakili Kabupaten Sukabumi pada Porda XIII di Bogor mendatang," katanya.

Deden Achadiyat mengaku sangat kecewa hasil mediasi yang dilakukan Pengurus Pengprov Pasi Jabar yang dinilai tidak obyektif. "Keputusan yang menyatakan mutasi Anjasari Dewi dari Kabupaten Sukabuni ke Kabupaten Bekasi sah, sangat disesalkan. Kami keberatan dengan keputusan rapat yang dipimpin Ketua III, Binpres Pemprov Pasi, sdr Diki Gunawan," katanya.

Awal proses



Deden Achadiyat menilai keputusan tersebut sama sekali tidak memperhatiankan tiga surat permohonan pengunduran diri sebagai atlet di Kabupaten Sukabumi. Apalagi surat tersebut  sama sekali tidak memperoleh respon dari Pencab Pasi dan Koni Kabupaten Sukabumi. "Apalagi  surat pengunduran diri Anjasari Dewi baru diketahui pada pertemuan pertengahan  November tahun lalu, " katanya.

Terkait mengenai surat kepindahan domisili atlet atletik tersebut, kata Deden Achadiyat, tidak serta merta sah mutasi.  Langkah yang dilakukan Anjarsaru merupakan awal proses pengajuan permohonan mutasi.

"Dan itupun harus dilengkapi surat keterangan domisili. Sehingga  bagaimana mungkin bisa dikatakan mutasi atlet tersebut sah   bila persyaratan tidak dilengkapi. Apalagi surat yang dilayangkan berisikan surat permohonan pengundurandiri sebagai atlet atletik Kabupaten Sukabumi, bukan mutasi," katanya. ***

Bagikan: