Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Sedikit awan, 21.1 ° C

Haornas 2018 Dimaknai Sebagai Kebangkitan Olah Raga Indonesia

Wina Setyawatie

TERNATE, (PR).- Perayaan Hari Olah Raga Nasional (Haornas) 2018 dinilai spesial. Pasalnya Haornas ke-35 ini dimaknai sebagai kebangkitan olahraga Indonesia. 

Lewat tema "Ayo Olahraga Bangun Indonesia", olahraga dianggap bisa betul-betul menyatukan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi pada puncak perayaan Haornas di Ternate, Minggu 9 September 2018, di Stadion Kie Raha, Kota Ternate. 

"Olahraga itu merupakan partisipasi, ketika dalam pesta demokrasi ada dinamika gesekan, maka dengan olahraga semua melebur. Tumbuh sikap suportifitas, saling mendukung, dan membantu sesama masyarakat Indonesia siapapun itu, dari mana pun. Semua akan bersatu dalam sebuah pesta olahraga. Tahun ini, tahun spesial. Setelah kesuksesan Asian Games kemarin, kami berharap Asian Para Games pun bisa menciptakan kesuksesan yang sama. Kita doakan, We Are One," ujarnya. 

Pihaknya mengaku ingin mengikuti filosofi obor api, bahwa semangat yang sudah menyala tidak boleh padam. Ini artinya, perjuangan para atlet, pelatih, oficial tim dan stakeholder lainnya akan bersatu padu untuk kembali merayakan kehebatan Indonesia, dan terus menindak lanjuti kegembiraan hasil bagus di Asian Games kemarin. 

"Saya kira ini momentum luar biasa. Bersama dengan Haornas kita mulai kirab obor Asian Para Games, setelah lentera di bawa dari Solo. Ternate sebagai tempat disulutkannya api obor Asian Games 2018 bukan pilihan sembarang. Sebagai kota para sultan, tentu memiliki pengembangan kebudayaan dan tradisi yang betul-betul diangungkan. Makanya semangat kirab obor ingin kita nyalakan sebagai bangsa, yang tentu harus menjunjung tinggi kaum siapapun, termasuk kaum disabilitas. Ini adalah momentumnya, lewat Asian Para Games ke-3," ucap Imam. 

Keberhasilan Indonesia di Asian Games 2018 dengan finis di rangking emas, menurutnya, bisa diikuti oleh Asian Para Games. Bukan hanya dari sisi penyelenggaraan tapi juga dari pestasinya. 

Penyulutan obor



"Kalau ditanya berapa targetnya, kami berharap tuah dari Ternate ini bisa mendukung para atlet difabel. Setidaknya jika di Incheon kita berada di rangking sembilan, maka diharapkan di rumah sendiri peringkat kita bisa naik 7 besar. Bila di Icheon kita dapat 9 emas, maka diharapkan pada pelaksanaan di Jakarta nanti bisa 16 emas yang diraih. Kami yakin itu. Ini setelah proses pelatnasnya yang luar biasa. Dimana CdM (chef de mission) terus mendampingi. Mengecek semua fasilitas, kebutuhan atlet, hasil tryout mereka kita cek lagi dengan hasil entry by name yang sudah dilakukan oleh negara peserta APG lainnya," katanya menjelaskan. 

Sebelum puncak perayaan Haornas dimulai malam hari, paginya terlebih dahulu ada rangkaian acara. Rangkaian pertama adalah proses pemberian gelar adat dari Kesultanan Ternate untuk Menpora. Imam diberikan gelar Kapita Ngofangare, artinya  pemimpin pemuda. Pemberian gelar di lakukan di pendopo kedaton Kesultanan Ternate. 

Setelah penyematan gelar, Menpora yang didampingi Ketua Pelaksana Asian Para Games 2018 Raja Sapta Oktohari pun langsung menjalani rangkaian kedua, yakni penyulutan obor Asian Para Games 2018 di halaman Kedaton Kesultanan Ternate.

Lentera dan obor yang semalaman diinapkan di Kedaton dibawa turun. Lentera dibawa oleh Kapita Lao Kesultanan Ternate, sementara obor dipegang oleh Okto. Menpora kemudian mengambil api dari lentera dan menyulutkan ke obor. Obor yang telah menyala pun diserahkan kepada atlet difabel dari cabor tenis meja, Risal Anssor sebagai pembawa obor pertama. Kemudian berlanjut dengan dibawa secara estafet oleh beberapa atlet difabel lainnya dan para stakeholder olahraga di Ternate. Imam, Okto, serta Walikota Ternate Burhan Abdurahman sendiri turut mengiringi bersama sekitar 1.000 pesepeda dari komunitas sepeda Gamalama, dengan menggunakan sepeda.  

Simbol semangat



Ada 12 titik sejauh 2,7 km yang dilalui oleh pawai obor, mulai dari Kedaton Kesultanan Ternate hingga finis di Pantai Falajawa yang menjadi ikon baru Ternate. Obor pun dibawa dan dipamerkan pada saat perayaan puncak Haornas di Stadion Kei Raha. Pawai obor Asian Para Games ini tidak hanya menjadi rutinitas semata sebelum pelaksanaan 6-13 Oktober mendatang di Jakarta. Namun, pawai ini dinilai memiliki makna besar didalamnya. 

"Kita kawal obor ini sebagai simbol semangat perjuangan kita yang tidak pernah berhenti. Obor ini yang akan terus membawa memberikan semangat kepada seluruh warga bangsa. Saya minta Ketua Pelaksana APG bisa terus mengawal dan menjadikan obor api APG sebagai simbol persatuan kita sekaligus menggelorakan semangat peduli disabilitas," ucap Imam. 

Risal yang mendapatkan kehormatan membawa obor APG pertama mengaku bangga. Dia berharap api obor yang mengawali perjalannya dari bumi Maluku Kiraha ini dapat membawa berkah bagi para atlet disabilitas, khususnya yang berada di Maluku Utara. "Tentu bangga, karena ini kepercayaan besar bagi saya bisa membawa obor api Asian Para Games. Saya harap obor ini bisa membakar semangat para atlet disabilitas lainnya untuk meraih prestasi di level nasional maupun internasional," katanya. 

Penghargaan 



Puncak acara Haornas kemarin adalah pemberian penghargaan kepada pelaku, pembina, dan penggerak olahraga. Total ada 10 pembinaan dan penggerak olahraga, serta 11 atlet sebagai pelaku olahraga yang mendapatkannya. 

Diantara ke-10 pembina dan penggerak olahraga tersebut ada Bupati Bandung, Dadang M. Naser yang dinilai berhasil menghasilkan banyak atlet berprestasi dan berani mengalokasikan anggaran olahraga terbesar ke-8 dari seluruh kota/kabupaten di Indonesia. Kemudian, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odong yang telah berjasa menyediakan sarana dan prasarana olahraga di Kab. Bekasi hingga mampu melahirkan para karateka tingkat dunia.

Serta, Walikota Ternate Burhan Abdurahman dan Kapolda Maluku Irjen Royke Lumowa. Mereka dinilai telah sukses menyediakan ruang terbuka yang dilengkapi dengan fasilitas olahraga, serta menggelorakan gerakan gerakan bersepeda ke tempat kerja. 

Sedangkan untuk pelaku olahraga, antara lain ada Komang Budagama, pelatih atletik. Dia sukses membina M. Lalu Zohri hingga mampu mencapai prestasi tertinggi sebagai juara dunia junior 2018 di Finlandia beberapa waktu lalu. 

Lalu, ada Fransiska Dimitri dan Mathilda Dwi Lestari dari Tim The Woman of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala Unpar yang pada tahun ini sukses melakukan ekpedisi ke 7 puncak dunia, mulai dari puncak tertinggi di Eropa hingga puncak tertinggi di Asia.  Kiper Terbaik Street Soccer Children World Cup 2018 di Rusia, Ryan Febriansyah dan pelatih Timnas U-16 Fachri Husaini pun turut menggondol penghargaan ini. 

Turut mengisi acara puncak Haornas ini sejumlah artis kenamaan tanah air, serta performa budaya dan kesenian daerah Ternate, seperti bambu gila, dan tari soya-soya. Malam puncak Haornas 2018 akan ditutup dengan pelepasan api obor Asian Para Games 2018 menuju Makassar, Sulawesi Selatan pada 12 September nanti.***

Bagikan: